<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811</id><updated>2011-11-27T16:30:49.597-08:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Undangan'/><category term='Foto-Foto'/><category term='Lowongan Kerja'/><category term='News'/><title type='text'>Green Student Movement Jawa Barat</title><subtitle type='html'>Green Student Movement Jawa Barat merupakan kelompok pelajar dari berbagai universitas di Jawa Barat yang memiliki kepedulian terhadap masalah-masalah lingkungan, misalnya perubahan iklim, pemanasan global, dan lain-lain. Green Student Movement berada di bawah naungan Walhi Institute Jawa Barat. Blog ini merupakan sarana komunikasi baik bagi sesama anggota, ataupun dengan pihak-pihak lain yang terkait

Alamat GSM JABAR Kantor Walhi Jl. Piit No. 5 Bandung
Phone /Fax : +6222 2507740</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-8961819494475328206</id><published>2009-06-02T17:03:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T17:06:20.514-07:00</updated><title type='text'>Politik Melodramatik</title><content type='html'>Istilah Politik Melodramatik ini saya dengar di sebuah perbincangan radio. Salah seorang pengamat politik mengungkapkan istilah tadi untuk menggambarkan cara pandang politik sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk di dalamnya tokoh-tokoh yang sering dianggap sebagai negarawan. Pandangan politik itulah yang seringkali memberi warna politik kita sekarang ini, khususnya selama masa pemilu seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Melodramatik digambarkan seperti kita menonton sebuah sinetron. Ketika kita menonton sinetron, kita seringkali mudah terharu. Terlebih ketika ada adegan si pemeran utama dianiaya oleh peran antigonis, kita bisa sampai sangat emosional dan mengeluarkan air mata.&lt;br /&gt;Dalam politik kita pun sering terjadi kondisi seperti tadi. Masyarakat mudah terenyuh dan terharu kepada elit-elit politik yang terkesan dianiaya dan dipojokkan tak peduli track record si tokoh itu bagaimana. Fenomena kemenangan Partai Demokrat dengan ketokohan SBY di dalamnya acapkali dianggap sebagai bukti yang menunjukkan kondisi politrik melodramatic. Pada pemilu lima tahun yang lalu pun, kemenganan PDIP dengan ketokohan Megawati, sering dianggap menunjukkan kondisi serupa.&lt;br /&gt;Ternyata, kenyataan seperti ini cepat direspon oleh para elit politik, termasuk oleh para capres/cawapres bersama tim suksesnya. Mereka pun berlomba-lomba meluluhkan hati masyarakat. Satu-persatu mereka pun berakting bak seorang actor protagonis. Mereka menjambangi tempat-tempat berkumpulnya warga, seperti, pasar, stasiun, terminal bahkan ke pelosok-pelosok kampong layaknya seorang superhero. Dan hebatnya perilaku artificial ini acapkali direspon positif oleh masyarakat. Sehingga tak jarang acting para elit politik ini dapat mendongkrak perolehan dukungan bagi mereka.&lt;br /&gt;Para elit politik pun tak ragu mengeluarkan anggaran beratus-ratus juta bahkan milyaran rupiah, hanya untuk menarik simpati masyarakat melalui iklan-iklan di berbagai media. Sebisa mungkin iklan-iklan itu dibuat seakan-akan mereka dekat dengan masyarakat.&lt;br /&gt;Sepertinya, kita sedang diarahkan pada sisi sentimental konyol yang lambat laun bisa mematikan sisi kritis kita. Dan sebagian besar elit politik di Negara ini terkesan menikmati kondisi ini, karena masyarakat kita seringkali lebih mudah diluluhkan dan dibohongi. Ternyata, dalam politik kita sekarang ini tak hanya berlaku money politic. Sekarang pun muncul fenomena melodrama politic. Wallahu a’alam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-8961819494475328206?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/profile.php?id=1638843559&amp;ref=profile#/note.php?note_id=84832302869' title='Politik Melodramatik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/8961819494475328206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=8961819494475328206' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8961819494475328206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8961819494475328206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2009/06/politik-melodramatik.html' title='Politik Melodramatik'/><author><name>SAVE EARTH, EUY!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09817737331731764988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_sGcw4QcfbgQ/R3jO5JI3myI/AAAAAAAAAAY/jVr-QGNGixU/S220/joel.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-4333093736275122124</id><published>2009-01-06T06:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T06:34:48.390-08:00</updated><title type='text'>TRAINING YOUTH PARLIAMENT</title><content type='html'>UNTUK KAMU&lt;br /&gt;v     YANG INGIN MEMPERDALAM PENGETAHUAN TENTANG MEKANISME PENGAMBILAN KEBIJAKAN PUBLIK&lt;br /&gt;v     YANG INGIN MEMPERDALAM PENGETAHUAN TENTANG PARLEMEN DAN POLITIK&lt;br /&gt;v     YANG INGIN MENAMBAH JARINGAN DI KALANGAN ANAK MUDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERGABUNGLAH DI :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARLEMEN MUDA (YOUTH PARLIAMENT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACARA INI DIADAKAN DI EMPAT PROVINSI (JAWA BARAT, DKI, BANTEN DAN JAWA TIMUR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA SAJA PERSYARATANNYA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMUA MAHASISWA DARI BERBAGAI JURUSAN YANG DUDUK DI SEMESTER III (MAU KE SMT IV) DAN SEMESTER V (MAU KE SMT VI)&lt;br /&gt;MEMILIKI KETERTARIKAN DENGAN ISU REFORMASI PARLEMEN&lt;br /&gt;MENGIRIMKAN CURRICULUM VITAE (CV)&lt;br /&gt;PAS PHOTO 4 X 6&lt;br /&gt;MENGIRIMKAN ARTIKEL OPINI DENGAN TEMA “APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK REFORMASI PARLEMEN”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KIRIMKAN SEBELUM TANGGAL 28 JANUARI 2009 CAP POS (ATAU TANGGAL E-MAIL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KE MANA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK WILAYAH JAWA BARAT, BANTEN, DKI DAN SEKITARNYA&lt;br /&gt;KIRIMKAN PERSYARATAN ANDA KE :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIGS (Bandung Institute of Governance Studies)&lt;br /&gt;JL. Sadang Sari I No. 3 Sadang Serang, Bandung 40134&lt;br /&gt;Telp / Faks +62 22 2514433&lt;br /&gt;Hp. +62 22 70787931&lt;br /&gt;Hp. +62 815 7299 3844&lt;br /&gt;Atau lewat e-mail : &lt;a href="mailto:bigs@bdg.centrin.net.id"&gt;bigs@bdg.centrin.net.id&lt;/a&gt; atau &lt;a href="mailto:admin@parliamentarycenter.or.id"&gt;admin@parliamentarycenter.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK WILAYAH JAWA TIMUR DAN SEKITARNYA (YOGYAKARTA DAN JAWA TENGAH) KIRIMKAN PERSYARATAN ANDA KE :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATTIRO MALANG&lt;br /&gt;Jl. Arif Margono II No. 15 Malang 65117 Jawa Timur&lt;br /&gt;Phone / Fax. 0341 341725&lt;br /&gt;e-mail : &lt;a href="mailto:pattiromalang@yahoo.co.id"&gt;pattiromalang@yahoo.co.id&lt;/a&gt; atau &lt;a href="mailto:admin@parliamentarycenter.or.id"&gt;admin@parliamentarycenter.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENAPA KAMU HARUS IKUT ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INI MERUPAKAN ACARA YANG BERGENGSI&lt;br /&gt;SETIAP PELAMAR AKAN DISELEKSI&lt;br /&gt;BAGI YANG LULUS SELEKSI AKAN DIIKUTSERTAKAN DALAM TRAINING YOUTH PARLIAMENT DI JAWA BARAT ATAU DI JAWA TIMUR&lt;br /&gt;ACARA INI GRATIS ALIAS TIDAK DIPUNGUT BIAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SO JANGAN TUNGGU LAGI, KIRIM SEGERA PERSYARATAN KAMU !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YOUTH PARLIAMENT&lt;br /&gt;ORGANIZE BY&lt;br /&gt;v     INDONESIAN PARLIAMENTARY CENTER (IPC)&lt;br /&gt;v     BANDUNG INSTITUTE OF GOVERNANCE STUDIES (BIGS)&lt;br /&gt;v     PUSAT TELAAH DAN INFORMASI REGIONAL (PATTIRO)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AND SUPPORTED BY&lt;br /&gt;v     TIFA FOUNDATION&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-4333093736275122124?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/4333093736275122124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=4333093736275122124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4333093736275122124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4333093736275122124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2009/01/training-youth-parliament.html' title='TRAINING YOUTH PARLIAMENT'/><author><name>Syah................</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-5393547465602560339</id><published>2008-11-26T07:55:00.001-08:00</published><updated>2008-11-26T07:55:56.747-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Terms of Reference (TOR) Global Day of Action On Climate 2008</title><content type='html'>Terms of Reference (TOR)&lt;br /&gt;Global Day of Action&lt;br /&gt;On Climate 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan iklim saat ini telah menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat kita pungkiri. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) melaporkan bahwa pada abad ke 20, suhu rata-rata permukaan meningkat sekitar 0.6°C dibandingkan tahun 1750. Suhu rata-rata permukaan diperkirakan akan meningkat hingga 1,4°C -  5,8°C pada 2100. Dengan proses saat ini, peningkatan suhu sebesar 1°C hingga 1.5°C diperkirakan tidak akan terelakkan. Dalam laporannya, IPCC merekomendasikan bahwa peningkatan suhu harus dibatasi maksimal 2°C di atas suhu pada  masa pra-industri karena jika terjadi peningkatan diatas 2°C, maka dampak yang timbul akan sangat sulit diatasi. &lt;br /&gt;Laporan terbaru menyebutkan bahwa 20% dari penduduk terkaya di dunia bertanggung jawab atas lebih dari 60% emisi saat ini (80% jika emisi masa lalu dihitung). Rata-rata emisi GRK orang Amerika Serikat (AS) adalah  4 - 5 kali dari emisi rata-rata dunia  (1 Amerika = 9 China atau 18 India). Fakta lainnya, sistem ekonomi di AS berjalan  dengan landasan energi murah dari bahan bakar fosil. Setiap orang AS menggunakan energi 8 kali lebih tinggi dari bahan bakar fosil yang digunakan rata-rata penduduk di negara berkembang. Sementara mereka, masyarakat yang paling miskin dan rentan terus menghadapi kelaparan, penyakit dan kemiskinan. Kelangsungan hidup dan hak atas pembangunan masyarakat miskin semakin terancam oleh dampak perubahan iklim (Climate of Injustice, MIT publication, Dec 2006).&lt;br /&gt;Menurut perusahaan Asuransi Swiss Re (2006), 90% dari bencana terkait iklim terjadi di  Asia. Cuaca panas, gelombang panas dan hujan lebat kemungkinan besar akan lebih sering terjadi. Badai siklon tropis kemungkinan lebih intensif, dengan angin kencang dan hujan deras. Ketersediaan air berkurang 10-30 % di beberapa kawasan terutama daerah tropik kering. Diperkirakan, musim hujan lebih pendek, curah hujan lebih intensif, dan risiko banjir meningkat. Cekaman kekurangan air akan menimpa jutaan orang di Asia Pasifik&lt;br /&gt;Perubahan iklim akan berdampak pada sebagian besar masyarakat di dunia seiring dengan lemahnya kapasitas masyarakat yang rentan beradaptasi. Komunitas rentan umumnya amat tergantung pada ekosistem yang sensitif untuk bertahan hidup dan berpenghidupan, serta memiliki kapasitas amat kecil karena mereka bukanlah emiter GRK.&lt;br /&gt;Saat ini, berbagai kelompok masyarakat menghadapi masalah karena tingginya tingkat anomali iklim dan cuaca. Dan Indonesia adalah salah satu negara yang memperoleh dampak langsung dari fenomena tersebut. Petani kesulitan untuk bercocok tanam, karena musim yang tidak tentu kerap menggagalkan benih untuk dapat bertumbuh. Bagi nelayan, ketidakpastian cuaca membuat ketidakpastian keberlanjutan hidup mereka makin tinggi. Ketersediaan pangan bagi masyarakat menipis, kelangkaan air bersih dan ledakan penyakit merupakan risiko yang akan dihadapi oleh masyarakat di mana pun.      &lt;br /&gt;Pemanasan global dan perubahan iklim bukan lah sekedar fakta ilmiah, atau ”sekedar” kejadian es mencair dan beruang kutub yang sulit bertahan hidup. Tetapi pemanasan global adalah tentang bagaimana kehidupan di muka bumi harus bertahan dalam situasi yang berkeadilan. Bukan hanya sekedar ”jual beli karbon” yang menafikan kehidupan masyarakat rentan.  &lt;br /&gt;Jika dirunut lebih jauh, perubahan iklim merupakan sinyal dari kegagalan model pembangunan global dalam menjaga kehidupan warga dunia, untuk melindungi produktivitas kelompok masyarakat di negara berkembang untuk mencapai kehidupan yang sejahtera, dan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat mempertahankan jasa ekologi.  &lt;br /&gt;Upaya global yang dilakukan selama 12 tahun terakhir untuk mengurangi dampak pemanasan global sudah seharusnya beranjak pada kesadaran pengakuan atas kegagalan berkelanjutan dari model pembangunan yang hanya berorientasi pada pertumbuhan. Maka, evaluasi kritis terhadap sistem politik-ekonomi global yang didukung oleh berbagai instrumen politis multilateral menjadi sangat penting untuk mengatasi ketidakadilan Utara-Selatan. Sejalan dengan itu, diperlukan gerakan kuat, yang diawali dengan diseminasi informasi untuk mendorong pemerintah RI agar lebih memperhatikan kenyataan yang dihadapi kelompok rentan dan mendapatkan dampak paling keras dari perubahan iklim.&lt;br /&gt;Perubahan iklim adalah wujud nyata dari gagalnya model pembangunan global. Pernyataan ini telah disepakati oleh organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organization/CSO) di Jakarta pada 28 September 2007 lalu. Dalam kesepakatan itu, ditengarai bahwa model pembangunan menjadi perkara pokok yang melatari pelbagai krisis alam di belahan bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Indonesia, koleksi krisis warga di pelbagai wilayah menunjukkan bahwa mengatasi dampak perubahan iklim tak bisa dilakukan secara terpisah. Perubahan iklim selalu mengandaikan permulaan dan keberakhiran. Permulaan ini ditandai oleh keserakahan pemimpin dalam menentukan model pembangunan, dan ditandai oleh lahirnya beragam bencana, seperti banjir, longsor, pencemaran lingkungan sebagai wujud keberakhiran. Artinya, mengatasi dampak buruk perubahan iklim harus dimulai dengan menyelesaikan satu demi satu persoalan lingkungan.&lt;br /&gt;Global Day of Action on Climate&lt;br /&gt;Global Day of Action on Climate atau “Hari Aksi Global untuk Perubahan Iklim” berlangsung sejak tahun 2005 dan telah menjadi kegiatan tahunan. Peringatan tersebut dilakukan pada hari Sabtu yang jatuh di tengah-tengah berlangsungnya pertemuan tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai perubahan iklim (Conference of Parties to UNFCCC). GDoA on Climate disebut sebagai hari aksi global karena pada tanggal tersebut masyarakat sipil dari berbagai kota dunia akan beraksi serentak menuntut keadilan iklim. Tahun ini, COP-14 UNFCCC akan berlangsung di Poznan, Polandia pada tanggal 1 – 12 Desember 2008. GDoA on Climate akan jatuh pada hari Sabtu tanggal 6 Desember 2008&lt;br /&gt;Global Day of Action merupakan satu upaya untuk mengakomodasi kepentingan kelompok masyarakat sipil dan organisasi rakyat, khususnya memperkuat suara kelompok rentan melalui proses politis di pertemuan parapihak (COP) UNFCCC. Aksi ini berupaya membangunkan kesadaran masyarakat luas, yang kemudian dapat memberikan tekanan terhadap pengambil kebijakan untuk berjuang bagi kepentingan masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan kampanye simpatik, masyarakat perlu ikut menyuarakan keprihatinan mengenai dampak perubahan iklim. &lt;br /&gt;Berangkat dari kesadaran tersebut, Wahana Lingkungan Hidup Indoensia (Walhi) Jawa Barat bersama Sahabat Walhi Jabar dan Komite Persiapan Sarekat Hijau Indonesia (KP SHI) Jawa Barat mengajak seluruh masyarakat, lembaga, organisasi, komunitas, media dan para pecinta alam dari berbagai kalangan di Bandung dan Jawa Barat untuk bersama-sama melakukan aksi Global Day of Action on Climate pada hari Sabtu tanggal 6 Desember 2008.&lt;br /&gt;Nama Kegiatan&lt;br /&gt;Global Day Action on Climate 2008&lt;br /&gt;Tujuan dan Capaian : &lt;br /&gt;1. Meningkatkan kesadaran publik tentang dampak perubahan iklim di Indonesia, Jawa Barat, Bandung dan kota-kota lain di Jawa Barat.&lt;br /&gt;2. Memperkuat solidaritas ekologis kelompok masyarakat untuk merespon politik perubahan iklim baik di tingkat nasional, regional maupun internasional.&lt;br /&gt;3. Memfasilitasi suara dari kelompok rentan (vulnerable community’s) dalam proses COP14/MOP3 UNFCCC di Poznan Polandia&lt;br /&gt;4. Memberikan argumen penting yang menempatkan kepentingan kelompok rentan (vulnerable community’s) sebagai fokus utama dari pemerintah RI terkait dengan posisi politisnya di COP14/MOP3 UNFCCC di Poznan Polandia.  &lt;br /&gt;Thema Kegiatan &lt;br /&gt;Jangan membebek, jangan mau dikambinghitamkan !&lt;br /&gt;Tuntutan : &lt;br /&gt;- Penurunan emisi dan pola konsumsi negara-negara Annex I (Amerika Serikat dan negara-negara maju di Utara) serta mengurangi permintaan produk yang mengancam kerusakan hutan Indonesia.&lt;br /&gt;- Menuntut pelunasan utang ekologi oleh negara-negara yang telah mengekstraksi sumberdaya alam Indonesia&lt;br /&gt;- Mengukuhkan kemandirian dan kedaulatan rakyat atas energi, pangan dan air.&lt;br /&gt;- Menolak nuklir, batubara dan agrofuel sebagai jawaban atas kebutuhan energi bersih masa depan.&lt;br /&gt;- Menolak Bank Dunia dalam pembiayaan penanganan perubahan iklim.&lt;br /&gt;Seruan&lt;br /&gt;- Pengambilan langkah segera oleh para pemimpin dunia untuk mencegah terganggunya keseimbangan iklim global yang menghancurkan.&lt;br /&gt;- Seluruh dunia perlu segera menyepakati traktat pengurangan emisi yang lebih kuat yang adil dan efektif dalam meminimalkan bahaya perubahan iklim.&lt;br /&gt;- Menuntut negara-negara yang telah lama menjadi negara industri dan telah mengeluarkan gas rumah kaca terbanyak untuk bertanggung jawab dalam mitigasi perubahan iklim dengan cara mengurangi emisi mereka dalam waktu sesingkat-singkatnya dan berkontribusi dalam revolusi energi bersih di negara berkembang. &lt;br /&gt;- Negara maju harus bertanggung jawab untuk membiayai langkah-langkah adaptasi perubahan iklim yang harus dilakukan negara-negara penghasil emisi rendah dengan sumber daya ekonomi terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Kegiatan &lt;br /&gt;Karnaval keberagaman yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat luas. Menggalang semangat persaudaraan dan solidaritas ekologi untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Bentuk kegiatan :&lt;br /&gt;1. Longmarch&lt;br /&gt;2. Kampanye dan Penyebaran Informasi&lt;br /&gt;a. Media (media visit, briefing, kolaborasi)  &lt;br /&gt;b. Penyebaran informasi tentang climate justice (flyer, pin, infosheet)&lt;br /&gt;3. Pengumpulkan pesan dari masyarakat  (taking message) &lt;br /&gt;4. Performance art seniman &lt;br /&gt;Peserta&lt;br /&gt;Masyarakat umum, kelompok rentan, Lembaga Swadaya Masyarakat, organisasi, komunitas hobby, media, seniman, tokoh masyarakat, anak-anak dan para pecinta alam dari berbagai kalangan di Bandung dan Jawa Barat&lt;br /&gt;Waktu dan Tempat :&lt;br /&gt;Hari/ Tanggal :  Sabtu/6 Desember 2008&lt;br /&gt;Jam :  09.00 wib – selesai&lt;br /&gt;Tempat :  Lapangan Gasibu – Bandung Indah Plasa (BIP) dan sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontak Aksi&lt;br /&gt;Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar&lt;br /&gt;Sahabat Walhi Jabar&lt;br /&gt;KP SHI Jabar&lt;br /&gt;Lorong Hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jl. Piit No. 5 Bandung&lt;br /&gt;Phone /Fax : +6222 2507740&lt;br /&gt;e-mail : walhi-jb@rad.net.id, jabar@walhi.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact  Person&lt;br /&gt;Putri Rodiyatul : 02276190910&lt;br /&gt;Ragil : 02291137537 / 08562223880&lt;br /&gt;Ikhsan :  08562073083&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Demikian TOR ini kami buat. Semoga partisipasi secara aktif dari semua pihak, menjadi bahan masukan bagi arah politik iklim di masa depan Semoga aksi kampanye dan tuntutan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong lahirnya politik iklim yang berkeadilan serta mampu melindungi masyarakat miskin dan kelompok rentan terhadap dampak perubahan iklim yang semakin mengerikan. Let’s Uphold Climate Justice for All!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-5393547465602560339?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/5393547465602560339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=5393547465602560339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/5393547465602560339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/5393547465602560339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/11/terms-of-reference-tor-global-day-of.html' title='Terms of Reference (TOR) Global Day of Action On Climate 2008'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-6559719844626823312</id><published>2008-03-27T05:51:00.000-07:00</published><updated>2008-03-27T05:58:22.554-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Teori Baru Tentang Gempa :  Memprediksi Gempa Masa Mendatang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R-uZv6GcVbI/AAAAAAAAAck/yddXOJd09ec/s1600-h/petagempa.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R-uZv6GcVbI/AAAAAAAAAck/yddXOJd09ec/s400/petagempa.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182404844549068210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;&lt;strong&gt;Erabaru.or.id- &lt;/strong&gt;Ilmuwan Australia mengembangkan sebuah teori baru tentang bagaimana terjadi-nya gempa bumi di Pakistan, dan berharap akan menuju kearah perkiraan yang lebih akurat  berkenaan bencana gempa bumi dan tsunami di seluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;Para ilmuwan dari &lt;em&gt;Research School  of Earth Sciences &lt;/em&gt;(Sekolah Penelitian Tentang Ilmu Bumi) di Universitas Nasional Australia (ANU), menemukan bahwa beberapa gempa paling dramatis  yang terjadi di pegunungan Hindu Kush, Pakistan, disebabkan oleh meregangnya batuan dalam dibawah permukaan bumi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;Penemuan mereka, dipublikasikan  dalam jurnal &lt;em&gt;Nature Geoscience&lt;/em&gt;, bertentangan dengan teori yang mengatakan bahwa gempa bumi biasanya dihasilkan dari tubrukan pergesekan  antara lempeng-lempeng tektonik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;“Kita selalu berfikir tentang gempa  bumi sebagai akibat rapuhnya bumi,” kata peneliti ANU, Professor Gordon Lister.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;“Akan tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa lambat laun, terbentuknya regangan karakteristik geologi tertentu dapat membentuk suatu energi yang secara tiba-tiba dilepaskan, sehingga menjadi penyebab utama bergolaknya gempa bumi.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;Dengan menggunakan model dalam komputer, para peneliti dapat menunjukkan massa batuan panjang yang berbentuk seperti sosis diregangkan kedalam interior bumi dibawah permukaan wilayah Hindi Kush, bagian utara Pakistan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;Seperti sepotong permen karet, adakalanya batuan mempercepat tingkat peregangan, meng-hasilkan pelepasan energi yang cepat, yang pada gilirannya bisa mengakibatkan gempa bumi yang hebat. Prof Lister percaya bahwa teori baru ini akan membantu para ilmuwan untuk memahami lebih baik bagaimana terjadinya gempa bumi diseluruh dunia, dan dapat mengarahkan sistem perkiraan gempa bumi yang lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;“Kami mulai mendorong kearah fundamental terhadap apa yang menjadi penyebab gempa bumi, bukan hanya apa yang terjadi selama berlangsungnya gempa bumi. Kami menyebutnya sebagai memahami  ‘kemarahan alam’,”katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;“Ini memberi masukan yang potensial bagi kami untuk secepatnya mengembangkan hal  baru dan inovasi jangka panjang berkenaan teknik memprediksi gempa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;Prof Lister mengatakan: “Walaupun pemecahannya tidak mencukupi untuk penelitian gempa. Kami telah menghabiskan jutaan dolar setelah kejadian tsunami di Sumatra, membantu mereka kembali untuk mandiri, dan kami menggunakan sebagian untuk sistem peringatan dini (tsunami), akan tetapi di dalam tujuan dasar penelitian, kami belum menggunakannya sepersen pun terhadap pemahaman apa yang sebenarnya terjadi,”katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;Ia menambahkan ketika beberapa orang memegang pandangan bahwa perkiraan gempa bumi adalah sebuah permainan sulap, wawasan baru terhadap geologi bumi, sebagaimana dalam temuan timnya, telah menjadikannya sebagai ilmu pengetahuan yang lebih pasti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;“Data mulai terlihat, karena teknik baru kami, dimana anda benar-benar dapat melihat pergerakan yang terjadi akan secepatnya berubah menjadi gempa bumi utama.” (AAP/The Epoch Times/dta)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt;&lt;a href="http://en.epochtimes.com/news/8-2-25/66575.html"&gt;http://en.epochtimes.com/news/8-2-25/66575.html&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="content"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-6559719844626823312?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.erabaru.or.id/k_07_art_172.html' title='Teori Baru Tentang Gempa :  Memprediksi Gempa Masa Mendatang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/6559719844626823312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=6559719844626823312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/6559719844626823312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/6559719844626823312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/03/teori-baru-tentang-gempa-memprediksi.html' title='Teori Baru Tentang Gempa :  Memprediksi Gempa Masa Mendatang'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R-uZv6GcVbI/AAAAAAAAAck/yddXOJd09ec/s72-c/petagempa.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-7100253079503596938</id><published>2008-03-27T05:49:00.000-07:00</published><updated>2008-03-27T05:51:09.028-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Bongkahan Besar Es Longsor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R-uYIaGcVaI/AAAAAAAAAcc/gSJHAm5AkPE/s1600-h/bongkahan+es.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R-uYIaGcVaI/AAAAAAAAAcc/gSJHAm5AkPE/s400/bongkahan+es.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182403066432607650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Kamis, 27 Maret 2008 | 01:03 WIB&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Washington, Rabu - Sebongkah es dari Antartika yang besarnya setara dengan tujuh kali luas Manhattan tiba-tiba longsor. Kejadian ini membuat sisa es yang lebih besar akan berisiko longsor pula. Demikian disampaikan para ilmuwan di Washington, Amerika Serikat, Rabu (26/3).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Citra dari satelit menunjukkan bongkahan yang terlepas berukuran 160 mil persegi atau 414,4 kilometer persegi dan sudah mulai runtuh pada 28 Februari lalu. Bongkahan itu merupakan tepian dari beting es Wilkins yang telah ada di sana sejak ribuan tahun, mungkin 1.500 tahun yang lalu. Beting es Wilkins merupakan hamparan es yang secara permanen terapung. Jaraknya sekitar 1.609 kilometer sebelah selatan Amerika utara, di barat daya Semenanjung Antartika.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Peristiwa ini jelas merupakan dampak dari pemanasan global,” ujar David Vaughan dari British Antarctic Survey.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena para ilmuwan menerima citra dari satelit itu dalam hitungan jam, mereka segera mengalihkan kamera satelit, bahkan tidak sedikit yang segera terbang ke atas bongkahan yang longsor untuk mengambil gambar foto dan video.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat longsor ini, sebagian besar beting yang luasnya sekitar 12.950 kilometer persegi kemudian hanya ditopang oleh bentangan es kecil yang panjangnya hanya 5,6 kilometer. Es penopang ini berada di antara dua pulau.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Ini merupakan peristiwa yang tidak sering terjadi,” ujar Ted Scambos, ilmuwan yang memimpin tim riset dari National Snow and Ice Data Center di Boulder, Colorado.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Jika ada sedikit saja guncangan, penopang ini akan longsor juga dan tampaknya kita akan kehilangan separuh dari total area es dalam waktu beberapa tahun saja,” ujar Scambos.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Scambos mengatakan, beting es telah berada di tempatnya selama ratusan tahun, tetapi udara yang hangat dan paparan ombak membuatnya terbelah-belah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selama setengah abad ini, Semenanjung Atlantik telah menjadi hangat lebih cepat dibandingkan dengan bagian lain di muka bumi ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Pemanasan yang terjadi di semenanjung itu sangatlah jelas terkait dengan kenaikan gas rumah kaca serta perubahan yang terjadi di sekitar kawasan Antartika,” ujar Scambos.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Seperti dibom&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Walaupun gunung es secara alamiah kadang memang longsor dari gunung utama, kejadian longsor semacam ini sangat tidak biasa, tetapi terjadi lebih sering dalam dekade belakangan ini, jelas Vaughan. Longsornya bongkahan es itu sama seperti yang terjadi ketika sebuah gelas kaca dihantam palu dengan keras, katanya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jim Elliot yang turut di pesawat Twin Otter yang membawa tim British Antarctic Survey menggambarkan, keadaan setelah longsor sangat berantakan seperti habis dibom.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Saya tidak pernah melihat kerusakan seperti ini, sangat menakutkan. Kami terbang di atas pecahan utama dan memerhatikan pergerakan pecahan terjal akibat dari longsoran itu. Bongkahan es ada yang setara dengan rumah kecil, tampak terlihat telah terlempar. Seperti telah terjadi ledakan bom,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sisa beting es Wilkins yang kira-kira sama besarnya dengan Connecticut masih bertahan pada lapisan es yang tipis. Para ilmuwan khawatir kelak akan lebih banyak lagi bongkahan es yang akan longsor.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Vaughan memperkirakan beting es Wilkins akan longsor semuanya dalam waktu 15 tahun dari sekarang. Bongkahan yang baru saja longsor sekitar 4 persen dari seluruh beting yang ada. Bagian itu merupakan bagian yang penting karena dapat menyebabkan bagian lain ikut longsor.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masih ada kesempatan bagi sisa bongkahan agar dapat tetap selamat hingga tahun depan karena saat ini merupakan akhir dari musim panas di Antartika. Udara dingin akan segera datang dan menyelamatkan sisa bongkahan es, kata Vaughan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para ilmuwan itu tidak mengkhawatirkan kenaikan permukaan laut akibat kejadian ini, tetapi mengatakan bahwa kejadian itu merupakan pertanda pemanasan global semakin menjadi-jadi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Perubahan iklim&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Vaughan mengatakan, beting es Wilkins terpecah dan tidak akan memengaruhi permukaan air laut ketika longsor.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selama setengah abad ini Semenanjung Antartika di sebelah barat telah mengalami perubahan temperatur yang paling tinggi. sekitar 0,5 derajat Celsius per dekade. Iklim di Antartika saat ini sangat rumit dan lebih terisolasi dari bagian lain di bumi ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut perhitungan para ahli, kenaikan permukaan laut per meter sekitar 3 milimeter per tahun dan pada akhir abad ini permukaan air laut akan naik hingga 1,4 meter.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kejadian longsor es itu merupakan indikasi akan penyebab adanya perubahan dalam sistem iklim, kata Sarah Das, ilmuwan dari Woods Hole Oceanographic Institute.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Sekali meleleh, bongkahan es itu akan lenyap untuk selamanya,” ujar Das. (AP/AFP/REUTERS/JOE)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-7100253079503596938?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.03.27.01033472&amp;channel=2&amp;mn=154&amp;idx=154' title='Bongkahan Besar Es Longsor'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/7100253079503596938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=7100253079503596938' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/7100253079503596938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/7100253079503596938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/03/bongkahan-besar-es-longsor.html' title='Bongkahan Besar Es Longsor'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R-uYIaGcVaI/AAAAAAAAAcc/gSJHAm5AkPE/s72-c/bongkahan+es.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-7463712683620929115</id><published>2008-03-24T09:39:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T09:42:46.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Harga Hutan Alam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R-fZ76GcVVI/AAAAAAAAAb0/aRdqkkMGv_g/s1600-h/hutan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R-fZ76GcVVI/AAAAAAAAAb0/aRdqkkMGv_g/s400/hutan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181349519544833362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Selasa, 18 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ketetapan yang dibuat dalam Peraturan Pemerintah tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak untuk Penggunaan Kawasan Hutan, Nomor 2 Tahun 2008, dianggap terlampau murah. Pemerintah memutuskan harga hutan dengan mengizinkan pembukaan kawasan hutan untuk kegiatan tambang, energi, infrastruktur telekomunikasi, dan jalan tol dengan tarif hanya Rp 1,2-2,4 juta per hektare. Tentu saja harga ini terlalu murah jika dibuat per meter, yaitu hanya Rp 102 dan Rp 240 per tahun, lebih murah dari harga pisang goreng yang sekarang berkisar Rp 300-500 per potong. Bandingkan pula murahnya harga 1 hektare lahan hutan, sama dengan harga 1 meter persegi tanah di kawasan menengah di Jakarta. Andaikan lahan itu di Jakarta--walaupun di bawahnya tidak ada lahan tambang--satu hektarenya akan berharga Rp 1,2 miliar hingga Rp 2,4 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, berapa harga yang pantas untuk nilai hutan sehingga diperoleh angka yang tepat dan bertanggung jawab? Dalam kondisi seperti sekarang, ketika semua orang sudah pandai berhitung, dengan kepentingan yang berbeda, harga ini akan sangat bervariasi karena perbedaan persepsi. Selama ini para pengambil kebijakan di bidang kehutanan, misalnya, hanya menghitung hasil hutan melalui rente ekonomi kayu (log). Hal ini karena ekonomi pasar tidak menghargai ranah publik yang lain, seperti nilai air sungai yang mengalir, fungsi hutan sebagai regulasi iklim, penyedia tanaman obat-obatan, dan sumber stok genetik, serta nilai-nilai yang tidak tampak lainnya. Karena itu, selama tidak ada nilai jual yang konkret yang menghasilkan pemasukan dan pendapatan negara, perhitungannya pun akan diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, akibat hilangnya fungsi-fungsi tersebut, masyarakat mulai sadar, sebesar apa pun pendapatan yang diperoleh pemerintah, ketika terjadi bencana lingkungan, harga tersebut ternyata tidak mampu membawa penawar dan mengembalikan kehidupan mereka. Belum lagi biaya eksternalitas yang harus ditanggung oleh penduduk akibat limbah industri dan pertambangan yang mengakibatkan penurunan jasa ekosistem baik secara lokal maupun global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi para pengambil keputusan di bidang kehutanan semacam ini--meminjam kata Emil Salim--masih berorientasi pada pembangunan konvensional yang antroposentris. Menyadari kesenjangan itu, para ahli lingkungan melakukan pendekatan penghitungan nilai ekonomi (valuasi ekonomi) terhadap hutan alam dan ekosistem alami yang ditinjau dari berbagai aspek. Secara teoretis, Indrawan dkk (2007) menghitung nilai ekonomi sumber daya dengan berbagai masukan. Pertama, nilai langsung, yaitu nilai-nilai ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat sekitar hutan, misalnya perolehan ikan, daging, kayu bakar, bahan bangunan, tumbuhan obat, dan rumput serta tumbuhan yang dapat dimakan oleh ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, nilai tidak langsung. Misalnya kontrol banjir, kesuburan tanah, penyerap karbon atau regulasi iklim, air minum, rekreasi, dan wisata alam, termasuk jasa misalnya pengamatan burung, jasa biologi seperti pengontrol hama, dan keberadaan serangga penyerbuk. Ketiga, perhitungan juga dilakukan untuk nilai pilihan masa depan, yaitu sebagai sumber obat, sumber daya genetik, wawasan biologi, dan suplai air. Dan keempat, nilai kehidupan, misalnya perlindungan keanekaragaman hayati, memelihara budaya penduduk lokal, melanjutkan proses evolusi, serta ekologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penilaian ini, setiap daerah dan kawasan tentu akan berbeda-beda. Karena itu, valuasi ekonomi lingkungan biasanya mengambil jalan tengah untuk tidak memberikan kompensasi yang dipukul rata, dengan dan mempertimbangkan dampak ekologi yang dapat dikaitkan oleh pembangunan pada potensi dan kajian nilai-nilai ekonomi di daerah sekitarnya. Karena itu, apabila peraturan ini dilakukan secara nasional, ketentuan lain hendaknya memberikan keleluasaan kepada aturan di bawahnya berupa peraturan daerah dan peraturan menteri secara lebih terperinci dengan melihat berbagai pertimbangan ekologis yang turut dihitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita belajar, ketika harga tersebut dihadapkan pada persoalan lingkungan yang tengah melanda kita, seperti tanah longsor, banjir, kehilangan fungsi hutan sebagai regulasi ekosistem, bahkan dari peristiwa lumpur Lapindo yang ketika terjadi kerusakan dan bencana, harga yang diterima pasti tidak sebanding. Karena itu, wajarlah jika ada penolakan dari beberapa pemerintah daerah dalam penetapan harga tersebut. Sebab, pemda mulai sadar, masyarakat di daerahlah yang menjadi korban akibat kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal ditandatanganinya Perpu Nomor 1 Tahun 2004 tentang Pertambangan di Hutan Lindung oleh Presiden Megawati yang kemudian menjadi UU Nomor 19 Tahun 2004, masih segar di ingatan kita perdebatan yang berpihak pada kebijakan untuk mengorbankan alam sebagai subyek dan sumber pendapatan ekonomi instan. Para pencinta lingkungan masih dapat berharap ada lagi skema lain yang bisa diandalkan untuk benar-benar memperketat penambangan di hutan lindung tersebut dengan peraturan ketat. Bahkan Departemen Kehutanan berjanji ingin memperketat peraturannya antara lain dengan meminta penambang membayar ganti rugi nilai tegakan yang ditebang, menyediakan tanah lain kepada Departemen Kehutanan, menanggung biaya reboisasi, dan mereklamasi kawasan hutan lindung yang telah dipergunakan tanpa menunggu berakhirnya kegiatan penambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran para ahli ekologi adalah, dalam mengambil prinsip perhitungan ini, pertimbangan harus diadakan berdasarkan analisis biaya-manfaat (&lt;i&gt;cost-benefit&lt;/i&gt;) dengan menghitung segala jasa ekosistem yang ada di kawasan tersebut. Namun, dalam prakteknya, cara perhitungan ekonomi-ekologi ini sangat sulit dihitung karena biaya dan manfaat selalu berubah dan sulit diukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pencinta lingkungan, saya menghargai pemerintah daerah yang kini cenderung kritis dan menahan diri dan mengaplikasikan prinsip pencegahan. Pada prinsipnya--untuk situasi yang tidak stabil dengan alam yang sensitif seperti Indonesia--prinsip kehati-hatian lebih baik diterapkan. Bila perlu, lebih baik berbuat keliru dengan terlalu berhati--dan membatalkan sebuah proyek--daripada membuka kemungkinan terjadinya bencana di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Fachruddin Mangunjaya, Pendiri Borneo Lestari Foundation, Kalimantan Tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari tempointeraktif.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-7463712683620929115?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://tempointeraktif.com/hg/khusus/kolom/' title='Harga Hutan Alam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/7463712683620929115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=7463712683620929115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/7463712683620929115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/7463712683620929115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/03/harga-hutan-alam.html' title='Harga Hutan Alam'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R-fZ76GcVVI/AAAAAAAAAb0/aRdqkkMGv_g/s72-c/hutan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-2994565442741094230</id><published>2008-03-13T07:35:00.000-07:00</published><updated>2008-03-13T08:44:33.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Es Kutub Mencair, Daratan Menciut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R9lJ2gPrJrI/AAAAAAAAAYk/SsKmu9OUGtE/s1600-h/globwarm_ttl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R9lJ2gPrJrI/AAAAAAAAAYk/SsKmu9OUGtE/s400/globwarm_ttl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177250447356536498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global yang mencairkan lapisan es abadi di kawasan kutub  akan berdampak pada naiknya muka air laut. Namun sejauh ini laju kenaikannya belum dapat dihitung secara akurat. Dalam siklus zaman es dan zaman yang lebih hangat yang datang silih berganti, sebetulnya, bumi telah berulangkali mengalami fase turun dan naiknya &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;muka air laut. Sejarah geologi menunjukkan, kenaikan muka air laut &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;akibat mencairnya lapisan es di kutub dapat berlangsung dalam tempo &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;amat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasinya ditemukan oleh guru besar mikro-paleontologi &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dari Jerman, Prof Michael Kucera. Bahkan dari penelitian fosil mikro-&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;organisme pada sedimen berusia ratusan ribu tahun, menunjukkan zaman &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dimana terjadi kenaikan muka air laut lebih dari enam meter. Untuk &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;mengetahui sejarah purba itu, para peneliti melakukan pemboran &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;lapisan sedimen Bumi untuk membaca sejarah geologi selama beberapa &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;juta tahun terakhir. Inti bor yang terdiri struktur lapisan sedimen &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;selama berjuta-juta tahun itu, dapat dibaca seperti lingkaran &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;pertumbuhan pada batang pohon. Prof Michael Kucera tidak dapat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;menggambarkan pembentukan lapisan sedimen seperti pertumbuhan pohon. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan waktu, lapisan baru akan terbentuk di atas lapisan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sedimen lama. "Dari inti bor, kita ibaratnya membaca sebuah buku &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;secara terbalik dari belakang ke depan, dari fosil mikro apa yang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dapat kita temukan di masa lalu," ujarnya. Banyak mikro organisme di &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;zaman purba yang sangat mirip dengan mikro organisme modern. Dengan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;begitu para pakar dapat melakukan penelitian, bagaimana kondisi &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;mikro organisme ini semasa hidupnya? Unsur apa yang tertimbun dalam &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tubuh mikro organisme tsb? Habitat seperti apa yang mereka perlukan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar mikropaleontologi Jerman, Prof Michael Kucera memberikan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;analoginya dengan penelitian flora dan fauna modern. Misalnya, para &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;peneliti melakukan ekspedisi untuk meneliti jenis apa yang hidup di &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kawasan tropis atau di kawasan laut dingin. Mereka juga meneliti, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bagaimana proses terbentuknya cangkang binatang ini, unsur kimia apa &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;yang tersedimentasi atau terurai, bagaimana kaitan antara komposisi &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kimia dengan suhu permukaan air bagi kehidupan mikro organisme. Dari &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;berbagai data yang dihimpun, para ilmuwan dapat memperkirakan, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bagaimana kondisi kehidupan beberapa ratus ribu tahun yang lalu. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Karena pada prinsipnya mikro-organisme nyaris tidak mengalami &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;perubahan selama ribuan tahun. Atau dapat menunjukkan habitatnya, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;jika menemukan mikro-organisme tertentu yang bercangkang kapuran, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dipastikan habitatnya di masa lalu adalah kawasan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Kucera &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;menjelaskan lebih lanjut : Dari data tsb diketahui, bahwa pada fase &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;iklim yang lebih hangat sekitar 125 ribu tahun lalu, muka air laut &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;di Bumi sekitar enam meter lebih tinggi dari muka air laut saat ini. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ini diketahui dari fosil terumbu karang yang dengan gampang dapat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dilihat berada pada lapisan enam meter di atas permukaan laut saat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ini. Artinya jelas, muka air laut di zaman itu harusnya enam meter &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;lebih tinggi. Tim peneliti internasional membuktikan kemungkinan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;naik drastisnya muka air laut. Dalam hal ini inti bor dari kawasan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Laut Tengah, jazirah Arab serta kawasan Laut Merah memainkan peranan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;amat menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan Laut Merah kadar garamnya jauh lebih &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tinggi dari normal, karena &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1205418143_0"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; fossil dari kawasan &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1205418143_1"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; kualitasnya &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;amat bagus. &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=""&gt; peneliti iklim sejauh ini belum mendapat angka yang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;akurat, berapa kecepatan pelumeran lapisan es abadi di kawasan kutub &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dan di pegunungan tinggi. Yang jelas, lapisan es abadi di &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span id="lw_1205418143_2"&gt;Greenland&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;terus menipis. Walaupun begitu, kini dapat diamati di kawasan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span id="lw_1205418143_3"&gt;Greenland&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=""&gt; terjadi laju pelumeran lapisan es yang lebih cepat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dibanding perkiraan dari model iklim yang dibuat para pakar beberapa &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tahun lalu. Ancaman terus naik drastisnya muka air laut tidak dapat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dihentikan, juga jika pemanasan global dapat ditahan pada rata-rata &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dua derajat Celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berbagai usaha untuk mencegah melumernya &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;seluruh lapisan es abadi di bumi tidak berhasil, muncul skenario &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;horor dari zaman musnahnya Dinosaurus sekitar 100 juta tahun lalu. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Di zaman itu muka air laut sekitar 70 meter lebih tinggi dibanding &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;muka air laut saat ini. Dan yang belum diketahui, seberapa cepat &lt;/span&gt;laju kenaikannya di zaman 100 juta tahun lalu. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--~-|**|PrettyHtmlStart|**|-~--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-2994565442741094230?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/2994565442741094230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=2994565442741094230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/2994565442741094230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/2994565442741094230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/03/es-kutub-mencair-daratan-menciut.html' title='Es Kutub Mencair, Daratan Menciut'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R9lJ2gPrJrI/AAAAAAAAAYk/SsKmu9OUGtE/s72-c/globwarm_ttl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-8470317550473415207</id><published>2008-03-12T12:40:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T12:47:49.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Green Marketing*</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;( Environmental Marketing )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Oleh : A’Oppie&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.semarketer.blogspot.com/"&gt;www.semarketer.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R9gyBAPrJgI/AAAAAAAAAXM/SVS4n7ZA9m4/s1600-h/green%2Bmarketing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R9gyBAPrJgI/AAAAAAAAAXM/SVS4n7ZA9m4/s400/green%2Bmarketing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176942764489385474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ketika saya sedang browsing di internet, iseng-iseng saya mencari kata &lt;i style=""&gt;green marketing&lt;/i&gt; di &lt;i style=""&gt;google&lt;/i&gt;, saya pikir siapa tahu saya menemukan makna &lt;i style=""&gt;green marketing&lt;/i&gt;. Hingga beberapa detik kemudian muncul beberapa &lt;i style=""&gt;keyword&lt;/i&gt; (tidak begitu banyak) &lt;i style=""&gt;green marketing&lt;/i&gt; dan itulah cikal bakal saya menulis artikel &lt;i style=""&gt;Green Marketing&lt;/i&gt; ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Berawal dari keikutsertaan saya untuk aktif di &lt;i style=""&gt;Green Student Movement&lt;/i&gt; (organisasi pelajar di bawah walhi &lt;i style=""&gt;institute&lt;/i&gt;) akhirnya saya tertarik menyelami dunia &lt;i style=""&gt;green&lt;/i&gt;. Ketika semua orang ramai membicarakan &lt;i style=""&gt;green&lt;/i&gt; (baca: lingkungan) dunia yang sama sekali tidak saya pahami, maka saya memutuskan untuk lebih banyak lagi belajar agar paham apa itu dunia &lt;i style=""&gt;green&lt;/i&gt;, karena kebetulan &lt;i style=""&gt;basic&lt;/i&gt; pendidikan saya adalah pemasaran yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan dunia &lt;i style=""&gt;green&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jika selama ini saya banyak menemui kata – kata &lt;i style=""&gt;green&lt;/i&gt; dalam hal- hal yang erat kaitannya dengan isu lingkungan, namun kini ternyata &lt;i style=""&gt;green&lt;/i&gt; pun bisa pula diaplikasikan dalam dunia pemasaran atau bisa kita sebut dengan &lt;i style=""&gt;green marketing&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Pengertian &lt;i style=""&gt;Green Marketing (Environmental Marketing)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Green marketing&lt;/i&gt; atau bisa juga disebut dengan &lt;i style=""&gt;environmental marketing&lt;/i&gt; didefinisikan sebagai konsistensi dari semua aktifitas yang mendesain pelayanan dan fasilitas bagi kepuasan kebutuhan dan keinginan manusia, dengan tidak menimbulkan dampak pada lingkungan alam (Polinsky, 1994), pengertian ini serupa dengan definisi dari Ecological Marketing yang menyebutkan tetang perihal positif dan negatifnya dari aktifitas marketing terhadap polusi, hilangnya energi dan sumber daya non energi (Henion dan Kinear, 1976).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Saya sendiri lebih senang mendefinisikan &lt;i style=""&gt;green marketing&lt;/i&gt; sebagai aktifitas pemasaran yang berorientasi kepada pelestarian lingkungan. Artinya sejauh mana bagi kita sebagai marketer agar bisa mencari cara untuk membuat dan memasarkan barang serta jasa yang ramah lingkungan. Jadi intinya &lt;i style=""&gt;Green marketing&lt;/i&gt; itu sendiri tidak sebatas pada aktifitas pemasarannya dan komposisi atau karakteristik produk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dihasilkan saja, namun juga pada proses&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan teknik produksinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Green Consumersism&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam ilmu marketing dikatakan bahwa penawaran itu ada karena adanya permintaan (hukum penawaran dan permintaan). Begitupun dengan &lt;i style=""&gt;green marketing&lt;/i&gt; ada karena adanya &lt;i style=""&gt;green consumers&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Green Consumerism&lt;/i&gt; sendiri didefinisikan sebagai &lt;i style=""&gt;“ the use of individual consumer preference to promote less enviroment-ally damaging products and services”(&lt;/i&gt;Smith, 1998). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Yang menarik dari definisi ini adalah bahwa &lt;i style=""&gt;green consumerism&lt;/i&gt; muncul dari kesadaran dan pembentukan preferensi konsumen individual terhadap produk yang ingin dikonsumsinya yang menginginkan produk-produk yang ramah lingkungan atau minimal sedikitnya dapat mengurangi tingkat kerusakan lingkungan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hal ini menunjukkan kepahaman bahwa menciptakan produk yang seratus persen aman bagi lingkungan sangat sulit dicapai. Terlalu banyak &lt;i style=""&gt;trade off&lt;/i&gt; baik itu terhadap harga, ketahanlamaan &lt;i style=""&gt;(durability),&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;product performance&lt;/i&gt;, kenyamanan, dan kriteria lain-lain Bahkan klaim-klaim dari perusahaan-perusahaan tertentu bahwa&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;produk mereka telah ramah lingkungan,&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;menurut hasil beberapa survey, terbukti&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;mulai sangat diragukan oleh kebanyakan konsumen.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hasil riset 1996 dari National Consumer Council di London Inggris menunjukkan adanya penurunan kepercayaan konsumen di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; terhadap klaim-klaim ramah lingkungan dibandingkan &lt;i style=""&gt;poll&lt;/i&gt; tahun 1990. Konsumen yang percaya turun sampai 10 % dalam periode tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Survey tahun 1993 menunjukkan 40&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;% konsumen menganggap bahwa klaim ramah lingkungan hanya digunakan oleh produsen untuk menetapkan harga jual yang lebih mahal. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Di Amerika Serikat Komisi Perdagangan Federal menanggapi munculnya kasus-kasus klaim bohong produk hijau tahun 1992 telah mengeluarkan regulasi bahwa setiap klaim hijau dari sebuah produk harus didasarkan oleh bukti-bukti ilmiah yang terpercaya yang dilakukan oleh ahli dibidangnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melalui test, riset, dan analisis yang dapat diterima secara saintifik.(Sales Watch, Vol 1, No2). Pelanggaran terhadap regulasi ini dapat berakibat keputusan Komisi untuk menarik iklan klaim tersebut atau bahkan menarik produk yang bersangkutan dari peredaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Green Company&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Seperti yang dilakukan oleh Johnson &amp;amp; Johnson&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam strateginya menggaet konsumen hijau memaparkan melalui riset selama 30 bulan mereka telah berhasil menekan pemborosan pada kemasannya. Dengan mengubah teknik pengemasan sehingga dapat menggunakan kertas yang lebih tipis tapi lebih kuat serta disain kemasannya sendiri perusahaan ini telah mengurangi bobot kemasan sebesar 2.750 ton, menghemat lebih 1.600 ton kertas senilai US $ 2,8 juta. Penghematan penggunaan kertas diatas berarti telah menyelamatkan 330 hektar hutan untuk diolah menjadi pulp sebagai bahan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kertas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hal senada dilakukan pula oleh Philips Light Bulb Company yang berhasil menggunakan klaim ramah lingkungan karena karakter dan komposisi produknya sendiri. Dengan Light Compact Fluorescent Lightbulb yang membutuhkan 40 watt listrik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih rendah dibandingkan bolam pijar konvensional (Polonsky, 2001)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Green Marketing&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;b style=""&gt;Produk&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Cara -&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cara alternatif untuk membuat &lt;i style=""&gt;green&lt;/i&gt; produk. Di antaranya:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;1. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menciptakan produk dengan karakter dan komposisi yang memiliki dampak kepada lingkungan yang lebih kecil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;2. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Meningkatkan penggunaan bahan mentah yang lebih efisien atau yang renewable (terbarukan). Kertas misalnya tidak lagi hanya bisa dibuat dari bubur kertas yang berasal dari batang kayu. Bambu dan beberapa tanaman alternatif lain yang memiliki serat yang lebih panjang dan halus dapat menekan penggundulan hutan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;3. Mengefisienkan penggunaan kemasan dan penggunaan bahan kemasan yang bio degradable atau minimal bisa digunakan berulang-ulang (re-use).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;4. Mengefisienkan pemakaian energi dalam proses produksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;5. Meningkatkan ketahanlamaan (durability).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Green marketing&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;b style=""&gt;Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang terkenal dengan jamrud khatulistiwanya merupakan negara hijau yang subur dan makmur (katanya!). Hamparan sawah yang luas dan hutan-hutan yang hijau merupakan bukti bahwa &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; layak mendapat julukan jamrud khatulistiwa, namun itu dulu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Lain dulu lain sekarang, bencana ekologi hampir terjadi setiap bulan mulai dari Aceh hingga &lt;st1:place&gt;Sulawesi&lt;/st1:place&gt;. &lt;span style="" lang="IT"&gt;Mulai dari tsunami, banjir hingga tragedi lumpur lapindo di Sidoarjo. &lt;/span&gt;Gerangan apakah yang terjadi?. Apakah takdir semata atau karena sudah rusaknya alam?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bercermin dari hal diatas sudah selayaknya kini perusahaan-perusahaan di Indonesia harus mulai melaksanakan &lt;i style=""&gt;green marketing&lt;/i&gt;nya. &lt;i style=""&gt;Green marketing&lt;/i&gt; itu sendiri tidak sebatas pada aktifitas pemasaran dan mengklaim bahwa produk-produk yang dihasilkan ramah lingkungan, namun juga harus memperhatikan proses dan teknik produksinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudahkah ada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang menerapkan konsep tersebut?. Jika belum semoga dengan hadirnya tulisan ini bisa memberikan inspirasi betapa pentingnya bagi perusahaan dan kita semua untuk menjaga lingkungan sekitarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Lingkungan adalah warisan bagi anak cucu kita, mari kita jaga bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Semoga bermanfaat,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;* Dari berbagai sumber&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-8470317550473415207?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/8470317550473415207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=8470317550473415207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8470317550473415207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8470317550473415207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/03/green-marketing.html' title='Green Marketing*'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R9gyBAPrJgI/AAAAAAAAAXM/SVS4n7ZA9m4/s72-c/green%2Bmarketing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-7957510439875875003</id><published>2008-03-05T06:23:00.000-08:00</published><updated>2008-03-05T06:36:21.906-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SURAT SUKU INDIAN SHOSHONE</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;tt&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;SURAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;tt&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; SUKU INDIAN SHOSHONE &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/tt&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;tt&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;MENGENAI NEWMONT WESTERN SHOSHONE DEFENSE PROJECT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/tt&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;&lt;st1:street st="on"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;P.O.   Box&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/st1:Street&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; 211106&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/st1:address&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204725687_0"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Crescent Valley, Nevada 89821&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Kepada para sahabat Bumi Pertiwi, Dengan mendominasi  Carlin Trend di timur laut &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204725687_1"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Nevada&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;yang merupakan tambang emas terbesar di Amerika Utara, &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204725687_2"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Newmont Mining Corporation&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt; menjadi perusahaan tambang terbesar di Amerika. Bersama beberapa perusahaan tambang lainnya, Newmont mengeksploitasi wilayah ini tanpa memberikan keuntungan ataupun menunjukkan keperdulian terhadap Suku Shoshone Barat.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Newmont tetap saja mengabaikan hak dan tanggung jawab yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada Suku Shoshone Barat untuk melindungi dan memelihara Bumi Pertiwi kami. Newmont terus menghancurkan keluhuran Bumi Pertiwi&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;kami. Bagi masyarakat tradisional seperti kami, air, tanah dan udara merupakan hal yang paling suci bagi kehidupan ini dan harus dihormati.  Suku Shoshone hanya dapat mengawasi dan mengamati terjadinya pencemaran terhadap air, tanah dan udara. Namun sayangnya Biro Pertanahan Amerika, Pemerintah Negara Bagian &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204725687_3"&gt;Nevada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; dan berbagai perusahaan tambang mengangguk setuju saja terhadap pencemaran ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Newmont juga menghancurkan berbagai situs budaya dan keagamaan kami, termasuk James Creek Shelter. Jika suatu perusahaan tambang dengan sengaja menghancurkan tata cara kehidupan kami, maka berarti bahwa perusahaan tersebut memang telah berencana untuk membasmi budaya dan agama kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Dalam kisah penciptaan yang dipegang teguh oleh Suku Shoshone, dikisahkan bahwa bebatuan akan bermanfaat jika digunakan secara utuh. &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Seluruh bebatuan harus digunakan untuk maksud baik, bukan untuk menghancurkan. Namun industri nuklir telah menggunakan bebatuan untuk sebagai alat untuk menghancurkan&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;seluruh&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;kehidupan di Bumi Pertiwi. Industri nuklir telah mencemari tanah Suku Shoshone. Lebih dari 1000 bom nuklir telah diledakkan di lokasi percobaan nuklir di &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204725687_4"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Nevada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;. Dan kini mereka ingin membuang limbah nuklir dari penjuru negeri di Pegununan Yucca. Sementara itu dilaporkan bahwa tempat pembuangan limbah nuklir di bagian selatan &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204725687_5"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Beatty, Nevada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;, mengalami kebocoran dan meracuni air dan tanah. Sudah pasti pencemaran ini akan tetap menghantui dan mengancam kehidupan anak-anak generasi mendatang. &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Kami mendengar bahwa Newmont berkeinginan untuk membuang limbah nuklir di areal bekas penambangan uraniumnya agar mampu menghasilkan uang untuk biaya&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;reklamasi. Kami tidak percaya bahwa perusahan tambang multinasional sebesar Newmont tidak memiliki uang untuk biaya reklamasi lahan yang telah dieksploitasi. Hanya beberapa bulan keuntungan dari emas yang dikeruk&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;dari tanah milik Suku Shoshone telah cukup untuk menutupi seluruh biaya reklamasi tersebut. Namun dari apa yang telah kami amati dan  saksikan,&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Newmont hanya tertarik untuk mengeruk dan menghisap lebih banyak lagi, namun tidak ingin menanggung biaya reklamasi.  Kami mengetahui adanya kebocoran dan pencemaran sianida serta asam sulfat di pertambangan emas Newmont yang coba ditutup-tutupi. Para pegawai Newmont terkontaminasi oleh radiasi merkuri yang meledak di ruang makan siang mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Kejadian ini menyebabkan  Newmont tidak dapat lebih lama lagi menyembunyikan adanya kebocoran dan pencemaran tersebut. Salah seorang keluarga kami telah dipecat oleh Newmont karena ia lebih memperdulikan kesehatan dan keselamatan teman-teman sekerjanya dibandingkan dengan keselamatan dirinya sendiri saat terjadi&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;kebakaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Sudah sangat jelas bagi kami bahwa mengijinkan Newmont untuk menutup lubang kawah bekas pertambangannya dengan  limbah nuklir, merupakan suatu penghinaan terhadap seluruh kehidupan ini. &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sebagai masyarakat tradisional, kami harus memikirkan nasib generasi mendatang dan nasib mereka yang tak mampu bersuara.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tanpa adanya air dan udara yang bersih, tak akan pernah ada kehidupan di muka bumi ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;tt&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Carrie Dann&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/tt&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;tt&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Citizen of the&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;tt&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204725687_6"&gt;&lt;b&gt;Western Shoshone Nation&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;tt&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Director of the Western Shoshone Defense Project&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/tt&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-7957510439875875003?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/7957510439875875003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=7957510439875875003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/7957510439875875003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/7957510439875875003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/03/surat-suku-indian-shoshone.html' title='SURAT SUKU INDIAN SHOSHONE'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-1987110211051098646</id><published>2008-02-24T03:36:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T03:38:50.341-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>BELAJAR DARI KANT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengenal Immanuel Kant, baik sebagai pemikir, filsof dan lain-lain, tapi tak cukup banyak orang yang mengetahui perjalanan intelektualnya. Ternyata perjalanan intelektual Kant melebihi perjalanan fisik yang dapat ia lakukan.&lt;br /&gt;Kant pada suatu bagian kehidupannya pernah menjadi guru besar geografi yang piawai menggambarkan sisi kota-kota besar dunia dan beberapa penjuru dunia. Padahal, Kant sama sekali tak pernah gunung seumur hidupnya. Bahkan, ia sama sekali tak pernah melihat lautan, yang sebetulnya hanya berjarak beberapa mil saja dari rumahnya.&lt;br /&gt;Sebenarnya Kant rajin melakukan perjalanan fisik di pagi hari buta pada musim apa pun. Tapi, perjalanan fisik Kant – yang orang menyebutnya sebagai “Philosopher's walker” - ini tak tak pernah melewati batas-batas kota kecilnya, Konigsberg. Ajaibnya, meski petualangan fisik Kant sangat terbatas, ia mampu memberikan kuliah-kuliah geografi dengan penggambaran yang  sangat cerdas, hidup dan memukau. Dengan segala keterbatasannya, dari mana Kant memiliki kepiawaian seperti itu?&lt;br /&gt;Dari caranya bertutur dan risalah-risalah yang ditulisnya, orang akan segera mengetahui betapa Kant telah melakukan perjalanan yang begitu jauh melewati wilayah-wilayah etika dan epistemologi dengan segala tantangannya. Bahkan, melampaui Ultima thule (jarak terjauh) logika yang rumit dan berbahaya hingga menembus lorong ilmu yang paling gelap dan paling jauh.&lt;br /&gt;Ternyata, Kant memiliki kemampuan yang luar biasa luas dan dalamnya itu berasal dari kedalaman intelektualitasnya yang terasah melalui buku-buku dan literatur-literatur yang ia baca. Hal ini sejalan dengan apa yang pernah dinyatakan oleh Susan Sontag, esais dan novelis Amerika Serikat yang pernah menulis esai “Homage to Halliburton”:&lt;br /&gt;“Sebelum melakukan petualangan fisik – dalam hidupku, setidaknya – ada petualangan bersama buku-buku. Buku-buku itu menuturkan kepadamu dunia yang maha luas, namun sungguh tercakup. Penuh dengan kemungkinan-kemungkinan”.&lt;br /&gt;Begitu besar dan pentingnya buku-buku dalam pembentukan kepribadian seseorang, sehingga banyak orang terprovokasi dan termotivasi oleh bacaan-bacaannya. Sayang, di Indonesia kini, sangat langka kita temui buku-buku yang mampu memberikan kedalaman dan kesegaran bagi jiwa. Buku-buku yang kritis menginterogasi keyakinan-keyakinan kita yang telah usang, yang mengajak kita berpetualang ke ruang-ruang yang mungkin sama sekali asing dan memberi banyak inspirasi bagi para pembacanya. Kenyataannya kita banyak disuguhi buku-buku – yang Sontag menyebutnya sebagai – bookscreen yang banyak mengumbar seks, gosip, cerita-cerita tentang trik-trik menjadi kaya dan sebagainya. &lt;br /&gt;Keprihatinan kita tentang buku-buku yang berkualitas dan memberikan banyak inspirasi, ternyata masih harus ditambah dengan minimnya minat baca dan perpustakaan-perpustakaan publik. Kenyataan seperti ini lambat laun akan memberikan kontribusi pada hilangnya sejarah umat manusia. Setidaknya itulah yang Sontag katakan :&lt;br /&gt;“Jika buku-buku musnah, sejarah akan musnah dan umat manusia juga akan musnah... buku-buku bukan hanya penjumlahan dari mimpi-mimpi dan ingatan kita, tapi juga memberikan kepada kita model transendensi diri.”&lt;br /&gt;Bila kita ingin jadi orang besar seperti Immanuel Kant dan orang-orang besar lainnya, mari mulai petualangan intelektual transedental kita dengan banyak membaca. Wallahu a'lam bisshowab. (zoel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-1987110211051098646?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/1987110211051098646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=1987110211051098646' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/1987110211051098646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/1987110211051098646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/02/belajar-dari-kant-banyak-orang-mengenal.html' title=''/><author><name>SAVE EARTH, EUY!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09817737331731764988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_sGcw4QcfbgQ/R3jO5JI3myI/AAAAAAAAAAY/jVr-QGNGixU/S220/joel.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-8614707984084287889</id><published>2008-02-01T11:01:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T11:27:32.858-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto-Foto'/><title type='text'>Foto-Foto Kegiatan GSM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NyJAIqzvI/AAAAAAAAAQc/tLcPy7RgQ8o/s1600-h/Image%28997%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NyJAIqzvI/AAAAAAAAAQc/tLcPy7RgQ8o/s400/Image%28997%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162095096877469426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NyKAIqzwI/AAAAAAAAAQk/4GwANOAKDw4/s1600-h/Image%281086%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NyKAIqzwI/AAAAAAAAAQk/4GwANOAKDw4/s400/Image%281086%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162095114057338626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NyLAIqzxI/AAAAAAAAAQs/Ht5FZrvxdZU/s1600-h/Image%28987%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NyLAIqzxI/AAAAAAAAAQs/Ht5FZrvxdZU/s400/Image%28987%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162095131237207826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NyLwIqzyI/AAAAAAAAAQ0/6e2sLph--6I/s1600-h/Image%28994%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NyLwIqzyI/AAAAAAAAAQ0/6e2sLph--6I/s400/Image%28994%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162095144122109730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NvswIqzqI/AAAAAAAAAP0/tZWXApI-WgM/s1600-h/wajah+cerah+rapat+save+the+climate+di+ktr+walhi.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NvswIqzqI/AAAAAAAAAP0/tZWXApI-WgM/s400/wajah+cerah+rapat+save+the+climate+di+ktr+walhi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162092412522909346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NvuAIqzrI/AAAAAAAAAP8/Xq0GtA8md4g/s1600-h/diskusi+climate+change+impact+for+water+avaliability+in+bandung+basin+-+CCF+06+juni+2007.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NvuAIqzrI/AAAAAAAAAP8/Xq0GtA8md4g/s400/diskusi+climate+change+impact+for+water+avaliability+in+bandung+basin+-+CCF+06+juni+2007.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162092433997745842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NvuwIqzsI/AAAAAAAAAQE/sd3yuFp2XBs/s1600-h/green+student+movement+for+save+the+climate++05+juni+2007.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NvuwIqzsI/AAAAAAAAAQE/sd3yuFp2XBs/s400/green+student+movement+for+save+the+climate++05+juni+2007.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162092446882647746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NvvQIqztI/AAAAAAAAAQM/5bwSWBNqpMY/s1600-h/temen2+environmentalist+lag+kongko+ma+yukie+pas+band+di+ktr+walhi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NvvQIqztI/AAAAAAAAAQM/5bwSWBNqpMY/s400/temen2+environmentalist+lag+kongko+ma+yukie+pas+band+di+ktr+walhi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162092455472582354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NvxwIqzuI/AAAAAAAAAQU/vx3LPwf4jUM/s1600-h/2+minute+reduce+emission+campaign+gasibu+05+-+05+juni+2007.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NvxwIqzuI/AAAAAAAAAQU/vx3LPwf4jUM/s400/2+minute+reduce+emission+campaign+gasibu+05+-+05+juni+2007.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162092498422255330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-8614707984084287889?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/8614707984084287889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=8614707984084287889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8614707984084287889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8614707984084287889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/02/foto-foto-kegiatan-gsm.html' title='Foto-Foto Kegiatan GSM'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6NyJAIqzvI/AAAAAAAAAQc/tLcPy7RgQ8o/s72-c/Image%28997%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-8234121615327557538</id><published>2008-02-01T06:25:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T06:37:08.306-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kampanye “Bodoh” Ramah Lingkungan Carrefour*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6Ms-wIqzkI/AAAAAAAAAOg/vNpW1trA6uI/s1600-h/carrefour-logo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 382px; height: 297px;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6Ms-wIqzkI/AAAAAAAAAOg/vNpW1trA6uI/s400/carrefour-logo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162019054481493570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Oleh : Oppie&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Carrefour perusahaan asal negeri Prancis itu kini sedang melakukan tindakan kampanye “bodoh” ramah lingkungannya dengan membuat &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;tas plastik hijau ramah lingkungan, yang bisa didaur ulang, sebagai bentuk peran serta carrefour "menyelematkan bumi" ini. Lucunya tas ini dijual dengan harga Rp2000 dan Rp10.000 bagi pelanggan yang berbelanja di carrefour. Nah kalau misalnya carrefour ingin benar-benar serius berperan serta "menyelamatkan bumi" kenapa tidak di gratiskan saja? Alih-alih pelanggan malah bersikap sinis terhadap kampanye carrefour ini.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Seperti kita tahu bahwasanya setidaknya butuh waktu 500 tahun agar plastik dapat terdekomposisi secara sempurna. Rencananya Dengan tas plastik ini Carrefour ‘mengkampanyekan’ peduli lingkungan. Logikanya, menurut mereka, kalau kita belanja ke tempat mereka tidak perlu menggunakan kantong plastik biasa. Jadi hanya cukup dengan menggunakan tas plastik itu. Dan meski awalnya kita harus membeli, tetapi bila kemudian tas itu rusak maka bisa ditukarkan dengan gratis, tanpa harus membeli lagi. Itu teorinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kalo dari sudut marketing yang saya pelajari itu tujuan carrefour menjual tas itu adalah bagian dari usaha &lt;b&gt;cost-efficiency&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;building customer loyalty.&lt;/b&gt; Why “cost-efficiency”? Jika banyak pelanggan carrefour yang membeli kantong tsb, maka expense carrefour untuk kantong plastik (yang gratis) akan berkurang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Why “building customer loyalty”? Pelanggan dijanjikan bisa menukar plastik tsb dengan yang baru asalkan membawa struk pembelian plastik tsb. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Secara tidak sadar, ini bisa membuat seseorang selalu ingin pergi ke carrefour dengan harapan mendapat plastik yang baru dengan gratis. Selain itu, mungkin ada orang yang menganggap carrefour peduli dengan lingkungan, dan ini dikira merupakan bentuk CSR.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap tahun saja&lt;span style="color:navy;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;500 juta hingga 1 milyar kantong plastik di konsumsi itu artinya sama dengan 1 juta kantong plastik permenit!. Memang benar bahan plastik terbukti kuat dan tahan lama, tetapi tetap yang namanya sampah plastik lebih berbahaya dan sama bahayanya dengan sampah radioaktif. Apakah tidak ada cara lain untuk memuat barang belanjaan yang ‘lebih ramah lingkungan’? Jawabannya, tentu saja ADA. Namun, masalahnya kita belum tentu mau menggunakannya, karena faktor kepraktisan dan kerepotannya. Sekarang jarang ada tas atau kantong belanjaan yang terbuat dari bahan kertas. Selain biaya produksi yang mahal juga tersandung masalah isu pengerusakan dan pembabatan hutan. Sehingga bahan plastik menjadi primadona dan hampir selalu dipakai dalam kehidupan manusia masa kini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua.Amien!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;* Dari berbagai sumber&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-8234121615327557538?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/8234121615327557538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=8234121615327557538' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8234121615327557538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8234121615327557538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/02/kampanye-bodoh-ramah-lingkungan.html' title='Kampanye “Bodoh” Ramah Lingkungan Carrefour*'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6Ms-wIqzkI/AAAAAAAAAOg/vNpW1trA6uI/s72-c/carrefour-logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-1889389959829037381</id><published>2008-02-01T04:23:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T06:41:53.969-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan Kerja'/><title type='text'>Lowongan Kerja Februari 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6MOggIqzjI/AAAAAAAAAOY/Oh5GQ-0R-hw/s1600-h/loker.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6MOggIqzjI/AAAAAAAAAOY/Oh5GQ-0R-hw/s400/loker.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161985549441617458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;1. Kesempatan bergabung menjadi Reporter-Presenter &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Stasiun Televisi ANTV, membuka kesempatan untuk menjadi Reporter-Presenter dengan kualifikasi sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Wanita,      sarjana S-1&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Usia maksimal 30 Tahun, kondisi fit      dan bernampilan menarik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Memiliki kemampuan bahasa Inggris      yang baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Berminat pada isu-isu lingkungan      (mempunyai latar belakang aktif di organisasi lingkungan adalah nilai      tambah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Berwawasan      lingkungan yang baik&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Bersedia      ditugaskan ke luar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;      untuk waktu yang lama&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Berani      dan tidak fobia binatang&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Komunikatif,      bertutur secara gamblang dan mudah dicerna&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kirimkan lamaran dan CV peminat ke &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Email : (&lt;a href="mailto:aburhanan@an.tv"&gt;aburhanan@an.tv&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Departemen Current Affairs :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Gedung Sentra Mulia lt.19, Jl HR Rasuna Said Kav X-6 No.8 Jakarta 12940&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Lamaran paling diterima 15 February 2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dibutuhkan karyawan untuk lembaga penelitian, kajian dan kampanye Islam &amp;amp; Pluralisme The Wahid Institute&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" face="tahoma,new york,times,serif"&gt;&lt;b&gt;Assistant Representative&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" face="tahoma,new york,times,serif"&gt;Tugas : menjadi asisten Direktur Eksekutif untuk mengorganisir aktivitas lembaga , menyusun proposal dan budgeting, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;melakukan monitoring, meyusun laporan kegiatan lembaga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="tahoma,new york,times,serif"&gt;Kualifikasi :&lt;span&gt;                                                          &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" face="tahoma,new york,times,serif"&gt;Perempuan&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" face="tahoma,new york,times,serif"&gt;Lulusan S-1&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" face="tahoma,new york,times,serif"&gt;Mahir berbahasa Inggris&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Pernah bekerja di lembaga atau organisasi (NGO) sebagai Pelaksana Program (Program Officer) dan sejenis minimal 4 tahun&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Mempunyai kemampuan menulis dengan baik&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Mempunyai kemampuan managerial&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Paham dengan Laporan Keuangan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Dibutuhkan karyawan untuk DPR&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;b&gt;Staf Khusus bidang Hukum&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Untuk Fraksi di DPR&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Melakukan tugas- tugas teknis berkaitan dengan bidang hukum untuk fraksi dan menjadi penghubung informasi antara partai dengan fraksi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; Kualifikasi :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Laki-laki/Perempuan&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Lulusan S-1 Hukum &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Diutamakan belum menikah&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Bersedia bekerja overtime, keluar kota&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Pengalaman kerja di bidang hukum minimal 3 tahun&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; Lamaran dikirim ke :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Email : &lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:ainun@gusdur.net" target="_blank" href="mailto:ainun@gusdur.net"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1201685038_0"&gt;ainun@gusdur. net&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Atau, melalui pos :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Ainun&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;The Wahid Institute&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Jalan Taman Amir Hamzah No. 8 Matraman Jakarta Pusat&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; Tulis di amplop atau subject email : Assistant Representative / staf khusus&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt; Lamaran paling lambat diterima pada tanggal 8 Februari 2008.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Greenpeace Vacancy Announcement&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Position: &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Media Campaigner&lt;br /&gt;Department : &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Communications&lt;br /&gt;Location : &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1201876811_0"&gt;Jakarta, Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Responsible to: &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Communications Manager&lt;br /&gt;Deadline for applications:&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1201876811_1"&gt;Feb 29, 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Job Description&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;The Media Campaigner is responsible for ensuring high quality media outreach in  &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1201876811_2"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;  for &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1201876811_3"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; and, in conjunction with other media campaigners, coordinates &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1201876811_4"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt;’s media, public campaign and organizational profiling activities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RESPONSIBILITIES&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Develop media/communication s strategy for campaigns.&lt;br /&gt;2. Coordinate media activities including press conferences press releases, report launches, conferences, direct actions, and reactions to external events; coordinate lay-out, printing and publication of various campaign materials into creative products&lt;br /&gt;3. Draft, edit and translate press releases, opinion/editorials, external campaign materials, reports and other publications.&lt;br /&gt;4. Maintain and develop a database of all visual, print and other communications materials.&lt;br /&gt;5. Develop and maintain strong relationship with the media via informal briefings and information provision in order to encourage them to view &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1201876811_5"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; as a credible provider of environmental news comment; develop and maintain a database of print, radio, TV and other media outlets both at the national and provincial levels&lt;br /&gt;6. Maintain and develop a network of freelance photographers, lay-out artists, designers, copywriters and writers/editors.&lt;br /&gt;7. Daily monitoring and analysis of news; provide follow up when necessary through letters to editors, briefings, etc in coordination with campaigners.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;QUALIFICATIONS:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- experience in media/communication s work and/or journalism highly desirable&lt;br /&gt;- proficiency in written and spoken Bahasa Indonesia and English&lt;br /&gt;- creative and has an eye for details&lt;br /&gt;- knowledge and background on environmental/ social issues preferred&lt;br /&gt;- mature, hardworking, confident, enthusiastic, proactive and team player&lt;br /&gt;- able to travel around &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1201876811_6"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; and other countries&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Send an application letter in English along with a CV, photo and expected salary to Ms. Sri Agustiniati, Organizational Support Manager, Greenpeace Southeast Asia, Jalan Cimandiri 24, Cikini, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1201876811_7"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; 10330, tel: +62 21 3101873, fax: +62 21 3102174, &lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:agustini@id.greenpeace.org" target="_blank" href="mailto:agustini@id.greenpeace.org"&gt;agustini@id. greenpeace. org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-1889389959829037381?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/1889389959829037381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=1889389959829037381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/1889389959829037381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/1889389959829037381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/02/lowongan-kerja-februari-2008.html' title='Lowongan Kerja Februari 2008'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R6MOggIqzjI/AAAAAAAAAOY/Oh5GQ-0R-hw/s72-c/loker.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-1064994530098025530</id><published>2008-01-27T07:56:00.000-08:00</published><updated>2008-01-27T07:57:37.538-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Dilema BBM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda mengantri minyak tanah? Bila pernah, tentu anda akan merasa sangat kerepotan. Setidaknya seperti itulah yang dirasakan penulis ketika harus mengantri selama 2-3 jam hanya untuk mendapatkan 2-3 liter minyak tanah. Daerah saya termasuk dari sebagian besar wilayah di Kota Bandung yang belum terjamah program konversi minyak tanah ke gas. &lt;br /&gt;Kenyataan tadi telah menunjukkan bagaimana pemerintah belum bisa melakukan langkah-langkah yang efektif dalam mengantisipasi permasalahan BBM ini. Padahal, sejak jauh-jauh hari pemerintah telah menangkap sinyal akan naiknya harga minyak di pasar internasional, bahkan sampai pernah menyentuh angka 100 dollar AS per barrel. Pemerintah masih menganggap krisis minyak yang tengah terjadi ini hanya proses fluktuatif biasa dan tidak banyak mempengaruhi APBN. APBN masih dinilai netral, atau dengan kata lain pembengkakan subsidi – bila harga minyak terus menanjak – masih bisa ditutupi dengan peningkatan pendapatan dari kenaikan produksi migas. Kondisi netral ini hanya akan dicapai bila produksi minyak mentah kita sebesar 1,034 juta barrel perhari, dan untuk mencapai angka produksi minyak mentah 1,034 juta barrel perhari itu sangat sulit. Menteri Keuangan pernah melakukan koreksi terhadap produksi (lifting) minyak pada tahun 2007 menjadi sebesar 899.000 barrel per hari dari apa yang dilaporkan Menteri ESDM sebesar 910.000 barrel per hari. Keadaan ini, menurut Menkeu, mengkhawatirkan karena kecenderungan produksi yang terus menurun dan jauh di bawah sasaran APBN. &lt;br /&gt;Sementara itu, program konversi minyak ke gas yang ditargetkan bisa rampung dalam empat tahun, ternyata berjalan secara tergopoh-gopoh dan tidak merata. Sebenarnya, empat tahun waktu yang ditargetkan – berkaca dari pengalaman negara lain dalam pengembangan energi baru – adalah suatu kemustahilan. Sebagai contoh, proses transisi energi yang dilakukan di AS berjalan selama 70 tahun (1850 – 1920)dan Korea 30 tahun (1950 – 1980). Berbagai studi di sejumlah negara yang melakukan transisi energi ini menunjukkan, adopsi terhadap energi yang lebih moderen ternyata berujung pada pemakaian sumber energi ganda. Promosi energi yang lebih baik tak banyak menuai hasil. Dan sebuah keluarga hanya akan beralih ke energi yang lebih baik sangat tergantung kepada peningkatan pendapatan.&lt;br /&gt;Kenaikan harga BBM sampai di atas 80 dollar AS perbarrel, akan menjadi pukulan bagi dunia usaha. Industri yang akan terpukul dengan kenaikan ini sudah pasti adalah industri transportasi, manufaktur dan pariwisata. Padahal, sekitar 99,9% transportasi, 43,8% manufaktur, 53,1% sektor komersil lain dan 23,7% pembangkit listrik di Indonesia masih sangat tergantung kepada BBM. Dikhawatirkan akan ada dampak berantai (pass-through effects) bagi perekonomian domestik dalam bentuk kenaikan biaya produksi, kenaikan inflasi, penurunan pertumbuhan ekonomi dan seterusnya. Sedangkan 49% penduduk Indonesia atau hampir 120 juta jiwa menurut Bank Dunia berada di bawah garis kemiskinan, yang pasti akan sangat terpukul dengan kondisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pemerintah dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sangat dilematis. Ketika pemerintah berusaha mematok harga minyak pada kisaran 60 dollar AS perbarrel, sedangkan harga di pasar internasional sudah berada di atas 80 dollar AS perbarrel. Selain hanya akan menambah beban utang negara, kenaikan harga minyak pun akan mengakibatkan defisit APBN antara Rp. 5 miliar sampai Rp. 1 triliun.&lt;br /&gt;Bila negara produsen minyak lainnya, telah sadar bahwa mereka tidak dapat bergantung pada pemain utama perminyakan asing karena alasan kepentingan nasional. Sehingga dalam jangka waktu tertentu mereka harus mengembangkan perusahaan nasional perminyakannya sendiri, seperti Petrobas di Brasil, Petronas di Malaysia, Aramco di Arab Saudi, dan di negara lainnya seperti Rusia, Norwegia, dan Iran. Dan kenyataaannya perusahaan-perusahaan tersebut yang pada umumnya adalah BUMN sudah menjadi pemain dunia dan menjadi penyumbang utama produksi minyak negara yang bersangkutan sehingga mereka tidak lagi terjerat dalam konflik antara mengundang investor asing dan kepentingan nasional. Apakah kita bisa berharap banyak kepada Pertamina? Dan apakah pemerintah berani menempuh langkah-langkah yang lebih tegas dan berani? Wallahu a’lam bis-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rijaludin dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-1064994530098025530?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/1064994530098025530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=1064994530098025530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/1064994530098025530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/1064994530098025530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/dilema-bbm-pernahkah-anda-mengantri.html' title=''/><author><name>SAVE EARTH, EUY!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09817737331731764988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_sGcw4QcfbgQ/R3jO5JI3myI/AAAAAAAAAAY/jVr-QGNGixU/S220/joel.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-3920918052844902976</id><published>2008-01-27T07:53:00.000-08:00</published><updated>2008-01-27T07:55:00.403-08:00</updated><title type='text'>Menerawang Ekonomi Indonesia di Tahun 2008</title><content type='html'>Menerawang Ekonomi Indonesia di Tahun 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerawang ekonomi Indonesia di tahun 2008 ini, mungkin bisa kita mulai dengan data inflasi nasional yang masih tergolong normal, sebesar lebih kurang 6,4 persen. Sampai sejauh ini, BI agaknya cukup percaya diri dan memastikan bahwa tingkat inflasi akan terus terjaga ke depan. Sikap penuh percaya diri ini dimanifestasikan dengan pemangkasan suku bunga BI sebesar 25 basis poin ke tingkat 8 persen pada awal Desember lalu.&lt;br /&gt;Tekanan inflasi ke depan akan menguat sebagai akibat derasnya arus investasi asing. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda arus modal asing akan mereda. Sebaliknya, data awal menunjukkan bahwa akan terjadi peningkatan arus modal asing tahun ini, yang diprediksikan akan mencapai lebih besar 15,6 miliar dollar AS ketimbang tahun lalu. Makin besarnya animo investor asing didorong oleh banyak faktor, antara lain prediksi pelemahan ekonomi di banyak negara maju akibat efek berantai krisis keuangan subprime mortgage (krisis kredit perumahan di AS) serta masih tingginya risiko politik di negara berkembang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan Kenaikan Harga Minyak&lt;br /&gt;Kenaikan harga minyak masih menjadi tantangan terbesar bagi stabilitas ekonomi makro pada 2008. Saat ini harga minyak sekitar 98 dollar AS per barrel. Asumsi harga minyak untuk penerimaan hasil minyak dan pengeluaran subsidi BBM 60 dollar per barrel. Jika sepanjang tahun 2008 harga minyak terus bertengger di 100 dollar per barrel, subsidi energi akan melonjak lebih besar daripada kenaikan penerimaan minyak. Jika pemerintah tak melakukan penghematan, defisit anggaran akan memburuk dari Rp 73 triliun menjadi Rp 128 triliun atau setara dengan 3 persen produk domestik bruto (PDB). Dan akumulasi kenaikan harga minyak dunia ini akan mendorong tingkat harga domestik ke atas, yang biasanya akan berujung pada inflasi.&lt;br /&gt;Masih belum terasanya dampak kenaikan harga minyak pada perekonomian domestik saat ini disebabkan oleh dua faktor. Faktor pertama adalah relatif terinsulasinya konsumsi rumah tangga berkat subsidi BBM. Faktor kedua adalah adanya efek keterlambatan (lag effect) transmisi harga dari tingkatan harga minyak mentah di pasar dunia ke harga minyak eceran di tingkat konsumen. Akan tetapi, seiring dengan merangkaknya biaya bahan baku dan distribusi pada sektor produksi sebagai kenaikan harga minyak, kenaikan harga ini akan tertransmisi ke tingkat eceran dan rumah tangga, yang akan meningkatkan inflasi domestik. Alhasil, dari beberapa faktor di atas, inflasi tinggi masih merupakan potensi yang harus diwaspadai di tahun ini. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengambil kebijakan dalam mengantisipasi kondisi di atas. Setidaknya ada dua kebijakan sebagai langkah pengamanan, yang memiliki risiko politik dan ekonomi yang kecil. Langkah pertama adalah memastikan gejolak harga minyak sepenuhnya diserap APBN. Langkah ini penting untuk menginsulasi rumah tangga konsumen dari kenaikan harga minyak dan tekanan inflasi spiral. Sementara langkah kedua adalah mempersempit koridor lalu lintas devisa serta mengarahkan modal asing yang masuk lebih pada sektor-sektor yang produktif, bukan sebatas investasi portofolio. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari Sumber Energi Baru&lt;br /&gt;Kita harus berpikir jangka panjang dengan tetap mencari sumber energi baru. Penerimaan minyak berisiko turun karena produksi minyak turun. Bahkan, karena konsumsi minyak meningkat, neraca perdagangan minyak defisit 8,7 miliar dollar AS per November 2007. Jika ditambah ekspor gas, neraca perdagangan minyak dan gas hanya surplus 74 juta dollar AS. Surplus neraca perdagangan kita yang 36 miliar dollar AS bukan ditopang produksi minyak, tetapi ekspor komoditas nonminyak. &lt;br /&gt;Banyak analis memprediksi, tahun 2008 harga batu bara dan kelapa sawit akan bertahan tinggi karena tren jangka panjang diversifikasi energi. Tetapi, harga komoditas nikel, tembaga, dan produk metal lainnya diprediksi turun pada semester pertama (setidaknya sementara waktu) karena pelemahan ekonomi dunia. Seperti yang terjadi pada tahun 2007, kenaikan harga saham di Indonesia didorong oleh kenaikan harga komoditas sehingga harga beberapa saham perusahaan pertambangan dan perkebunan melesat lebih dari 100 persen karena labanya meningkat pesat. Tren diversifikasi bahan energi dari minyak bumi ke batu bara, bioenergi, dan biodiesel telah menaikkan harga barang tambang (batu bara dan gas) dan produk perkebunan (kelapa sawit, jagung, kedelai, gandum, dan sebagainya). &lt;br /&gt;Sebenarnya kita tidak perlu pontang-panting kerepotan dengan kenaikan harga BBM, karena kita masih bisa mengembangkan beberapa komoditas dan sumber energi lain. Selain batu bara dan kelapa sawit, kita masih punya energi panas bumi, pohon jarak, energi air, energi angin, bahkan energi sinar matahari. Yang diperlukan adalah konsistensi dan implementasi pemberian insentif, termasuk untuk riset, eksplorasi, dan insentif untuk pemakai energi itu. Jangan sampai kita hanya mendapatkan kerusakan lingkungan dari eksplorasi bahan energi (misalnya batu bara dan kelapa sawit), tetapi kita tak mendapat manfaat maksimum dari bahan baku energi tersebut. Wallahu a’lam bis-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rijaludin&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-3920918052844902976?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/3920918052844902976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=3920918052844902976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/3920918052844902976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/3920918052844902976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/menerawang-ekonomi-indonesia-di-tahun.html' title='Menerawang Ekonomi Indonesia di Tahun 2008'/><author><name>SAVE EARTH, EUY!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09817737331731764988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_sGcw4QcfbgQ/R3jO5JI3myI/AAAAAAAAAAY/jVr-QGNGixU/S220/joel.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-2684755945435788722</id><published>2008-01-27T07:04:00.000-08:00</published><updated>2008-01-27T08:00:19.987-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto-Foto'/><title type='text'>Foto-foto Global Day of Action di Bandung Des 07</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5yqdAIqzdI/AAAAAAAAANc/A2agT5_27RE/s1600-h/DSCF0144.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160186688289033682" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5yqdAIqzdI/AAAAAAAAANc/A2agT5_27RE/s400/DSCF0144.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5yqPgIqzcI/AAAAAAAAANU/3wu5bs5yo48/s1600-h/DSCF0146.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160186456360799682" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5yqPgIqzcI/AAAAAAAAANU/3wu5bs5yo48/s400/DSCF0146.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5yp-wIqzbI/AAAAAAAAANM/g3saePSHUBo/s1600-h/DSCF0163.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160186168597990834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5yp-wIqzbI/AAAAAAAAANM/g3saePSHUBo/s400/DSCF0163.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5ykAgIqzaI/AAAAAAAAANE/JVOQZP_eoQ0/s1600-h/DSCF0169.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160179601592995234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5ykAgIqzaI/AAAAAAAAANE/JVOQZP_eoQ0/s400/DSCF0169.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5yjFgIqzZI/AAAAAAAAAM8/aSBdgyw1zqI/s1600-h/DSCF0156.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160178587980713362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5yjFgIqzZI/AAAAAAAAAM8/aSBdgyw1zqI/s400/DSCF0156.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5yiigIqzYI/AAAAAAAAAM0/5PEDPUP4goo/s1600-h/DSCF0147.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160177986685291906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5yiigIqzYI/AAAAAAAAAM0/5PEDPUP4goo/s400/DSCF0147.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-2684755945435788722?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/2684755945435788722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=2684755945435788722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/2684755945435788722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/2684755945435788722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/foto-foto-global-day-of-action-di.html' title='Foto-foto Global Day of Action di Bandung Des 07'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5yqdAIqzdI/AAAAAAAAANc/A2agT5_27RE/s72-c/DSCF0144.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-8460172090761243243</id><published>2008-01-23T02:11:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T02:12:55.338-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Masih ABG udah jadi milyarder , udah gede mau jadi apa ?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada jaman dahulu kala, ketika myspace baru muncul ,  hiduplah seorang anak ABG perempuan bernama Ashley Qualls. Orang tua Ashley Bercerai dan Ashley tinggal di apartment sempit 1 kamar bersama Ibu dan saudara perempuannya. Hidup mereka tentulah sangat menderita sekali. Ashley adalah remaja 14 tahun, tidak punya duit, orang tua bercerai, tinggal di kamar sempit. Beruntunglah Ashley tidak mencari om om senang, menjadi istri gelap pengusaha, berjualan narkoba ataupun menjadi bintang film video amatir porno. Apa yang dilakukan Ashley sehingga dia bisa keluar dari kemiskinan ? ikutan MLM ? ikutan arisan Asia bersama ? Money Pyramid Scheme ? main Forex  ? Internet Marketing ? Memelihara tuyul ? bukan..bukan....klik read more bila penasaran&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.disitu.com/images/stories/Images/2008/01/qualls.jpg" alt=" " /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;Inilah rahasia Ashley, Ashley membuat situs khusus membuat lay-out design untuk myspace. Ashley menyadari bahwa teman-teman seperjuangannya gemar berkunjung ke myspace dan gemar berganti-ganti lay-out. Ashley yang tertarik dengan design graphics kemudian meminjam duit $8 ke ibunya untuk mensetup domain &lt;a href="http://www.whateverlife.com/"&gt;whateverlife.com&lt;/a&gt;, Bagaimana hasilnya ? wah suksses berat, situs Ashley dikunjungi jutaan ABG perharinya. Tentu saja ini menarik minat advertiser. Perisitiwa ini terjadi 3 tahun lalu sekitar tahun 2004. umur Ashley saat itu 14 tahun. Sekarang dengan umur 17 tahun, Ashley telah menjadi milyarder, check pertama datang sebesar $2,700, cukup membuat ibunya terheran-heran. padaal dulunya menurut informasi dari saudara perempuannya, Ashley itu pemalu, bahkan untuk pesan pizza melalui telepon saja dia memalukan...ooppss...maksud kami...Ashley tidak cukup berani memesan pizza melalui telepon, maklum anak perawan.... masih malu-malu. Kesuksesannya mengelola whateverlife.com memuat Ashley sekarang berani berbicara di hadapan kaum bisnis eksekutif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ashley merekruit 3 temannya untuk rajin menambah koleksi lay-out myspace di websitenya sebanyak 25 themes setiap minggu. Ashley mempekerjakan dirinya sendiri dengan gaji $3000  walaupun dia adalah pemilik perusahaan. Tidak seperti ABG lain, Ashley lebih suka menggunakan uangnya untuk berinvestasi di bisnis dibandingkan belanja beli sepatu, baju dan kosmetik&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.disitu.com/images/stories/Images/2008/01/qualls2.jpg" alt=" " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-8460172090761243243?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.disitu.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=2102&amp;Itemid=27' title='Masih ABG udah jadi milyarder , udah gede mau jadi apa ?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/8460172090761243243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=8460172090761243243' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8460172090761243243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8460172090761243243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/masih-abg-udah-jadi-milyarder-udah-gede.html' title='Masih ABG udah jadi milyarder , udah gede mau jadi apa ?'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-4206390167211680422</id><published>2008-01-19T03:18:00.000-08:00</published><updated>2008-01-19T03:29:35.677-08:00</updated><title type='text'>Kemacetan Dalam Perspektif Pemasaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : Oppi3*&lt;br /&gt;semarketer@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5HdWuPFJZI/AAAAAAAAALQ/WwEq--K5D-M/s1600-h/cipularang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5HdWuPFJZI/AAAAAAAAALQ/WwEq--K5D-M/s400/cipularang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157146430754071954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;diambil dari priyadi.net  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;Kemacetan sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah ketika kita bepergian ke kota-kota besar seperti &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ataupun kota-kota besar lainnya. Hal ini dikarenakan sudah tidak seimbangnya antara jumlah ruas jalan yang ada dengan jumlah kendaraan bermotor. Seperti di Jakarta saja, dari survei yang dilakukan oleh Arterial Road System Development Study (ARSDS) pada tahun 1985 mencatat sebanyak 13 juta perjalanan atau trip dilakukan oleh warga jakarta setiap hari. Kemudian survei Study on Integrated Transportation Master Plan (SITRAMP) Fase 2 pada tahun 2002 mencatat peningkatan sekitar 30 persen, yakni menjadi sekitar 17 juta trip. Belum ditambah trip yang dilakukan para penglaju dari luar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Kini tahun 2008 bisa dibayangkan berapa juta trip perjalanan yang dilakukan oleh warga &lt;st1:city st="on"&gt;jakarta&lt;/st1:city&gt; dan luar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; setiap harinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;Akhir tahun 2007 lalu Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta yang mewarisi persoalan &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; akut Ibu Kota dari pendahulunya Sutiyoso, melemparkan wacana pemberlakuan pajak progresif. Kepemilikan mobil lebih dari satu akan dikenakan pajak yang lebih besar dibandingkan dengan kendaraan pertama. Salah satu tujuannya adalah menekan populasi kendaraan di Ibu Kota sehingga &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; lalu lintas dapat dikurangi, namun bila dilihat dari sektor pajak sebenarnya kepemilikan mobil lebih dari satu justru menguntungkan karena negara tetap mendapat masukan pajak kendati kendaraannya jarang digunakan. Hal senada juga di ungkapkan oleh Presiden Direktur PT Indomobil Suzuki International Subronto Laras,"Saya kira tidak tepat jika pajak progresif dipakai untuk menekan &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt;,"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;Lain Fauzi Bowo lain pula Jongkie D. Sugiarto Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) bahkan' mempertanyakan mengapa industri otomotif menjadi pihak yang selalu disalahkan apabila dikaitkan dengan &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; lalu lintas. Jongkie mengusulkan agar pemerintah menambah ruas jalan &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;dan&lt;/span&gt; manajemen lalu lintas ditata ulang dengan lebih baik tanpa harus merugikan industri yang se&lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;dan&lt;/span&gt;g berkembang."Jika industri otomotif diganggu, efeknya akan banyak. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Industri komponen melemah &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;dan&lt;/span&gt; pengangguran akan semakin banyak," katanya baru-baru ini. Secara terpisah, Direktur &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;Pemasaran&lt;/span&gt; &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;dan&lt;/span&gt; Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) menuturkan populasi kendaraan di negara-negara maju jauh lebih besar dibandingkan dengan Indonesia. Namun, karena pemerintahnya mampu menyediakan jalan yang memadai dengan manajemen lalu lintas yang bagus, &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; lalu lintas pun dapat dikelola dengan baik. Dia mencontohkan Jepang yang merupakan negara kecil dengan jumlah kendaraan yang jauh lebih besar dari Indonesia, &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;dan&lt;/span&gt; polusi di sana bisa ditangani dengan baik tanpa harus mengerem laju pasar otomotif. &lt;/span&gt;"Saya kira tidak ada hubungan antara pertumbuhan jumlah mobil dengan &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; lalu lintas, selama semuanya dapat dikelola dengan baik," katanya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;Penelitian yang pernah dilakukan Japan International Corporation Agency (JICA) dan The Institute for Transportaion and Development Policy (ITDP) menunjukkan bahwa jika tidak ada pembenahan sistem transportasi umum, maka lalu lintas &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; akan mati pada tahun 2014. Perkiraan kematian lalu lintas Jakarta pada tahun 2014 itu didasarkan pada pertumbuhan kendaraan di Jakarta yang rata-rata per tahun mencapai 11 persen, sedangkan pertumbuhan panjang jalan tak mencapai 1 persen. Tercatat, setiap hari ada 138 pengajuan STNK baru yang berarti di setiap harinya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; membutuhkan penambahan jalan sepanjang 800 meter.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;Jika dilihat dari sudut pandang pemasaran terbukti jumlah penjualan kendaraan bermotor meningkat terus dari tahun ke tahunnya. Dari data yang penulis peroleh dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan motor sepanjang 2007 mencapai 4.688.263 atau naik 5,89 persen dibandingkan penjualan tahun 2006 sebesar 4.427.342 unit kendaraan. Sementara untuk kendaraan roda empat berdasarkan data yang diperoleh dari &lt;span style="" lang="EN"&gt;Gabungan Industri Kendaraan Bermotor &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (Gaikindo), selama Januari-Oktober 2007 mencapai 349.488 unit. Jumlah tersebut menyisahkan hampir 70.000 unit lagi untuk mencapai target penjualan yang ditetapkan Gaikindo selama 2007 ini, yaitu 420.000 unit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Hal ini terjadi karena disebabkan semakin mudahnya membeli kendaraan baik mobil ataupun motor dengan fasilitas kredit. Bahkan kini mobil dan motor bekaspun bisa dibeli dengan fasilitas kredit yang &lt;/span&gt;dicicil dengan bunga yang bervariasi, yakni berkisar 8 persen sampai 12 persen per tahun, tergantung lembaga keuangan yang dipilih. Jangka waktu penyicilan pun biasanya paling lama tiga tahun. Cara pemasaran mobil bekas seperti ini membuat volume penjualan di setiap showroom selalu meningkat. Dalam sebulan berkisar 20 buah sampai 30 buah dari berbagai merek dan jenis. Di wilayah &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;-&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;-Depok-Tangerang- Bekasi (Jabodetabek) tersebar kurang lebih 1.500 showroom mobil bekas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sekilas maraknya pembelian mobil menggambarkan adanya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyakarat. Akan tetapi, kehadiran mobil- mobil itu memperbanyak jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan raya. Kondisi ini tanpa disadari menimbulkan masalah baru, sebab pertumbuhan kendaraan bermotor di berbagai kota besar di Jawa tidak seimbang dengan pembangunan jalan raya. &lt;/span&gt;Di DKI Jakarta, misalnya, pertumbuhan kendaraan berkisar 11 persen sampai 12 persen per tahun, sedangkan pembangunan ruas jalan baru dalam setiap tahun tak mencapai satu persen.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;Disatu sisi maraknya penjualan kendaraan yang meningkat setiap tahunnya menandakan keberhasilan pemasaran dalam menjual kendaraan, namun disisi lainnya hal tersebut menjadi sebuah permasalahan baru yang pelik dan harus segera di cari solusinya. Sudah sepantasnya permasalahan kemacetan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga dari para pelaku otomotif juga masyarakat itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;* Penulis Alumni PII Kota Bandung dan Jawa Barat, kini aktif di GSM jabar dan bekerja di salah satu perusahaan asuransi Syariah&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 56.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-4206390167211680422?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/4206390167211680422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=4206390167211680422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4206390167211680422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4206390167211680422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/kemacetan-dalam-perspektif-pemasaran.html' title='Kemacetan Dalam Perspektif Pemasaran'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R5HdWuPFJZI/AAAAAAAAALQ/WwEq--K5D-M/s72-c/cipularang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-4198305052114942230</id><published>2008-01-18T22:00:00.000-08:00</published><updated>2008-01-18T22:29:29.241-08:00</updated><title type='text'>Asas Tunggal dalam  UU Parpol 2007 : Sebuah Penjajahan Ideologi</title><content type='html'>Asas Tunggal?mungkin kita semua ngirain ga akan ngedenger lagi yang namanya istilah itu di zaman reformasi politik ini.Secara logika awam aja,asas tunggal itu produk orde baru yang baru aja kita gulingkan,coz dianggap menyelewengkan Demokrasi Pancasila.Trus,knapa ide itu dimunculin lagi?mau setback lagi ke orde baru?sebuah ambiguitas klo sampe kejadian gitu.Kaya mitos sisifus yang susah payah ngebawa batu gede buat kemudian digulingkan lagi ke bawah gunung,reformasi yang kita gerakin taun 98 itu sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di UU Parpol yang baru,tiba-tiba muncul lagi ide tentang asas tunggal,ngejadiin Pancasila sebagai satu-satunya asas buat Parpol.Bedanya ama zaman orde baru tipis banget,pertama,waktu zaman orde baru,pemberlakuan asas tunggal dikenakan buat semua organisasi,mau parpol or ormas-ormas.Sekarang,asas tunggal ini cuma berlaku buat parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,di zaman orba,pancasila itu jelas-jelas dinyatakan sebagai satu-satunya asas.Klo sekarang,partai berhak punya ideologi tapi harus penjabaran dari ideologi pancasila.Artinya,ideologi-ideologi lain selain pancasila,nilainya bibawah pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus cemas klo asas tunggal ini akan ngerusak spirit demokrasi yang lagi kita bangun.Di tengah kegembiraan kesuksesan reformasi,ada aja kerikil-kerikil yang sedikit banyak ngeganggu kelancarannya.klo gini,gimana masa depan demokrasi di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya pihak-pihak yang lagi ngebahas UU ini belajar dari sejarah,ketika dulu doktrin pancasila itu ditafsirkan secara monolistik oleh pemerintah orde baru,yang terjadi adalah perlawanan keras dari berbagai pihak yang kontra.Bahkan karena kekakuan pemerintah,kasus ini memakan darah anak bangsa sendiri.Peristiwa berdarah tanjung priok jadi salah satu contohnya.Haruskah darah anak bangsa kembali tumpah di atas bumi pertiwi?bukan satu hal yang mustahil hal itu akan terjadi lagi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-4198305052114942230?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/4198305052114942230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=4198305052114942230' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4198305052114942230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4198305052114942230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/asas-tunggal-dalam-uu-parpol-2007.html' title='Asas Tunggal dalam  UU Parpol 2007 : Sebuah Penjajahan Ideologi'/><author><name>lutfi says..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11320487316622568596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-7043600532490631457</id><published>2008-01-18T21:15:00.000-08:00</published><updated>2008-01-18T21:51:13.278-08:00</updated><title type='text'>Republik Holiday</title><content type='html'>Di mata investor Indonesia itu sebuah republik santai,karena banyak banget "holiday".Taun ini,ada 16 hari libur nasional n 6 hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah,jadi semuanya ada 22 hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah libur sabtu-minggu sebanyak 104 hari,total libur yang dinikmati karyawan di Indonesia sebanyak 126 hari,sekitar 35% dari total 365 hari dalam setaun.banyak banget y? ngga heran kl Indonesia bukan lagi jadi salah satu negara yang diincer pemodal buat bisnis,ngga heran juga bangsa ini kalah bersaing ama bangsa lain buat narik investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ngga perlu iri ngeliat kemajuan singapura yang maju pesat karena pemerintahnya memberi nilai sangat tinggi k yang namanya "kerja".Rakyat dikondisikan buat kerja.Bersantai emang bagian dari keseimbangan hidup,tapi sebagian besar waktu harus digunakan buat kerja,bukan liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa gunanya liburan klo ekonomi lesu n daya beli karyawan ga nambah,bahkan merosot?bakalan jauh lebih baik klo liburan yang sedikit bisa digunain efektif sama karyawan buat bersantai karena mereka mempunyai daya beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapur cuma netapin 10 hari libur nasional.Selain hari libur yang jauh dibawah Indonesia,di singapur ga ada yang namanya "hari kejepit".Gara-gara hari kejepit,Pemerintah memberlakukan cuti bersama biar ga ada pegawai ( baca :PNS ) yang bolos.Alasan yang bisa kita pahami,coz selain banyak PNS yang bolos di hari kejepit,cuti bersama diberlakukan buat menggairahkan pariwisata.Dengan waktu libur yang lebih panjang,PNS n karyawan bisa berwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya,cuti bersama ngga berdampak signifikan ke pariwisata itu sendiri.Gimana mungkin PNS n buruh mau liburan ke tempat wisata klo penghasilannya pas-pasan,buat makan aja susah.Cuti bersama juga dimaksudkan buat nyegah PNS bolos,tapi,kenyataannya bolos masih tetep terjadi.Sebuah kebiasaan yang belum berubah sampe saat ini: Orang beristirahat lagi setelah lama beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuti bersama ngga sesuai ama budaya bisnis internasional.Liburan yang kelamaan bikin etos kerja n produktivitas karyawan menurun.Klo ini terus diberlakukan,negeri ini akan kehilangan daya saing n semakin terpuruk di tengah persaingan dunia yang makin sengit.Indonesia itu sebuah negara aneh yang kelewat banyak HOLIDAY...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-7043600532490631457?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/7043600532490631457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=7043600532490631457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/7043600532490631457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/7043600532490631457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/republik-holiday.html' title='Republik Holiday'/><author><name>lutfi says..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11320487316622568596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-2738901724086781783</id><published>2008-01-16T22:44:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T22:50:31.372-08:00</updated><title type='text'>SIAPA BERMINAT??????</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-4xVLGfSUeY/R476oU2XjOI/AAAAAAAAAC4/F2as1QGRKFc/s1600-h/indonesia-common0150x75-promo-global-exchange[1].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156334194084252898" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-4xVLGfSUeY/R476oU2XjOI/AAAAAAAAAC4/F2as1QGRKFc/s200/indonesia-common0150x75-promo-global-exchange%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Global Exchange&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kami mencari para relawan untuk berpartisipasi dalam program Global Xchange.&lt;br /&gt;Global Xchange adalah program pertukaran pemuda berusia 18-25 dari berbagai negara untuk memberikan kesempatan bekerja sama, mengembangkan dan saling bertukar keterampilan, serta memberikan kontribusi praktis yang diperlukan oleh suatu komunitas tertentu. Selama 6 bulan, peserta akan tinggal dan bekerja berpasangan (satu dari masing-masing negara).&lt;br /&gt;Program Global Xchange ini akan dimulai dari bulan Maret sampai September 2008. Relawan akan tinggal dan bekerja untuk tiga bulan di sebuah komunitas di Inggris (Maret – Juni 2008) dan diteruskan di Indonesia selamatiga bulan (Juni – September 2008).&lt;br /&gt;Simak &lt;a href="http://britishcouncil.mtk1.com/perl/mtk.pl?download=indonesia-society-gx-information&amp;amp;file=http://www.britishcouncil.org/indonesia/indonesia-society-gx-information.pdf" target="_blank"&gt;keterangan program&lt;/a&gt; sebelum mengisi formulir pendaftaran.&lt;br /&gt;Pendaftaran akan ditutup pada hari Kamis, 31 January 2008, pukul 16:00 WIB.&lt;br /&gt;Kami menyarankan Anda untuk mengirimkan &lt;a href="http://britishcouncil.mtk1.com/perl/mtk.pl?download=indonesia-society-gx-2008-volunteers-aplication-form&amp;amp;file=http://www.britishcouncil.org/indonesia/indonesia-society-gx-2008-volunteers-aplication-form.doc" target="_blank"&gt;formulir pendaftaran&lt;/a&gt; melalui email ke alamat berikut &lt;a href="mailto:gx@britishcouncil.or.id"&gt;GX@britishcouncil.or.id&lt;/a&gt; .&lt;br /&gt;Anda juga bisa mengirimkan aplikasi melalui post ke British Council (Global Xchange), Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Tower II, Lantai 16, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52 – 53, Jakarta 12190.&lt;br /&gt;Hanya kandidat relawan terpilih yang akan mendapat pemberitahuan resmi dari kami dan pengumuman akan kami muat melalui website ini.&lt;br /&gt;Mereka yang terpilih akan mengikuti Assessment Day pada tanggal 14 – 17 Februari 2008. Tempat akan diberitahukan kemudian.&lt;br /&gt;Kami menawarkan kesempatan yang sama bagi semua orang dan mendorong para pelamar dari semua lapisan masyarakat. Kami menjamin wawancara bagi disabled people yang memenuhi persyaratan untuk posisi ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:information@britishcouncil.or.id"&gt;Hubungi kami&lt;/a&gt; untuk informasi lebih lanjut atau telepon +62 21 515 5561.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;info selengkapnya lihat di : www.britishcouncil.org/id/indonesia.htm &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-2738901724086781783?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/2738901724086781783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=2738901724086781783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/2738901724086781783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/2738901724086781783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/siapa-berminat.html' title='SIAPA BERMINAT??????'/><author><name>Andriyansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_-4xVLGfSUeY/R476oU2XjOI/AAAAAAAAAC4/F2as1QGRKFc/s72-c/indonesia-common0150x75-promo-global-exchange%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-4201081632382538957</id><published>2008-01-16T22:23:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T22:43:03.905-08:00</updated><title type='text'>Mungkinkah Anda belajar di Amerika????*</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-4xVLGfSUeY/R474YE2XjNI/AAAAAAAAACw/0bovQgn0VFM/s1600-h/images[2].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156331715888123090" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-4xVLGfSUeY/R474YE2XjNI/AAAAAAAAACw/0bovQgn0VFM/s200/images%5B2%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya beruntung sekali bisa melanjutkan studi saya untuk tingkat doktoral di Universitas Harvard (September 2007). Lingkungan akademik di kota Boston ini sangat menyenangkan sekali. Di kota ini terdapat sejumlah universitas terkemuka, seperti Universitas Harvard, MIT, Universitas Boston, Boston College, Universitas Tuft, dan Universitas Brandeis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal lain yang menyenangkan buat saya adalah adanya sejumlah perpustakaan besar yang mempunyai koleksi yang amat kaya. Perpustakaan yang mengagumkan buat saya tentu adalah Widener Library di Universitas Harvard. Perpustakaan ini mempunyai koleksi sekitar 3 juta judul dalam bidang ilmu-ilmu kemanusiaan,Widener Library juga menyimpan manuskrip kuno yang langka. Setiap saya masuk kedalam gedung perpustakaan ini, saya seperti merasa berada dalam sebuah “sorga”. Saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca dan “mengobrak-abrik” koleksi perpustakaan ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kota Boston sangat enak dan menyenangkan sebagai tempat belajar. Kota ini sangat indah, tidak terlalu besar dan ramai seperti New York, tetapi juga tak terlalu kecil dan sepi seperti Cornell atau Princeton. Hanya ada satu hal dari kota ini yang memberatkan bagi mahasiswa, yaitu biaya hidup yang mahal. Apartemen di kawasan Boston terkenal sangat mahal, sedikit di bawah Manhattan, New York. Harga sewa bulanan apartemen dengan dua kamar bisa mencapai US $ 1000-1300, setara dengan 9-12 juta rupiah. Dengan harga itu, saya mungkin bisa menyewa sebuah rumah utuh selama setahun di kawasan UIN Ciputat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kuliah di Amerika sangat unik, berbeda dengan system yang berlaku di negeri-negeri Barat yang lain. Di sini, kuliah menuntut kerja keras, sebab bahan bacaan kelas sangat banyak. Untuk satu mata kuliah, kita diharuskan untuk membaca bahan bacaan sekitar 150 hingga 300 halaman per minggu. Kadang bisa lebih dari itu. Jika kita mengambil empat mata kuliah, kita bisa “pingsan” karena harus membaca tak kurang dari 1000-1200 halaman per minggu. Tugas yang paling berat adalah menulis paper pada akhir semester. Rata-rata, paper akhir berjumlah 20-25 halaman. Tentu, yang dituntut bukan sekedar paper asal-asalan, tetapi paper yang membawa gagasan yang orisinal. Menulis paper adalah momok bagi semua mahasiswa paskasarjana di sini. Saya kadang tidak tidur selama berhari-hari hanya untuk menyelesaikan satu paper. Dengan sistem yang ketat dan beban bacaan yang berat seperti ini, kadang saya berpikir bahwa saya kekurangan waktu untuk menyerap bahan kuliah dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aspek positif dari kuliah model Amerika ini adalah kita dipaksa membaca banyak hal, dan ini sangat berguna untuk pendasaran teoritis bagi kerja akademis dalam kangka panjang. Mahasiswa doktoral di sini dituntut untuk kuliah kelas (istilahnya “course work”) selama minimal dua tahun. Setelah tahap ini dilalui, baru seorang mahasiswa dapat mulai menulis disertasi. Ini berbeda dengan sistem di sejumlah universitas Eropa di mana mahasiswa PhD bisa datang langsung dengan rencana disertasi tanpa melalui kuliah kelas yang panjang.&lt;br /&gt;Mendaftar sebagai mahasiswa PhD di Amerika bukan perkara mudah. Kompetisinya sangat ketat, terutama untuk masuk ke universitas utama yang disebut dengan Ivy League seperti Harvard. Keunggulan mendaftar ke propgram PhD di universitas besar dan kaya di Amerika adalah bahwa begitu anda masuk, kemungkinan besar seluruh biaya kuliah dan kebutuhan hidup bulanan (disebut dengan “stipend“) ditanggung penuh oleh pihak universitas. Ini tidak terjadi pada universitas kecil yang tak mempunyai dana besar. Hanya saja, jika anda ingin masuk ke universitas besar tentu anda harus menghadapi persaingan yang ketat sekali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendaftaran untuk program PhD di sini agak unik. Di sini, faktor “hubungan” dengan professor memainkan peran yang sangat penting. Anda akan sulit diterima sebagai mahasiswa doktoral jika tak ada seorang profesor yang mengenal dengan baik kemampuan akademis anda. Ini bukan berarti unsur “nepotisme” berlaku di sini. Faktor kenalan ini sangat ditekankan karena pihak universitas tidak hendak menerima mahasiswa yang tidak mereka ketahui benar kemampuannya. Dokumen tertulis dan hasil nilai ujian dalam ijazah tidak sepenuhnya mereka percayai.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Faktor berikutnya yang sangat penting juga rekomendasi. Surat rekomendasi dari seorang professor yang mengenal secara baik kemampuan akademis seorang pendaftar sangat menentukan. Umumnya, universitas membutuhkan empat rekomendasi. Dua dari profesor yang pernah mengajar anda secara langsung. Dua lagi profesor yang mengenal kehidupan non-akademik anda dalam masyarakat. Tidak seperti di Indonesia, di sini seorang profesor tidak bisa dengan mudah memberikan rekomendasi kepada seseorang yang tidak mereka kenal dengan baik. Sebab, saat menulis rekomendasi, mereka mempertanggungjawabkan reputasi mereka sebagai seorang profesor. Oleh karena itu, membangun hubungan yang baik dan berdiskusi dengan profesor tertentu sangat penting bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke tingkat doktoral.&lt;br /&gt;Aspek lain yang juga sangat penting adalah menyangkut statemen pribadi. Setiap anda mendaftar ke program paskasarjana di sini, anda akan diharuskan menuliskan apa yang disebut sebagai “statement of purpose” yang berisi, kira-kira, rencana apa yang anda akan lakukan jika sudah diterima. Dalam statemen itu, anda diminta untuk menuliskan rencana disertasi, temanya, dan kenapa tema itu dipilih. Dalam statemen itu, aspek yang paling menentukan adalah bagaimana anda merumuskan pertanyaan dengan benar untuk suatu masalah yang akan anda tulis. Anda hanya mempunyai ruang yang sempit sekali. Sebab statemen itu kira-kira hanya sepanjang 900 kata. Dalam tulisan sependek itu anda diharuskan untuk merumuskan masalah dengan tepat dan baik, sehingga profesor yang duduk di komite penerimaan mahasiswa baru yakin betul bahwa anda layak diterima. Saya sendiri membutuhkan waktu tak kurang dari dua bulan hanya untuk menyiapkan esei pendek itu. Sebab, esei inilah yang dipakai oleh pihak komite untuk menilai siapa anda sebetulnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentu syarat-syarat administratif juga sangat penting. Anda harus mempunyai skor TOEFL minimal 600, atau jika memakai tes TOEFL yang sudah memakai sistem on-line sekarang (dikenal dengan iBT, “internet Based Test“), anda harus mencapai skor antara 100-110. Saat ini, tes TOEFL mencakup aspek kecakapan berbicara, jadi agak sedikit susah dibanding dengan tes sebelumnya. Skor TOEFL ini sangat mutlak, dan tidak bisa ditawar-tawar.&lt;br /&gt;Selain itu, anda juga harus melalui tes GRE atau tes kemampuan akademik secara umum. Kebanyakan universitas Amerika menuntut skor GRE (Graduate Record Examination) antara 600-700 untuk semua aspek: kuantitaif, verbal, dan kemampuan analisis. Umumnya skor anak-anak Indonesia yang datang dari latar belakang humaniora sangat jauh di bawah standar itu. Tetapi ini tak usah membuat kita khawatir. Beberapa departemen di universitas Amerika tidak terlalu ambil pusing dengan skor yang anda peroleh. Mereka tahu, skor GRE yang rendah tidak langsung berarti bahwa mahasiswa bersangkutan tidak mempunyai kemampuan akademik yang memadai. Yang penting anda mengikuti tes GRE untuk memenuhi syarat administrasi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meskipun demikian, ada beberapa universitas yang menerapkan syarat yang ketat untuk skor GRE, seperti Duke University, tempat Prof. Bruce Lawrence mengajar (Prof. Lawrence pasti dikenal oleh publik Jakarta, sebab beberapa waktu lalu pernah berkunjung ke Jakarta dan memberikan cermah di sejumlah tempat).&lt;br /&gt;Taktik mendaftar di perguruan tinggi di Amerika juga penting dikuasai. Karena kompetisi untuk masuk universitas sangat tinggi di sini, anda harus mendaftar sekurang-kurangnya di lima universitas. Kalau tak diterima di universitas yang satu anda masih punya harapan lain. Anda bisa membuat ranking sendiri, dimulai dari universitas yang paling top hingga ke yang menengah. Tetapi di antara kelima universitas itu, anda harus mempunyai satu universitas yang anda berharap besar bisa diterima, entah karena mempunyai hubungan yang baik dengan seorang profesor di universitas itu atau karena faktor lain. Saya, misalnya, kemaren mendaftar di lima departemen di empat universitas. Saya mendaftar di dua departemen di Universitas Harvard, dan masing-masing satu departemen di Universitas Princeton, Universitas Chicago dan Universitas Boston. Saya tetap mendaftar di Universitas Boston, meskipun ranking-nya di bawah tiga universitas yang lain, sebab saya kenal banyak profesor di sana dan dengan itu saya berharap besar saya bisa diterima.&lt;br /&gt;Sebagaimana kata teman saya Rizal Mallarangeng, universitas terbaik di dunia saat ini umumnya ada di Amerika Serikat. Oleh karena itu, jika anda ingin mendapatkan pendidikan terbaik dalam segala bidang, sudah selayaknya anda mendaftar di Amerika. Yang sangat khas pada universitas Amerika adalah kedermawanan universitas Amerika dalam memberikan beasiswa. Dalam aspek ini, saya kira, universitas Amerika tak ada tandingannya di manapun. Ini dimungkinkan karena universitas Amerika umumnya kaya dan memiliki dana besar. Sebagai gambaran, Universitas Harvard memiliki dana wakaf atau “endowment” kira-kira 26 milyar dollar. Jumlah itu nyaris sama dengan cadangan devisa Indonesia sebagai sebuah negara. Oleh karena itu, tak heran jika sebagian besar mahasiswa PhD yang diterima di Harvard akan ditanggung seluruh pembiayaannya oleh universitas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, ada kesalahpahaman tentang seluk-beluk beasiswa untuk sekolah di Amerika. Umumnya orang mengira bahwa biaya untuk sekolah di Amerika hanya bisa diperoleh melalui Fulbright. Untuk sebagian memang benar. Fulbright adalah dana beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Amerika untuk para mahasiswa luar negeri yang ingin sekolah di negeri Paman Sam itu. Tetapi jarang yang tahu bahwa masing-masing kampus juga memberikan beasiswa dalam jumlah yang tak kalah besar dengan yang diberikan oleh pihak Fulbright. Ribuan beasiswa berkeliaran di Amerika. Yang dibutuhkan adalah ketekunan anda untuk “memancing” beasiswa itu dengan cara tekun mencari informasi sebanyak-banyaknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan…yang sangat penting anda lakukan adalah rajin berhubungan dengan profesor di Amerika. Tidak seperti profesor di Indonesia yang suka “jaim” atau “jaga imej”, profesor di Amerika sangat senang membalas email, walaupun mereka ini sudah profesor besar. Pengalaman yang dialami oleh teman saya Sukidi, kader Muhammadiyah yang sangat cerdas itu dan sudah masuk ke Harvard setahun lebih dulu daripada saya, sangat mengesankan. Saat dia hendak mendaftar ke Harvard Divinity School (HDS) tiga tahun yang lalu, dia mengirim email ke Prof. William Graham seorang yang cukup terpandang di Harvard dan sekaligus Dekan HDS.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sukidi berkirim email untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan keinginannya untuk mendaftar ke Harvard. Prof. Graham menjawab dengan simpatik, dan bahkan bersedia ikut mengoreksi “statement of purpose” yang telah disiapkan oleh Sukidi. Padahal Sukidi bukanlah seseorang yang dikenal oleh Prof. Graham. Apakah mungkin hal seperti ini terjadi pada profesor di Indonesia?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tradisi akademis di Amerika memang beda dengan di negeri kita. Di sini, jika ada seorang mahasiswa yang cemerlang, pihak profesorlah yang aktif ingin menarik yang bersangkutan untuk menjadi mahasiswa dia. Di Indonesia yang terjadi kadang-kadang aneh: jika ada mahasiswa yang menonjol dan cemerlang, si dosen malah merasa tersaingi. Karena itu, kalau anda merasa diri anda mempunyai kecapakan akademis yang memadai dan mempunyai keunggulan di bidang tertentu, tulislah email ke profesor-profesor di Amerika, perkenalkan diri, dan bangunlah hubungan yang baik. Itulah modal awal untuk sekolah di Amerika. Saat ini, dengan adanya internet, anda akan dengan mudah mencari informasi seluruh universitas di Amerika. Setiap universitas akan menampilkan seluruh profesor yang mengajar di masing-masing departemen, lengkap dengan latar-belakangnya, keahliannya, dan emailnya, sehingga siapa saja bisa mengubungi.&lt;br /&gt;Sekarang ini, nyaris tidak ada yang tidak bisa sekolah pada tingkat doktoral di luar negeri, asal anda berusaha dengan sungguh-sungguh. Soal dana bukanlah masalah besar, sebab sebagian besar universitas di Amerika meneyediakan dana untuk itu. Memang keuntungan seperti ini hanya untuk mahasiswa PhD. Untuk level magister, memang lain keadannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekian, semoga informasi ini bermanfaat.Boston, 25 Februari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ulil Abshar-Abdalla&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Departement of near eastern language and civilization.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*edited by Andriyansyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-4201081632382538957?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/4201081632382538957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=4201081632382538957' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4201081632382538957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4201081632382538957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/munngkinkah-anda-belajar-di-amerika.html' title='Mungkinkah Anda belajar di Amerika????*'/><author><name>Andriyansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-4xVLGfSUeY/R474YE2XjNI/AAAAAAAAACw/0bovQgn0VFM/s72-c/images%5B2%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-5284141129051402106</id><published>2008-01-10T18:48:00.000-08:00</published><updated>2008-01-10T18:59:04.668-08:00</updated><title type='text'>sekali lagi visit indonesia 2008</title><content type='html'>lutfi bilang juga apa,program visit indonesia 2008 tu tidak terencana dengan matang,apalagi diliat dari sisi strategi pemasaran,Hermawan Kertajaya aja bilang gitu.Gila,jenius ga pendapat lutfi bisa sama ama raja marketing indonesia?hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program visit indonesia 2008,membawa tagline menyambut 100 tahun kebangkitan bangsa,so what gitu kan?itu "me oriented" banget,yang bangkit kan bangsa indonesia,nothing to do with the tourists,kenapa gw harus ngunjungin indonesia?ceuk si turis teh meureun...padahal seharusnya jasa tu harus "U oriented"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anyway,terlepas dari semua kekurangan,inisiatif pemerintah untuk menggerakkan pariwisata harus kita hargain,tapi lain kali harusnya lutfi diangkat jadi marketing managernya,biar sukses programnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-5284141129051402106?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/5284141129051402106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=5284141129051402106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/5284141129051402106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/5284141129051402106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/sekali-lagi-visit-indonesia-2008.html' title='sekali lagi visit indonesia 2008'/><author><name>lutfi says..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11320487316622568596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-3283401085014259376</id><published>2008-01-10T18:28:00.000-08:00</published><updated>2008-01-10T18:45:49.038-08:00</updated><title type='text'>Tentang Acara Di gedebage</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Tentang Acara Di Gedebage&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Sabtu 5 januari ribuan warga di Kecamatan Gedebage ngadain tasyakuran dan doa bersama mendukung pembangunan PLTSa dan sarana Olah Raga.Acaranya lumayan gede,gila aja Walikota n pengikut-pengikutnya,beberapa anggota DPRD,Tim yang ngaku peneliti ahli dari ITB,dan perwakilan konglomerat PT BRIL pada dateng kesana.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Dada Rosada bilang acara itu masyarakat yang ngadain,n dia dateng coz emang diundang ama masyarakat disana yang mendukung pembangunan PLTSa,katanya masyarakat pengen PLTSa n SOR cepet-cepet dibangun biar masyarakat disana bisa dapet kerjaan.Di gedebage itu paling ngga 200 kk tidak mampu n ada sekitar 900 orang pengangguran.Ketua penyelenggara acara Tatang Rusatim n Kepala dinas infokom bulgan alamin juga bilang gitu buat ngayakinin publik,padahal kalo emang bener ga usah pake saksi penguat kaya gitu iya ga ?heu…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Tatang bilang acara itu ngabisin dana sekitar 50 juta,ga disebutin darimana,tapi logikanya kalo acara itu inisiatif masyarakat,berarti dana itu dapet dari patungan warga. hahahaha..… can u imagine?masa iya masyarakat yang ga mampu mau patungan ngumpulin dana buat acara kaya gitu sampe kekumpul 50 juta? ngundang artis lokal pula,namanya lia aprilia,pernah denger?heu…,tapi yang pasti ,teuteup…artis dangdut.Yang lucu c acara itu kan acara do’a bersama,ada tausiyah dari ustadz,baca shalawat,jadi ya bayangin aja abis dengerin tausiyah n shalawatan,langsung digoyang ama penyanyi yang temen-temen semua pasti taulah gimana baju penyanyi acara dangdutan..,jangan pura-pura g taw d…hehehe…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;O my gosh…ngotot amat pengen bangun PLTSa,uda keabisan ide kali ya pemkot bandung buat ngebujuk masyarakat,semua cara dicoba,dari cara yang agak keren bilang uda diteliti sama ilmuwan itb,bilang uda studi banding ke singapur,ngebujuk lewat spanduk,lewat opini,sampe yang paling kampungan ngebujuk pake goyang…  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-3283401085014259376?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/3283401085014259376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=3283401085014259376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/3283401085014259376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/3283401085014259376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/tentang-acara-di-gedebage.html' title='Tentang Acara Di gedebage'/><author><name>lutfi says..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11320487316622568596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-1259719983050293574</id><published>2008-01-04T21:29:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T21:32:38.445-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Leave Indonesia 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R38WX-PFJYI/AAAAAAAAALI/m680AK6hwOQ/s1600-h/pulau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R38WX-PFJYI/AAAAAAAAALI/m680AK6hwOQ/s400/pulau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151861099834189186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pemerintah tahun 2008 ini meluncurkan program “VISIT INDONESIA 2008”,dengan positioning negara dengan alam yang indah dan kebudayaan yang beragam.Terdengar hebat,namun sedikit menggelikan,yang saya tahu,dalam konteks jasa,positioning adalah sebuah janji,satu penawaran yang dijanjikan penyedia jasa kepada customer.Yang ditawarkan oleh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; kepada wisatawan asing adalah pemandangan indah dan beragam kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pertanyaannya adalah,berapa banyak daerah yang masih mempunyai pemandangan indah di tengah-tengah deforestasi di hutan-hutan daerah?kalau pemerintah berasumsi lahan gundul itu indah dan akan menarik wisatawan mancanegara,atau kalau target market dari pemerintah adalah para aktivis lingkungan mancanegara,maka target wisatawan yang berkunjung ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; akan dengan mudah tercapai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pemerintah (masih) mengajukan bali sebagai andalan,bukankah Indonesia bukan hanya bali?saya pikir Kalaupun bali berpisah dari Indonesia,niscaya bali akan lebih makmur dari Indonesia,tapi sudahlah,pertanyaan yang patut diajukan lagi adalah,bisakah target kunjungan wisatawan asing terpenuhi dengan hanya mengandalkan bali?.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ketika customer menggunakan sebuah jasa,dan jasa yang dihasilkan tidak sesuai harapan customer,maka yang akan terjadi adalah customer tidak akan lagi menggunakan penyedia jasa itu,dan satu hal yang paling berbahaya adalah,customer tersebut memberitahu rekan-rekannya bahwa penyedia jasa tersebut tidak profesional,dan bisa dipastikan penyedia jasa tersebut akan bangkrut karena orang-orang tidak ada yang mau menggunakan jasanya.Dan untuk menguasai pasar,perusahaan selalu berusaha memperluas lini produknya,tidak mengandalkan satu produk saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tidak usah melakukan penelitian secara mendalam,dari sedikit ulasan diatas saja sudah terlihat apa yang akan terjadi dengan program dari pemerintah ini apabila pemerintah tidak kunjung menghentikan perambahan hutan dan memberi sanksi kepada perusahaan-perusahaan perusak lingkungan.jadi,Leave Indonesia 2008…&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lutfi Husen A&lt;/p&gt;  Green Student Movement&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-1259719983050293574?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/1259719983050293574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=1259719983050293574' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/1259719983050293574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/1259719983050293574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/leave-indonesia-2008.html' title='Leave Indonesia 2008'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R38WX-PFJYI/AAAAAAAAALI/m680AK6hwOQ/s72-c/pulau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-4746731484883303258</id><published>2008-01-04T06:42:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T06:59:27.555-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>LAUT MEMANAS DAN MELUAP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R35IpuPFJVI/AAAAAAAAAKw/qjCCOP7y9Vc/s1600-h/4JJI+di_lihat_Dari_satelit_apollo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R35IpuPFJVI/AAAAAAAAAKw/qjCCOP7y9Vc/s400/4JJI+di_lihat_Dari_satelit_apollo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151634905381545298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lafadz 4jji di Lautan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="ES"&gt;MEMAHAMI PEMANASAN GLOBAL &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-align: center; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="ES"&gt;DALAM PEMAHAMAN YANG KOMFEREHENSIF&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-align: center; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; margin-left: 36pt; text-align: center; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="ES"&gt;= : &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;واذاالبحار سجرت = &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;التكوير&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; margin-left: 36pt; text-align: center; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;= : &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;واذاالبحار فجرت = &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;الانفطار&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;           Oleh Ridjaludin (Kang Ijul)*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; margin-left: 2.25pt; text-indent: 30.75pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Tanggal 3-14 desember 2007 diselenggarakan Konferensi Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim ( UNFCCC) atau sering juga disebut dengan Conference of the Parties to the Convention (COP) ke-13 di Nusa Dua Bali, yang bertujuan untuk merumuskan “peta alur jalan” (road map) dalam mengantisipasi permasalahan perubahan iklim dan pemanasan global. Isu perubahan iklim dan pemanasan global ini kian menghangat ketika masyarakat dunia semakin sadar akan dampak dari kedua masalah besar tadi. Naiknya suhu bumi telah mengakibatkan meluapnya air laut sampai rata-rata 15 cm hingga telah menenggelamkan sebagian pulau di samudera Pasifik, pencairan &lt;i&gt;glacier&lt;/i&gt; dan bongkahan gunung es di Kutub Utara. Pemanasan global (&lt;i&gt;global warming&lt;/i&gt;) ini pun telah meningkatkan frekuensi badai, topan dan banjir. Dan akibat dari musim yang tidak menentu menyebabkan para petani mengalami gagal panen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Memperhatikan keprihatinan Abdul Mu'ti dalam tulisannya di sebuah media nasional tentang 'dingin'nya para ulama dan umat Islam dalam menanggapi isu pemanasan global ini serta terkesan dikotomis dan terlalu &lt;i&gt;text-oriented&lt;/i&gt;. Maka, penulis merasa tergerak untuk menceritakan isu pemanasan global ini dalam perspektif yang menggabungkan pemahaman &lt;i&gt;text-oriented &lt;/i&gt;(Naqliyyah) dan pemahaman kontekstual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;a. Laut Memanas dan Meluap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Dua ayat di awal tulisan ini telah mengajak kita untuk menengok fenomena alam &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;البحار&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;(lautan) yang disandingkan dengan ungkapan &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;سجرت&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;(dipanaskan) dan &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;فجرت&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;(meluap). Imam as-Suyuthi rohimahullah dalam kitab tafsirnya, &lt;i&gt;ad-Durul Mantsur fit-Tafsiril Ma`tsur, &lt;/i&gt;telah mengutip beberapa penafsiran para sahabat dan tabi'in tentang dua ayat di atas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Ad-Dhahak dan al-Hasan menjelaskan ayat &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;واذاالبحار سجرت&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;dengan pernyataan: “Air laut meluap dan hilang meresap”. Ad-Dhahak menambahkan kata &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;سجرت&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;memiliki pengertian yang sama dengan kata &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;فجرت&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Sedangkan Ibnu Abbas ketika ditanya tentang ayat &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;واذاالبحار سجرت&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;oleh Nafi' bin al-Azraq, Abbas menjelaskan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;bahwa air laut akan memanas hingga menjadi api, dan air laut akan meluap dan bercampur dengan air di daratan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Dengan penjelasan yang agak panjang, Ubay bin Ka'ab menjelaskan: “Di saat menjelang kiamat Jin dan Manusia berlarian ke laut, tapi laut telah menjadi api yang menyala-nyala. Lalu bumi terbelah di antara mereka dan tiba-tiba datanglah angin yang menewaskan mereka semua.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Sedangkan untuk ayat &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;واذاالبحار فجرت&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Ibnu Abbas memaparkan, bahwa air laut akan meluap dan bercampur antara yang satu dengan yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Dari beberapa penafsiran di atas dapat kita simpulkan, dua ayat tadi menjelaskan tentang ciri-ciri kiamat yang salah satunya digambarkan dengan air laut yang memanas, meluap ke darat, meresap dan hilang menguap. Namun, apakah gambaran ini mendekati fenomena pemanasan global?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;b. Memahami Konteks Pemanasan Global&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 34.5pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Fenomena pemanasan global sebenarnya adalah apa yang kita kenal sebagai efek rumah kaca secara berlebihan. Efek rumah kaca terjadi ketika sisa-sisa pembakaran berupa Karbondioksida (CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;), Dinitoksida (N&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O), Metana (CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;), Sulfurheksafluorida (SF&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;), Perfluorkarbon (PFC&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;) dan Hidrofluoro karbon (HFC&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;) menyelimuti atmosfer sehingga radiasi matahari tidak seluruhnya dapat dipantulkan dan terperangkap di bumi. Efek rumah kaca diakibatkan oleh pembakaran gas kendaraan bermotor, penggunaan gas untuk memasak dan penggunaan bahan bakar fosil, seperti minyak dan batubara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 34.5pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Di awal telah disebutkan beberapa hal yang ditimbulkan dari pemanasan global. Kengerian ini masih akan terus bertambah, seperti yang dilaporkan oleh majalah &lt;i&gt;Time &lt;/i&gt;(edisi 1 Oktober 2007), bahwa lapisan es di Kutub Utara menyusut lebih dari 20 persen dalam 25 tahun terakhir dan akan terus terjadi sampai hanya menyisakan 20 persen lapisan es saja pada 2040. Saat itu Indonesia diperkirakan akan kehilangan 2000 pulaunya yang tenggelam. Pertengahan November kemarin pun warga Jakarta dikejutkan dengan meluapnya air laut hingga menyerupai fenomena banjir yang biasa terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 34.5pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Masih banyak kejadian lain yang semakin mendekatkan kepada kita apa yang difirmankan ALLAH SWT dalam dua ayat di muka, “Laut Memanas dan Meluap”. Bukankah suatu yang sangat cocok antara penjelasan tekstual dan kontekstual?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;c. Pemahaman dan Pertobatan Secara Komferehensif (Kaffah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Abdul Mu'ti, mengajak para ulama dan seluruh umat manusia untuk melakukan langkah bersama dalam mengantisipasi fenomena pemanasan global ini tanpa terjebak pada pemahaman yang dikotomi, membedakan antara urusan dunia dan urusan akhirat, serta tidak memilah-milah antara pemahaman tekstual dan kontekstual, &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; kedua pemahaman ini bisa sinkron. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Selanjutnya, tak cukup dengan hanya menyerahkannya kepada takdir ALLAH SWT, karena segala kerusakan yang ada di bumi ini merupakan akibat ulah manusia itu sendiri, jadi selagi kita dapat memperbaikinya atau setidaknya meminimalisir segala kerusakan masih mungkin kita merubahnya. ALLAH SWT berfirman :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;= : &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;ظهرالفسد فى البر والبحر بماكسبت ايدى الناس ليذيقهم بعض الذى عملوا لعلهم يرجعون = &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;الروم&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;“Tampaklah kerusakan di daratan dan di lautam dikarenakan perbuatan (buruk) tangan-tangan manusia, agar mereka merasakan sebagian dari apa-apa yang mereka perbuat dan agar mereka kembali.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;(QS. Ar-Rum, 30 : 41)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Kembali Imam as-Suyuthi mengutip penafsiran Ibnu Abbas tentang ayat ini. Ibnu Abbas menyatakan tentang akan berkurangnya keberkahan karena amal buruk manusia dan mereka tidak bertaubat. Al-Hasan menambahkan bahwa ALLAH akan membinasakan manusia karena dosa-dosa dan perbuatan buruk mereka baik di daratan maupun di lautan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Selaras dengan pernyataan di atas, Eep Saepulloh Fatah mengajak kita untuk melakukan pertaubatan bersama. Fatah menyebutkan tiga kesalahan dalam pengelolaan lingkungan, yaitu, pertama membiarkan pemanfaatan sumber daya alam terbarukan” melebihi laju regenerasinya. Misalnya, eksploitasi hutan yang tak terkontrol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Kedua, penipisan “sumber daya tak terbarukan” tanpa dibarengi pengembangan substitusinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Misalnya, eksploitasi bahan bakar fosil tanpa menyiapkan bahan bakar alternatif.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 35.25pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;Ketiga, produksi limbah melebihi kemampuan asimilasi lingkungan. Kasus sampah di sekitar kita hampir tak pernah menemukan solusi.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;" lang="FI"&gt;Bila kita menggambarkan segala permasalahan lingkungan yang kita rasakan dan memikirkan solusinya, sepertinya sangat sulit untuk melakukannya. Tapi, bukankah Islam telah mengajari kita untuk tidak berbuat boros (&lt;i&gt;tabdzir&lt;/i&gt;), sederhana dan menghargai ekosistem yang ada di sekitar kita. Segala kerusakan ini terjadi karena manusia menjadi serakah dan tidak memperhatikan lingkungannya. Marilah kita kembali melakukan introspeksi, tabat dan melakukan hal-hal strategis sebelum segalanya terlambat. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Wallahu a'lam bisshawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis adalah Mantan Ketua Umum PII (Pelajar Islam Indonesia) Kota Bandung 2001-2002&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-4746731484883303258?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/4746731484883303258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=4746731484883303258' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4746731484883303258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4746731484883303258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2008/01/laut-memanas-dan-meluap.html' title='LAUT MEMANAS DAN MELUAP'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R35IpuPFJVI/AAAAAAAAAKw/qjCCOP7y9Vc/s72-c/4JJI+di_lihat_Dari_satelit_apollo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-4648912937940335720</id><published>2007-12-31T02:56:00.000-08:00</published><updated>2007-12-31T03:24:07.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Undangan'/><title type='text'>Pelatihan Environmentalis GSM WALHI Jabar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R3jRB-PFJRI/AAAAAAAAAKQ/0XelHRb45d0/s1600-h/bandung+utara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R3jRB-PFJRI/AAAAAAAAAKQ/0XelHRb45d0/s400/bandung+utara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150096005714486546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Bandung Utara Pencitraan via satelit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pelatihan environmentalis  GSM Jabar  akan dilaksanakan kembali pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari / Tanggal : Sabtu-Minggu, 5-6 Januari 2008&lt;br /&gt;Tempat             : Kantor Walhi Jabar JL.Bengawan 82 Bandung&lt;br /&gt;                 Telp 022- 7275574&lt;br /&gt;Waktu               : 08.00 - 03.00&lt;br /&gt;Cp                      : Apipudin 0856.2158559&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa dateng tepat waktu dan ditunggu kehadirannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-4648912937940335720?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/4648912937940335720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=4648912937940335720' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4648912937940335720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4648912937940335720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/12/pelatihan-environmentalis-gsm-walhi.html' title='Pelatihan Environmentalis GSM WALHI Jabar'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R3jRB-PFJRI/AAAAAAAAAKQ/0XelHRb45d0/s72-c/bandung+utara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-733046974909722478</id><published>2007-12-31T02:31:00.000-08:00</published><updated>2007-12-31T02:32:38.546-08:00</updated><title type='text'>PERBEDAAN ”HUKUM ISLAM” DENGAN HUKUM MODERN</title><content type='html'>&lt;div id="1evn" class="ArwC7c ckChnd"&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Didalam islam, tradisi hukum merupakan tradisi yang sangat kaya. Tradisi ini telah melahirkan beribu-ribu kitab fiqh yang mengatur setiap aspek permasalahan. Islam merupakan agama kedua yang sangat legalistik setelah yahudi. Meskipun umat islam meyakini bahwa tradisi islam merupakan tradisi pertengahan antara tradisi yahudi yang legalistik dan tradisi nasrani yang non-legalistik, akan tetapi kecenderungan pertama nampaknya lebih menonjol. Bebarapa kelompok dari umat ini meyakini bahwa hanya dengan menerapkan hukum-hukum tersebut umat islam mampu meraih kejayaan sebagai &lt;i&gt;khairu ummah&lt;/i&gt; seperti yang dijanjikan tuhan. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Dalam benak beberapa kelompok islamis, hukum islam memiliki kesakralan yang tidak bisa diganggu gugat. Terutama menyangkut hukum yang diatur dengan ayat-ayat yang qath’i. Melawan atau memberikan tafsiran lain terhadap ayat-ayat tersebut bisa dianggap sebagai kekufuran. Meski demikian, masyarakat islam secara luas kurang begitu bersemangat dengan isu penerapan hukum islam ini. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Di dunia islam sendiri, beberapa negara yang mencoba menerapkan syariat islam dalam ruang publik selalu menghadapi banyak pergolakan. Tidak jarang penerapan hukum islam harus dikawal dengan pemerintahan yang represif agar tidak menimbulkan banyak pertentangan. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Kenyataan lain yang juga merupakan pil pahit bagi masyarakat muslim adalah: keberadaan &lt;i&gt;rival&lt;/i&gt; mereka di barat. Masyarakat disana bisa mencapai kemajuan tanpa harus mengait-ngaitkan dengan agama apalagi hukum tuhan. Masyarakat barat sudah lama meninggalkan keterkaitan agama dengan hal-hal duniawi. Bagi beberapa kelompok islamis, kenyataan ini merupakan aib bagi islam dan agama itu sendiri. Oleh karena itu, tidak henti-hentinya beberapa kelompok ekstrim dari umat ini mencela kebobrokan masyarakat barat, mencari-cari aibnya dan tidak lupa mencerca segala apapun yang berasal dari barat seperti HAM, demokrasi, sistem hukum modern , dan nasionalisme.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Disini saya ingin sedikit menjelaskan perbedaan pandangan antara hukum islam dengan hukum modern atau sistem hukum barat. Yang mana keduanya melahirkan perbedaan yang besar pula didalam masyarakat yang menerapkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, Teori hukum modern memiliki karakter tersendiri. Sifat dari hukum modern adalah fleksibel dan mampu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Karena tidak mengenal sakralitas apapun, hukum modern bisa dibuat dan dirubah sesuai dengan keperluan. Hal ini lah yang sering menjadi tuduhan kaum ”fanatik islam&lt;b&gt;”&lt;/b&gt; bahwa hukum modern (”hukum buatan manusia” dalam terminologi mereka, sebagai lawan dari hukum buatan Allah yang mereka anggap lebih unggul) selalu berubah sesuai dengan kehendak nafsu manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Akan tetapi, meski hukum positif mengalami banyak perubahan, perubahan tersebut tidak bisa dibuat seenak perutnya. Pembuatan atau perubahan Undang-undang selalu harus melibatkan partisipasi warga masyarakat melalui para wakilnya di parlemen. Proses inilah yang kemudian akan melahirkan &lt;i&gt;check and balance&lt;/i&gt;, yang akan menjadi penilai apakah undang-undang tersebut sesuai dengan maslahat rakyat banyak atau tidak. Oleh karena itu, pembuatan atau perubahan suatu undang-undang sering berjalan a lot dan kadang menimbulkan banyak kekisruhan. Namun dibalik itu semua, akan timbul kepuasan, karena undang-undang yang lahir merupakan hasil konsesus. Bila tidak ada kepuasan dikemudian hari, kita bisa mengajukan untuk diadakannya suatu &lt;i&gt;judicial review&lt;/i&gt; atau uji materi. Hal itu semua bisa dilakukan tanpa harus merasa khawatir kita telah melanggar batas-batas ketentuan tuhan. Karena sekali lagi hukum positif atau hukum modern tidak memiliki keskaralan apapun. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Karakter lain yang membedakan hukum modern dengan hukum agama adalah, dilihat dari isi atau materi yang dikandungnya. Hukum modern dibuat atas dasar kepentingan dan maslahat bersama. Apa yang menjadi kebaikan bagi rakyat banyak maka hal itulah yang diundangkan. Hukum modern tidak memandang dirinya mengetahui segala hal. Ada batas-batas dimana hukum tidak bisa menjawab semua persoalan yang ada dan diperlukan ketentuan baru untuk mengaturnya. Sedangkan, kelompok-kelompok islam yang memaksa ingin menerapkan hukum islam, memandang bahwa hukum tersebut tahu akan semua kebutuhan manusia, dan tahu apa yang baik dan tidak baik bagi manusia. Dalam pandangan yang lebih ekstrim, penerapan hukum tuhan secara &lt;i&gt;kaafah&lt;/i&gt; dipandang sebagai jalan|(satu-satunya) untuk mencapai kemajuan dunia islam. Para fundamentalis ini memandang hukum islam sebagai bagian sistem islam yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para penganut pemahaman seperti ini biasanya sangat keras dengan mereka yang tidak sepaham. Apa yang membedakan diantara kelompok-kelompok seperti: &lt;i&gt;salafi&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;hizbut tahrir&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;ikhwanul muslimin&lt;/i&gt; hanyalah manhaj atau metodenya saja. Namun, pandangan mereka terhadap hukum islam nyaris sama. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Yang terakhir apa yang membedakan hukum islam dengan hukum modern adalah, hukum islam mengatur semua aspek kehidupan dari mulai urusan pribadi (private) sampai dengan urusan publik (namun saya ragu apa benar hukum islam mengatur semua hal, kenyataannya banyak hal yang hukum islam masih absen didalamnya seperti teknologi informasi, perdagangan bebas, aplikasi teknologi dalam kehidupan manusia, paling banter fatwa yang keluar hanya seputar ini boleh ini haram tanpa ada penjelasan mendetail yang bisa mencerdaskan). Gonjang-ganjing perubahan Undang-undang penanaman modal bisa kita ambil sebagai contoh yang menarik. Undang-undang investasi atau penanamn modal ini sangatlah penting karena menyangkut kehidupan perekonomian rakyat banyak. Namun, kebanyakan para penyeru syariat islam &lt;i&gt;speechless&lt;/i&gt; dengan isu yang satu ini . Kalaupun ada (seperti hizbut-tahrir misalnya) mereka umumnya hanya meneriakan argumen dan slogan-slogan lama kalau undang-undang penanaman modal tersebut hanya merugikan rakyat dan hanya berpihak kepada pemodal atau kapitalis. Slogan-slogan demikian hanyalah repetisi dari jargon-jargon kaum kiri, yang kalau mau jujur saya masih bisa mengapresiasi kritik kaum kiri karena argumen yang mereka lontarkan jauh lebih baik ketimbang kelompok islamis. Kelompok-kelompok islam hanya latah ikut menentang undang-undang penanaman modal tanpa tahu persis duduk perkaranya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Lebih jauh lagi, dalam pandangan kaum islamis, apa yang dianggap sebagai fardhu ‘ain atau yang menyangkut halal-haram, maka hal tersebut boleh di interfensi. Kalau perlu dengan menggunakan aparatus negara seperti polisi. Meskipun hal tersebut menyangkut urusan yang sifatnya pribadi atau private. Contohnya, jika anda tidak sholat, maka anda akan dihukum karena menelantarkan kewajiban agama yang telah diatur oleh negara. Didalam hukum modern agama atau keyakinan seseorang dimasukan kedalam wilayah private yang negara tidak berhak ikut campur mengurusnya. Begitu juga masalah pakaian, pergaulan dan masih banyak lagi. Ada kesan bahwa hukum islam yang ingin diterapkan kelompok islamis menghendaki keseragaman, baik bagi pemeluknya maupun warga negaranya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Sedangkan, hukum modern lebih menekankan pada pengaturan hukum publik. Hanya hukum publik saja yang diatur dan dapat di intervensi oleh pemerintah. Adapun yang menjadi kepentingan pribadi diatur oleh masing-masing individu (pembagian hukum publik dan private merupakan ciri khas dari sistem hukum eropa kontinental. Namun demikian, sistem hukum &lt;i&gt;anglo saxon&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;common law&lt;/i&gt; memiliki karakter yang sama meski tidak menyebutkan hukum private secara eksplisit). Kalaupun diatur dalam peraturan tertentu, maka penyelesaiannya kembali pada individu masing-masing. Dalam hal ini negara hanya memfasilitasi saja. Hukum modern tidak mengatur secara detail apa yang termasuk kedalam wilayah pribadi seperti keyakinan beragama, masalah pakaian, etika pergaulan atau keluarga. Hal-hal tersebut cukup dikembalikan pada pada individu dan masyarakat masing-masing. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Saya rasa, faktor ketiga inilah yang paling penting. ketika negara tidak mengintervensi kehidupan pribadi warganya, maka warga memiliki kebebasan untuk berbuat banyak hal tanpa harus merasa diawasi. Kebebasan individu merupakan pra-syarat utama kemakmuran suatu bangsa. Kemajuan negara-negara industri modern adalah karena negara disana tidak mengintervensi kehidupan pribadi warganya secara mendetail.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Sistem hukum barat ini termasuk salah satu lembaga yang penting dalam kehidupan modern. Hal ini dikarenakan, sistem hukum barat memiliki keluwesan yang tidak dimiliki oleh hukum agama atau hukum islam. Yang lebih penting lagi, perdebatan yang terjadi didalam proses pembuatan atau perubahan hukum modern yang sekuler ini tidak membawa pada efek yang serius seperti pengkafiran atau label sesat lainnya. Perdebatan seputar hukum modern dianggap sebagai suatu yang wajar sehingga dapat merangsang ide-ide cemerlang dalam merumuskan kemaslahatan bersama. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Saya rasa, dunia islam kurang menyadari bagaimana unggulnya sistem hukum yang modern dalam hal yang satu ini. Keinginan beberapa negara arab yang kaya (seperi saudi) dengan memberikan beasiswa untuk belajar agama dan teknologi; kemungkinan tidak akan tercapai jika tanpa didasari oleh pemikiran kritis yang hanya ada dalam ilmu-ilmu sosial termasuk sistem hukum modern didalamnya.&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#888888;"&gt; --&lt;br /&gt;Posting oleh  Andriyansyah  ke  &lt;a href="http://gsmjabar.blogspot.com/2007/12/perbedaan-hukum-islam-dengan-hukum.html" target="_blank"&gt;Green Student Movement Jawa Barat&lt;/a&gt;  pada  12/31/2007 12:16:00 AM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-733046974909722478?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/733046974909722478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=733046974909722478' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/733046974909722478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/733046974909722478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/12/perbedaan-hukum-islam-dengan-hukum_31.html' title='PERBEDAAN ”HUKUM ISLAM” DENGAN HUKUM MODERN'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-5933091468840785513</id><published>2007-12-31T02:20:00.000-08:00</published><updated>2007-12-31T02:21:25.885-08:00</updated><title type='text'>basic principles</title><content type='html'>basic principles...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-5933091468840785513?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/5933091468840785513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=5933091468840785513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/5933091468840785513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/5933091468840785513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/12/basic-principles.html' title='basic principles'/><author><name>lutfi says..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11320487316622568596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-4294413837908901048</id><published>2007-12-27T03:08:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T03:13:50.337-08:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh dari Bali: Skema REDD dan Climate Justice</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R3OI3OPFJMI/AAAAAAAAAJk/Tgv2sgulO9o/s1600-h/Emissions_5-6-5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R3OI3OPFJMI/AAAAAAAAAJk/Tgv2sgulO9o/s400/Emissions_5-6-5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148609281310139586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berbagai macam cara dan perkara tentang penyelamatan bumi dari pemanasan global ini sudah banyak dilakukan baik dari LSM, aktivis lingkungan, pemerintah, para ahli, hingga para artis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Begitu menakutkannya dampak perubahan iklim tersebut, sehingga berbagai seruan yang seragam bahwa bumi harus segera diselamatkan dari bencana perubahan iklim ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;REDD yang menyilaukan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berbagai proyek mitigasi (pengurangan) gas rumah kaca pun ditawarkan. Solusi-solusi mulai dari mekanisme pembangunan bersih atau &lt;i&gt;Clean Development Mechanism&lt;/i&gt; &lt;i&gt;(CDM)&lt;/i&gt; &lt;span&gt; &lt;/span&gt;hingga pencegahan deforestasi atau &lt;i&gt;Avoided Deforestation&lt;/i&gt; &lt;i&gt;(AD)&lt;/i&gt; yang mengacu pada pencegahan atau pengurangan hilangnya hutan dengan maksud untuk menurunkan emisi gas yang akan mengakibatkan pemanasan global, yang mana hal ini kemudian menjadi isu kunci dalam setiap debat kebijakan tentang perubahan iklim. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Badan ilmiah dari konvensi kerja kerangka kerja PBB untuk perubahan iklim &lt;i&gt;(United Nation Framework Convention on Climate Change/UNFCCC)&lt;/i&gt; telah membuat laporan tantang bagaimana mancapai target penurunan emisi dari deforestasi &lt;i&gt;(Reduced Emissions from Deforestations/RED&lt;/i&gt;) yang telah disampaikan pada konferensi negara-negara pihak &lt;i&gt;(COP)&lt;/i&gt; kemarin di Bali. Para pendukung &lt;i&gt;RED&lt;/i&gt; menginginkan insentif bagi konservasi hutan menjadi instrumen perdagangan Protokol Kyoto pada fase berikutnya (2012). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dengan adanya mekanisme semacam ini Bank Dunia berusaha menjadi badan Internasional utama yang memimpin inisiatif global &lt;i&gt;RED&lt;/i&gt;. Pada pertengahan 2007, badan ini meminta kelompok negara-negara industri anggota G8 untuk memberi dukungan politik dan pendanaan terhadap rencana baru Bank Dunia yaitu fasilitas kemitraan karbon hutan atau &lt;i&gt;Forest Carbon Partnership Facility (FCPF)&lt;/i&gt; yang akan menjadi skema percontohoan untuk mengurangi emisi dari deforestasi dilima negara tropis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ide dasar dari &lt;i&gt;AD&lt;/i&gt; adalah negara-negara utara membayar negara-negara selatan untuk mengurangi penggundulan hutan dalam wilayah negara mereka. Salah satu usulan adalah dengan memberi bantuan keuangan untuk kepentingan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kemudian semakin di sadari bahwa deforestasi khususnya di hutan tropis, menyumbang antara 18 sampai 20% dari seluruh gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; global pertahun dan dibeberapa negara seperti Brazil, angkanya diatas 75% dari CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; tahunan yang berasal dari aktivitas manusia. Sebagai konsekuensinya, berkembanglah kesepakatan internasional bahwa kebijakan-kebijakan dimasa depan untuk memerangi perubahan iklim harus mengurangi deforestasi dinegara-negara tropis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beberapa pendukung dari &lt;i&gt;AD&lt;/i&gt; kemudian bukan saja mengusung tentang pencegahan deforestasi, namun juga penurunan emisi dari pencegahan degradasi hutan yakni yang dikenal sebagai &lt;i&gt;Reduced Emission from Degradation and Deforestations (REDD)&lt;/i&gt;, dan Indonesia adalah salah satu negara yang ikut mendukung REDD ini. Posisi negara seperti Indonesia yang telah memiliki hutan gundul dan kerusakan hutan yang parah akibat industri kayu juga mendukung kegiatan penanaman kembali dan pemulihan dibawah skema pencegahan deforestasi. Dengan adanya skema ini diharapkan konstribusi emisi dari deforestasi khususnya pada hutan hujan tropis yang mencapai 20% dari total emisi karbon di atmosfir dapat dikurangi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berbicara tentang &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; seperti yang dikatakan oleh Tom Griffiths dan &lt;i&gt;Forest People Programme &lt;/i&gt;menggambarkan bahwa &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; adalah sebagai suatu proposal yang menawarkan kewajiban membayar bagi negara-negara utara kepada negara-negara selatan guna mengurangi penggundulan hutannya, dibawah sistem global perdagangan karbon, menjual karbon yang tersimpan dihutan mereka kepada negara-negara utara sehingga industri-industri di utara dapat melakukan pencemaran seperti biasa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Memang skema &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; ini sangat menyilaukan mata karena dengan dijanjikan kempensasi dana hingga US$3,75 miliar (Rp33,75 triliun) pertahun dari negara-negara maju dan diharapkan mampu menyelesaikan masalah &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kerusakan hutan, lewat program proyek &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; tersebut. Akan tetapi pertanyaannya apakah mekanisme &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; ini dapat menjadi solusi yang tepat ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mengapa mempersoalkan skama &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah siapa yang diuntungkan dari skema &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mekanisme yang ditawarkan oleh &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; mungkin akan menggiurkan bagi para aparat pemerintah dengan adanya dana kompensasi tersebut, apalagi dengan adanya otonomi khusus yakni adanya hak khusus yang diberikan pemerintah daerah untuk dapat mengelola hutannya sendiri. Persoalan yang muncul adalah banyak dari proposal &lt;i&gt;AD &lt;/i&gt;yang tidak secara jelas lembaga apa, kelompok atau perorangan yang akan menerima pembayaran kompensasi dibawah skema &lt;i&gt;RED &lt;/i&gt;internasional. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sedang dalam hal ini Indonesia mengajukan proposal menyatakan bahwa dana kompensasi bisa dibagikan kepada otoritas pengelola kawasan lindung, perusahaan kayu ”bersertifikat”, yang menerapkan manajemen hutan lestari &lt;i&gt;(sustainable forest management/SFM)&lt;/i&gt;, inisiatif memberantas &lt;i&gt;illegal logging/ &lt;/i&gt;penebangan liar, skema pembayaran jasa lingkungan &lt;i&gt;(payment for envireomental service/PES)&lt;/i&gt; dan manajemen hutan berbasis masyarakat, walaupun proposal Indonesia tidak menjelaskan secara terperinci kelompok mana atau orang yang akan menerima dana dan inisiatif-inisiatif tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dengan sedikitnya skema &lt;i&gt;AD&lt;/i&gt; yang kongkrit dalam pelaksanaannya, sampai saat ini masih sangat jauh program &lt;i&gt;AD&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;RED&lt;/i&gt; ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat ditingkat lokal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Setidaknya ada beberapa masalah dalam skema &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; yang dapat dipersoalkan, pertama berlangsungnya program &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; di Indonesia hanya akan membuat adanya broker karbon ditengah-tengah pemerintah daerah pemilik hutan apalagi dengan adanya otonomi daerah yang mana hak pemerintah daerah untuk mengelola hutan. Beberapa hasil kajian, sejumlah calo atau broker karbon sudah menembus taraf gubernur terkait proses &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt;. Selain itu belum adanya mekanisme dan proses sertifikasi yang jelas akan menjadi celah yang bisa dimanfaatkan para broker tersebut untuk mendapatkan keuntungan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kedua, mengutip dari M. Riza Damanik, mekanisme &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; ini menawarkan kepada negara-negara yang memiliki hutan untuk menjaga dan mengunci hutannya dengan imbalan imbalan uang. Resiko yang akan muncul dana-dana &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; ini akan dipakai oleh negara untuk melengkapi lembaga perlindungan hutan dengan sejumlah mobil &lt;i&gt;jeep&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;walky talky&lt;/i&gt;, persenjataan, helikopter dan &lt;i&gt;GPS&lt;/i&gt; dengan pendekatan ”senjata dan penjaga” dengan cara ini mengukuhkan kontrol negara dan swasta atas hutan. Kalo melihat tawaran ini tentunya sangat banyak yang dirugikan karena hal ini akan membatasi akses dan partisipasi masyarakat lokal terhadap hutan, belum lagi mayarakat yang tinggal diskitar hutan dan penghidupannya mengandalkan dari hasil hutan, bila akses terhadap hutan mereka dibatasi maka akan dikemanakan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalam kasus Indonesia sebagai negara kepulauan, dimana pemerintah sedang berencana untuk mengalokasikan 37,5 juta hektar hutan yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua, tentu akan menjadi ancaman serius bagi mereka yang tinggal disekitar kawasan hutan tersebut. Tentunya ancaman tidak hanya merugikan dalam aspek finansial semata, namun juga pada aspek ketersediaan dan kedaulatan rakyat Indonesia atas suatu wilayah hutan tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketiga, proposal &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; justru membuka kesempatan kepada pengusaha kehutanan untuk turut mendapat insentif dari mekanisme yang ditawarkan yakni berlandas kepada kekuatan legal formal yang dimiliki atas suatu konsesi kawasan hutan tertentu (seperti HPH, HTI dan perkebunan) melalui itikad pengurangan atau penghentian pemanfaatan kawasan konsesi hutan yang dimiliki oleh setiap pengusaha. Dengan begini, bukan masyarakat disekitar hutan yang mendapat keuntungan dari &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt;, tapi justru mereka para pengusaha yang mendapatkan keistimewaan dari &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; dalam hal finansial, dan sekaligus terbebas dari tanggung-jawab mutlak terhadap kerusakan hutan dan lahan yang telah dilakukan sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beberapa contoh kasus dapat kita lihat yang terjadi di Uganda dan Ekuador misalnya, telah terjadi penyingkiran ribuan komunitas lokal dari hutan akibat privatisasi hutan oleh perusahaan-perusahaan dari negara maju yang dipelopori oleh pemerintah setempat dengan mengatasnamakan konservasi yang bertujuan penyelamatan iklim global. Dan yang terakhir dampak dari skema &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; yakni mengabaikan fungsi ekosistem hutan, fungsi hutan dipakai untuk penyerap karbon semata dan menyederhanakan fungsi hutan yang lebih luas seperti hutan adalah sebagai tangkapan air, sebagai ruang hidup, sebagai tempat tinggal masyarakat ada, hingga fungsi sosio-kultural yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;b  style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mengusung Climate Justice&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Skema baru yang ditawarkan seperti &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; ini tentunya bukannya akan memberikan solusi yang baik, solusi ini tidak proporsional satu sisi negara maju menikmati kenyamanan hidup dengan mengkonsumsi bahan bakar fosil dan praktek-praktek industri&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang menghasilkan emisi karbon lebih banyak, sementara negara-negara kepulauan kecil, perempuan, generasi muda, komunitas pesisir, komunitas lokal, masyarakat adat, kelompok nelayan, masyarakat miskin, khususnya di negara berkembang harus berjuang lebih keras untuk menghadapi dampak perubahan iklim, analogi yang sederhana mungkin seperti ini negara maju yang buang air besar di toilet lalu negara berkembanglah seperti (Indonesia) yang harus membersihkan isi toiletnya dan dibayar dengan uang receh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Kemudian pertanyaan yang mucul adalah dimanakah letak suatu keadilan? Sebuah ketidakadilan bila penduduk lokal yang selama ini memanfaatkan hutan secara lestari harus tersingkir dari sumber-sumber kehidupannya bahkan dikorbankan pula hak hidupnya atas nama konservasi dan penyelamatan iklim bumi. Dimana hak-hak masyarakat adat ketika hak-hak atas hutan sebagai tempat penghidupan meraka bila harus dibatasi oleh pihak swasta dan pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:12;"&gt;Seharusnya yang perlu diusung oleh negara Indonesia sebagai tuan rumah &lt;i&gt;COP 13 UNFCCC&lt;/i&gt; kemarin adalah suatu gerakan reduksi emisi karbon yang berkeadilan &lt;i&gt;(climate Justice&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:12;"&gt;Apa yang menjadi tujuan &lt;i&gt;climate justice&lt;/i&gt;? Telah kita ketahui juga bahwa model-model yang diterapkan selama ini dalam memerangi pemanasan global dan adanya upaya global yang dilakukan selama 12 tahun terakhir untuk mengurangi dampak pemanasan global ternyata adalah suatu bukti kegagalan dan belum lagi mekanisme &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; yang sangat merugikan masyarakat, dengan adanya skema &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; ternyata hanya menguntungkan untuk pihak-pihak swasta atau perorangan semata terutama dari negara-negara maju.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:12;"&gt;Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi kritis yang harus dilakukan seperti evaluasi terhadap model ekonomi politik global yang didukung oleh beragam instrumen politis multilateral. Maka dari itu perlunya keadilan iklim disini dalam proses &lt;i&gt;UNFCCC&lt;/i&gt; yang berlangsung di Bali kemarin adalah untuk memahami konteks tersebut dan untuk memberikan sejumlah argumen kunci sebagai solusi dari masalah diatas. Selain itu &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Keadilan iklim menegaskan bahwa upaya-upaya penanganan perubahan iklim yang dilakukan tidak membahayakan komunitas lokal dalam lingkup yang luas, menghormati hak masyarakat adat dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;hak-hak generasi muda.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Setidaknya ada 4 fokus area yang di perhatikan dari &lt;i&gt;climate justice&lt;/i&gt;: &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, human Security, pada dasarnya masalah penanganan perubahan iklim ini tidak boleh membahayakan masyarakat luas dan harus selaras dengan deklarasi mengenai HAM. Mengacu pada hal ini dengan adanya skema &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; harus dicermati lebih seksama apakah hal ini dapat mengancam aspek &lt;i&gt;human security&lt;/i&gt;. Seperti yang sudah dijelaskan diatas tentang dampak dari mekanisme &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt;. Mengacu data yang dikemukan oleh Walhi pelanggaran HAM terhadap penduduk lokal dalam proyek konservasi lahan juga telah sering terjadi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:12;"&gt;Setidaknya telah terjadi 356 konflik yang melibatkan penduduk lokal, negara, perusahaan perkebunan dan kehutanan sepanjang tahun 2003 hingga 2007 yang tersebar di 27 provinsi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; utang termasuk utang ekologis,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tanpa menyelesaikan masalah utang, keadilan Iklim sulit untuk diwujudkan. Pengakuan atas prinsip hutang ekologis, yaitu bahwa pemerintah negara industri dan perusahaan lintas negara lah yang sebenarnya berhutang kepada dunia atas pencemaran yang dilakukan. Selain itu industri bahan bakar fosil dan industri ekstraktif harus bertanggung jawab secara hukum untuk seluruh dampak yang terkait dengan produksi gas rumah kaca dan polutan. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Ketiga &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;masalah produksi dan konsumsi, akar dari masalah perubahan iklim dan masalah lingkungan lainnya adalah masalah adalah praktek produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan, khususnya terjadi terutama di negara-negara Utara, dan juga kaum elit di negara-negara Selatan. Selain itu peran perusahaan-perusahaan lintas negara yang menerapkan pola produksi dan konsumsi serta gaya hidup yang tidak berkelanjutan, baik ditingkat nasional dan internasional yang sangat besar harus dibatasi. Perlu dilakukan moratorium eksplorasi dan eksploitasi bahan bakar fosil; moratorium konstruksi pembangkit tenaga nuklir; penghentian penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir; serta moratorium konstruksi skema pembangkit listrik tenaga air skala besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;i&gt;land tenure&lt;/i&gt; (hak Atas Lahan), diperlukan model sosial-ekonomis yang menjamin hak-hak mendasar untuk mendapatkan udara bersih, tanah, air, makanan, dan ekosistem yang sehat. Bukannya mengusir masyarakat dari tanah tempat bergantung hidup dengan alasan mengurangi emisi. Demikian juga hak Masyarakat Adat untuk memiliki keputusan sendiri, dan hak mereka untuk mengatur lahan, termasuk lahan, wilayah, dan sumber daya bawah permukaan (&lt;i&gt;sub-surface&lt;/i&gt;), serta hak untuk perlindungan atas segala aksi atau tindakan yang bisa menghancurkan atau merusak wilayah dan cara hidup mereka harus diakui.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Memang sangat membingungkan ketika berbicara dan mempromosikan tentang pencegahan deforestasi yang dilakukan oleh kepala-kepala negara dan para delegasi pemerintah di &lt;i&gt;UNFCCC&lt;/i&gt; tanpa mereka menyinggung atau memberi keprihatianan-keprihatinan kepada masalah-masalah dan dampak skema dari &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; yang disebutkan diatas. Pendek kata upaya dari mitigasi melalui mekanisme &lt;i&gt;REDD&lt;/i&gt; ini perlu dan harus tetap secara jelas melibatkan partisipasi masyarakat adat dan para pemangku hutan yang sangat berpotensi terkena dampak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Penulis adalah mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional tingkat akhir dan Alumni &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Green Student Movement (GSM)&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt; Walhi Institute&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-4294413837908901048?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/4294413837908901048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=4294413837908901048' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4294413837908901048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4294413837908901048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/12/oleh-oleh-dari-bali-skema-redd-dan.html' title='Oleh-oleh dari Bali: Skema REDD dan Climate Justice'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R3OI3OPFJMI/AAAAAAAAAJk/Tgv2sgulO9o/s72-c/Emissions_5-6-5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-1066605606512456754</id><published>2007-12-16T07:24:00.000-08:00</published><updated>2007-12-16T08:04:36.410-08:00</updated><title type='text'>Dampak Buruk Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari milis tetangga&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2VL1uPFJJI/AAAAAAAAAJM/2OGlmUox7X0/s1600-h/global.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 196px; height: 261px;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2VL1uPFJJI/AAAAAAAAAJM/2OGlmUox7X0/s320/global.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144601535657092242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Menurut Profesor Chris Rapley peneliti dari British&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Antarctic Survey (BAS), pemanasan global telah mencairkan es di Antartika menjadi lebih cepat dari perkiraan semula. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam kurun waktu 50 tahun diduga lebih dari 13.000 kilometer persegi laut es di semenanjung Antartika akan hilang. "Es Antartika seperti raksasa bangun dari tidur, kemanapun ia mengalir akan kenaikan permukan air laut. Meleh es di Semenanjung Antartika telah menghilangkan lautan es yang berfungsi menahan gerekan gletser, dan gletser mengalir enam kali lebih cepat ke laut, akibatnya permukaan air laut naik sebanyak 15 persen atau 2 mm setiap tahun di seluruh dunia," ujar Chris Rapley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ilmuwan Jonathan Gregory dari University Readingmenjelaskan, jika pemanasan global terus berlangsung,dalam kurun waktu 1.000 tahun lapisan es di &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1197817853_0"&gt;&lt;span style="color: rgb(85, 85, 68);"&gt;Greenland&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;akan hilang. Tahun 2350 nanti suhu akan naik 8 derajatdan permukaan air laut diseluruh dunia akan naiksekitar tujuh meter. Kondisi yang menakutkan, dan perlu diwaspadai oleh penduduk bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Para ilmuan memprediksi, akibat dunia menjadi lebihpanas, jumlah orang terkena penyakit dan meninggalstress karena panas menjadi meningkat. Wabah penyakitdi daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkannyamuk dan hewan akan menimbulkan penyakit lainnya, dan akan meluas ke daerah lain. Saat ini jumlah orangmeninggal karena malaria meningkat 60%. Tidak itu saja, penyakit alergi dan penyakit saluran pernafasan karena udara panas juga meningkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; 4. Menurut Menurut Farah Sofa, Deputi Direktur Walhi,&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Selain mempercepat proses pencairan es di Antartika,&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;pemanasan global juga berdampak buruk terhadap iklim&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1197817853_1"&gt;&lt;span style="color: rgb(85, 85, 68);"&gt; Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Iklim mejadi tidak menentu, susah&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; diprediksi. Tidak itu saja, hutan menjadi mudah&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;terbakar, begitu juga dengan hutan &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" id="lw_1197817853_2"&gt;&lt;span style="color: rgb(85, 85, 68);"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-1066605606512456754?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/1066605606512456754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=1066605606512456754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/1066605606512456754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/1066605606512456754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/12/dampak-buruk-pemanasan-global.html' title='Dampak Buruk Pemanasan Global'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2VL1uPFJJI/AAAAAAAAAJM/2OGlmUox7X0/s72-c/global.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-7286873818271347907</id><published>2007-12-16T06:30:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T03:23:34.212-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto-Foto'/><title type='text'>Foto foto GSM Jabar di UNFCCC Bali Des  2007</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2VBA-PFJEI/AAAAAAAAAIk/uBpHYytWA6A/s1600-h/a.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2VBA-PFJEI/AAAAAAAAAIk/uBpHYytWA6A/s320/a.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144589634302714946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U_yePFI_I/AAAAAAAAAH8/EZb6CicTnpw/s1600-h/DSC05869.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U_yePFI_I/AAAAAAAAAH8/EZb6CicTnpw/s320/DSC05869.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144588285682983922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U_yuPFJAI/AAAAAAAAAIE/dzl5lFQBdvk/s1600-h/DSC05886.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U_yuPFJAI/AAAAAAAAAIE/dzl5lFQBdvk/s320/DSC05886.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144588289977951234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U_zOPFJBI/AAAAAAAAAIM/CMLAN1AtKhE/s1600-h/DSC05888.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U_zOPFJBI/AAAAAAAAAIM/CMLAN1AtKhE/s320/DSC05888.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144588298567885842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;With Gus Pur News.Com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U_zePFJCI/AAAAAAAAAIU/6c6um8prdvk/s1600-h/S8002407.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U_zePFJCI/AAAAAAAAAIU/6c6um8prdvk/s320/S8002407.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144588302862853154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dian Sastro Peduli lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U_z-PFJDI/AAAAAAAAAIc/TcwUdSn0A10/s1600-h/S8002440.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U_z-PFJDI/AAAAAAAAAIc/TcwUdSn0A10/s320/S8002440.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144588311452787762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kendi n Friends lagi beraksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U6_-PFI6I/AAAAAAAAAHU/HWQhThJ1sYw/s1600-h/DSC05761.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U6_-PFI6I/AAAAAAAAAHU/HWQhThJ1sYw/s320/DSC05761.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144583020053078946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U7AOPFI7I/AAAAAAAAAHc/CVAS-QUOWKQ/s1600-h/DSC05826.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U7AOPFI7I/AAAAAAAAAHc/CVAS-QUOWKQ/s320/DSC05826.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144583024348046258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U7AePFI8I/AAAAAAAAAHk/5dKHIvgHYcE/s1600-h/DSC05832.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U7AePFI8I/AAAAAAAAAHk/5dKHIvgHYcE/s320/DSC05832.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144583028643013570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lagi Berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U7AuPFI9I/AAAAAAAAAHs/CEpeSBKdOmI/s1600-h/DSC05834.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U7AuPFI9I/AAAAAAAAAHs/CEpeSBKdOmI/s320/DSC05834.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144583032937980882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Warga Bandung tolak PLTSa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U7A-PFI-I/AAAAAAAAAH0/sE_HG-C1dB8/s1600-h/DSC05855.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U7A-PFI-I/AAAAAAAAAH0/sE_HG-C1dB8/s320/DSC05855.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144583037232948194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bapak Chalid Muhammad (Dir.Eksekutif Nasional Walhi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U4-uPFI5I/AAAAAAAAAHM/vOsHFe_6utY/s1600-h/IMG_0188.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U4-uPFI5I/AAAAAAAAAHM/vOsHFe_6utY/s320/IMG_0188.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144580799554986898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U4MOPFI4I/AAAAAAAAAHE/H2XBhFO5Q80/s1600-h/IMG_0126.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2U4MOPFI4I/AAAAAAAAAHE/H2XBhFO5Q80/s320/IMG_0126.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144579931971593090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa Nih......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-7286873818271347907?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/7286873818271347907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=7286873818271347907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/7286873818271347907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/7286873818271347907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/12/foto-foto-gsm-jabar-di-unccc-bali-des.html' title='Foto foto GSM Jabar di UNFCCC Bali Des  2007'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R2VBA-PFJEI/AAAAAAAAAIk/uBpHYytWA6A/s72-c/a.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-3092490338852444434</id><published>2007-12-10T07:07:00.000-08:00</published><updated>2007-12-10T07:45:16.226-08:00</updated><title type='text'>Di Jepang tak Ada UN!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R11dSeaPPDI/AAAAAAAAAG8/GZdQW_-HvWo/s1600-h/anaksekolah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R11dSeaPPDI/AAAAAAAAAG8/GZdQW_-HvWo/s320/anaksekolah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142368921509116978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Batang;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Batang;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007120802194417"&gt;http://www.lampungp ost.com/buras. php?id=200712080 2194417&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Batang;"&gt;&lt;strong&gt;H.Bambang Eka Wijaya:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;SEORANG bocah usia tujuh tahun menyandang tas sekolah sambil menangis keluar aparto--apartemen. "Kenapa anak itu menangis?" tanya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Edo&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Biasanya karena kurang enak badan, musim dingin mencekam, dia tak mau sekolah!" jelas Edi. "Tapi oleh orang tuanya dipaksa tetap sekolah!"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Gile®MDBU¯!" entak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Edo&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;. "Dia jalan sendiri tanpa diantar ibunya di pagi bersuhu tiga derajat Celsius begini?"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Begitulah pendidikan disiplin orang Jepang, dimulai sejak kanak-kanak! " jawab Edi. "Itu bagian dari usaha menanamkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi si anak, yang mendapat fasilitas dari negara sekolah gratis sembilan tahun, SD sampai SMP!"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Disiplin tinggi pun kalau kurang sehat dipaksa, tak konsentrasi akhirnya tak naik kelas!" timpal &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Edo&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Di Jepang untuk SD, SMP, dan SMA tak ada ujian semester, ujian naik kelas, bahkan tak ada ujian nasional (UN) sebagai penentu kelulusan!" jelas Edi. "Dengan guru bergaji besar setara pegawai negeri, pelajaran diberikan saksama, semua murid naik kelas! Baru saat mau masuk SMA, seleksi dilakukan sesuai dengan panduan bakat si anak atau prioritas khas sekolah!"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Sistem paduan bakatnya bagaimana?" kejar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Edo&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Beragam, ada yang mulai kelas &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;b&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; lewat membuat mainan sendiri!" jawab Edi. "Contohnya, baru-baru ini ada anak kelas &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;V&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;  &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;SD&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; membuat payung pembangkit tenaga listrik! Payung seperti parasut jika dilempar ke udara, luncurannya saat turun menghasilkan daya membuat bohlam kecil menyala! Anak seperti itu akan mendapat panduan bakat sampai perguruan tinggi!"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Anak yang tak punya bakat istimewa?" kejar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Edo&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Mereka juga mendapat panduan untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan minatnya lewat program D-3!" jelas Edi. "Jadi, yang akan masuk jalur ilmuwan ke perguruan tinggi relatif terbatas, sudah terseleksi secara alamiah sejak SD! Dengan demikian, tak semua orang bermimpi jadi sarjana! Mayoritas justru memilih bidang keahlian kerja!"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Berarti di Jepang tak ada pengangguran! " sela &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Edo&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; juga, tapi tak mencolok! Malah gelandangan juga ada, meski sedikit dekat stasiun KA Nagoya dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Tokyo&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;!" ujar Edi. "Tapi bukan karena tak ada lapangan kerja, banyak perusahaan terpaksa mendatangkan pekerja asing, bukan hanya dari &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;Asia&lt;/b&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;b&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Toyota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; malah dari Brasil!"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Apa alasan mereka menganggur atau menggelandang? " tanya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Edo&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Pilihan jalam hidup!" tegas Edi. "Orang nyentrik &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; ada di mana saja! Umumnya yang terlihat sebagai penganggur itu orang yang tak mau terikat pekerjaan tetap! Mereka memilih arbeto atau moonlighting-- kerja sambilan paro waktu! Gaji per jam cukup tinggi, sehari kerja tiga-empat jam cukup! Malah banyak anak muda Jepang dengan arbeto tiga bulan hasilnya diprogram untuk melancong ke luar negeri! Santai!"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Yang gelandangan? " kejar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Edo&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt; lagi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;"Pemerintah selalu membuka pintu, menyediakan aparto buat mereka asal mau kerja tetap!" jelas Edi. "Tapi pilihan jalan hidup, siapa bisa mengubah kecuali yang bersangkutan sendiri! Eksistensialisme absurd!"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt; ***&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-3092490338852444434?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/3092490338852444434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=3092490338852444434' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/3092490338852444434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/3092490338852444434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/12/di-jepang-tak-ada-un.html' title='Di Jepang tak Ada UN!'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R11dSeaPPDI/AAAAAAAAAG8/GZdQW_-HvWo/s72-c/anaksekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-6912632448314076107</id><published>2007-12-05T04:54:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T06:00:11.636-08:00</updated><title type='text'>Undangan Kampanye GLOBAL DAY OF ACTION</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1auuOaPO4I/AAAAAAAAAFY/E2sQO2Fjpqg/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1auuOaPO4I/AAAAAAAAAFY/E2sQO2Fjpqg/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140488133855361922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;All environmentalist..,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Perubahan iklim bukan hanya sekedar mengharuskan kita menanam pohon dan melakukan adaptasi, namun juga menuntut kita untuk bersikap kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang sekarang sedang dibahas di COP-13 UNFCCC di Bali. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perubahan iklim juga tidak hanya dapat diselesaikan hanya dengan perdagangan karbon saja, namun yang paling penting adalah bagaimana melakukan mitigasi dengan melibatkan masyarakat, terutama masyarakat yang rentan terkena dampak langsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kita perlu mendorong suara masyarakat untuk disampaikan kepada para pemimpin delegasi UNFCCC agar kesepakatan-kesepakatan yang akan dicapai, dapat mempertimbangkan masa depan generasi nanti. Agar kesepakatan yang disusun, memiliki prinsip-prinsip yang berkeadilan dan tidak hanya menguntungkan negara-negara maju saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar dan Green Student Movement, akan melakukan kampanye dan taking message dari masyarakat sebagai bagian dari agenda Global Day of Action pada :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari/tanggal&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Sabtu 8 Desember 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;jam&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;09.00 – 11.00 WIB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tempat&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Jl. Merdeka Bandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 156pt; text-indent: -156pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Acara&lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;-&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Kampanye dan penyebaran informasi &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;tentang climate justice (flyer, pin, infosheet)&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0mm 0mm 0.0001pt 144pt; line-height: 10.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;-&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Pengumpulk&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;an&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; pesan dari masyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(taking message)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0mm 0mm 0.0001pt 144pt; line-height: 10.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0mm 0mm 5pt 144pt; line-height: 10.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;-&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Performance art seniman (musik dan teater). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -36pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Kampanye ini dilakukan serentak di kota-kota lain di Indonesia pada hari dan jam yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Kami memerlukan dukungan semua lapisan masyarakat untuk terlibat dalam kampanye ini. Buatlah pesan-pesan kampanye untuk disampaikan kepada masyarakat dan kenakan kaos identitas organisasi. Untuk individu, dress code : atas putih, bawah bebas. Briefing kampanye dilakukan pada :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Hari/tanggal&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Jumat, 7 Desember 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Jam&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;13.00 WIB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;tempat&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Kantor Walhi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;Jl. Bengawan No. 82 Bandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;Ph./Fax. : 022 7275574&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Pembagian pin akan dilakukan pada hari Sabtu 8 Desember 2007 jam 7.30 WIB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Untuk informasi lebih lanjut, kontak : Opie (0817202062); Apip (08562158559)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Tunjukkan kepedulianmu...Desakkan keadilan Iklim. Dinginkan bumi mulai sekarang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-6912632448314076107?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/6912632448314076107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=6912632448314076107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/6912632448314076107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/6912632448314076107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/12/undangan-kampanye-global-day-of-action.html' title='Undangan Kampanye GLOBAL DAY OF ACTION'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1auuOaPO4I/AAAAAAAAAFY/E2sQO2Fjpqg/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-8795286474958268823</id><published>2007-12-02T09:44:00.000-08:00</published><updated>2007-12-02T11:37:43.854-08:00</updated><title type='text'>Pemanasan Global! Banyak yang bisa kita lakukan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1MJEuaPO2I/AAAAAAAAAFI/NHRx-y8GcYo/s1600-R/Global_Warming.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 228px; height: 273px;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1MJEuaPO2I/AAAAAAAAAFI/XwBShyvZ0zg/s320/Global_Warming.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5139461576542075746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Tips untuk Mempertahankan Kehidupan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Atmosfir kian menebal dan bumi semakin panas...Pemanasan global merupakan tantangan serius yang dihadapi umat manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sekarang! Bukan waktunya untuk berdiam diri dan terus menghasilkan emisi gas rumah kaca tanpa peduli....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Bumi dan seluruh kehidupannya sedang dalam krisis...Setiap langkah mengurangi emisi adalah tindakan cerdas untuk mempertahankan kehidupan kita. Langkah-langkah perubahan untuk mencegah kenaikan suhu permukaan bumi, sangat bergantung pada kerja tim,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keinginan politis dan langkah pribadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Langkah yang bisa segera dilakukan sebagai pribadi adalah perubahan gaya hidup dan perilaku kita. Mari lakukan sejak sekarang.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Beberapa ide untuk memulai:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Ganti bola lampu. Kalau bola lampu yang digunakan masih sama dengan model keluaran tahun 1878, ganti segera.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bola lampu fosfor CLF yang berbentuk seperti es krim jauh lebih hemat energi, dapat menghemat 75% energi dengan daya hidup 10 kali lebih lama dibanding bola lampu fluoroscen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Lakukan pengomposan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jangan buang sisa makanan dan sampah dapur. Cacing-cacing kecil dapat membantu mengubahnya menjadi pupuk organik yang baik bagi kebun kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Proses pengomposan organik juga menghasilkan CO2, tetapi 23 kali lebih sedikit dibandingkan proses dekomposing di tempat pembuangan sampah umum. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Jangan pernah lagi mengeluarkan alasan apapun untuk menggunakan styrofoam. Praktis, rapi atau dapat menjaga makanan tetap hangat, hanya membawa kehidupan kita berujung pada masalah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Singkirkan segera dari keseharian kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Styrofoam terbuat dari bahan bakar fosil (3,2 gram untuk membuat satu cangkir kopi styrofoam) dan membutuhkan waktu lama untuk terurai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Bawalah tas belanja pribadi yang dapat dipakai berulang kali. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Pilih bahan yang tahan lama, seperti katun. Hindari tas plastik, yang membutuhkan waktu 1.000 tahun agar dapat terurai. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Sementara satu ton kantong kertas dibuat dari sekitar 17 batang pohon dewasa.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Matikan semua peralatan listrik yang tidak digunakan, jangan biarkan dalam posisi &lt;i style=""&gt;stand by&lt;/i&gt;. Jika 1 juta rumah tangga melakukan hal ini, sekitar 150.000 ton CO2 tidak terbuang sia-sia ke atmosfir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Dukung sistem pertanian organik. Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang berpotensi untuk penyerapan karbon (&lt;i style=""&gt;carbon sinks&lt;/i&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penelitan terbaru menunjukkan 100.000 ribu pertanian organik akan menyerap keluaran CO2 dari 12 juta mobil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sementara pertanian berskala industri tidak sedikit pun menyerap CO2 (&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a href="http://www.localharvest.org/csa"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;www.localharvest.org/csa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Beli produk lokal yang dihasilkan petani lokal. Selain emisi yang dikeluarkan dari transportasi lebih kecil, hal ini dapat mendukung ekonomi pedesaan, melindungi anekaragaman hayati dan menjaga keberlanjutan bumi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Tanamlah pohon dan berbagai bunga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt; Tanaman menyerap CO2 melalui akar dan cabang-cabangnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tanaman bambu dapat lebih banyak menyerap CO2 dan menghasilkan oksigen 35% lebih besar dari pohon lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Pilih  jalan kaki atau sepeda untuk menempuh jarak dekat. Upayakan menggunakan angkutan &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;script&gt; &lt;!-- D(["mb","publik lainnya atau gunakan saja sepeda. (Mmh kita harus mendorong angkutan public yang aman dan nyaman ya, biar semua mau menggunakannya).\u003c/span\&gt;\u003c/strong\&gt;\u003c/p\&gt;\n\u003cp style\u003d\"margin:0in 0in 0pt 0.25in\"\&gt;\u003cstrong\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-weight:normal;font-size:11pt\"\&gt;- Sesuaikan gaya pakaian dengan cuaca di sekitar kita.\u003cspan\&gt;  \u003c/span\&gt;Saat panas, lebih nyaman menggunakan katun yang tipis. \u003c/span\&gt;\u003c/strong\&gt;\u003cb\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-size:11pt\"\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/b\&gt;\u003c/p\&gt;\n\u003cp style\u003d\"margin:0in 0in 0pt\"\&gt;\u003cstrong\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-size:11pt\"\&gt; \u003c/span\&gt;\u003c/strong\&gt;\u003c/p\&gt;\n\u003cp style\u003d\"margin:0in 0in 0pt\"\&gt;\u003cstrong\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-weight:normal;font-size:11pt\"\&gt;4. Pilih lah produk lokal,yang transportasinya lebih hemat bahan bakar \u003cspan\&gt; \u003c/span\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/strong\&gt;\u003c/p\&gt;\n\u003cp style\u003d\"margin:0in 0in 0pt\"\&gt;\u003cstrong\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-weight:normal;font-size:11pt\"\&gt; \u003c/span\&gt;\u003c/strong\&gt;\u003c/p\&gt;\n\u003cp style\u003d\"margin:0in 0in 0pt\"\&gt;\u003cstrong\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-weight:normal;font-size:11pt\"\&gt;5. Memasak sendiri daripada harus makan di luar.\u003cspan\&gt;  \u003c/span\&gt;Tahukah Anda, makan lebih sedikit daging dan produk dari susu dapat mengurangi gas rumah kaca. \u003c/span\&gt;\u003c/strong\&gt;\u003c/p\&gt;\n\u003cp style\u003d\"margin:0in 0in 0pt\"\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-size:11pt\"\&gt; \u003c/span\&gt;\u003c/p\&gt;\n\u003cp style\u003d\"margin:0in 0in 0pt\"\&gt;\u003cstrong\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-weight:normal;font-size:11pt\"\&gt;6. Gunakan energi matahari dan angina sebagai energi alternatif. \u003c/span\&gt;\u003c/strong\&gt;\u003c/p\&gt;\n\u003cp style\u003d\"margin:0in 0in 0pt\"\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-size:11pt\"\&gt; \u003c/span\&gt;\u003c/p\&gt;\n\u003cp style\u003d\"margin:0in 0in 0pt\"\&gt;\u003cstrong\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:11pt\"\&gt;7. Jangan lupa kan prinsip \u003c/span\&gt;\u003c/strong\&gt;\u003cfont face\u003d\"Times New Roman\" size\u003d\"3\"\&gt;Reduce (kurangi), reuse (gunakan kembali), dan recycle (Daur Ulang) \u003cspan\&gt; \u003c/span\&gt;dalam menggunakan berbagai produk. \u003c/font\&gt;\u003c/p\&gt;\n\u003cp\&gt;\u003cstrong\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-size:11pt\"\&gt;8. \u003c/span\&gt;\u003c/strong\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-size:11pt\"\&gt;Jangan lupa untuk mematikan lampu atau alat elektronik lain yang tidak digunakan.\u003c/span\&gt;\u003c/p\&gt;\n\u003cp\&gt;\u003cspan lang\u003d\"DA\" style\u003d\"font-size:11pt\"\&gt;9. Hematlah air. \u003c/span\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:11pt\"\&gt;",1] );  //--&gt; &lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;publik untuk perjalanan yang lebih jauh. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Aktif lah untuk menyebarkan kesadaran tentang dampak perubahan iklim.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pastikan kepedulian ini juga didengar oleh para pembuat kebijakan. Gali dan cari informasi lebih banyak lagi.  Karena lebih mudah mengubah sesuatu kalau kita benar-benar paham atas satu isu. Tandatangi petisi, dukung berbagai kegiatan untuk perubahan kebijakan dalam mengatasi masalah pemanasan global.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Mulai lah, sekarang juga. Jadilah kreatif, buat perubahan dengan komitmen yang kuat dan strategi yang cerdas...dari diri pribadi hingga mendesakkan aturan nasional dan internasional yang berkeadilan dalam mengatasi masalah perubahan iklim.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Perlahan, langkah demi langkah untuk menyelamatkan kehidupan kita bersama..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-8795286474958268823?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/8795286474958268823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=8795286474958268823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8795286474958268823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8795286474958268823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/12/pemanasan-global-banyak-yang-bisa-kita.html' title='Pemanasan Global! Banyak yang bisa kita lakukan'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1MJEuaPO2I/AAAAAAAAAFI/XwBShyvZ0zg/s72-c/Global_Warming.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-6401819942844240351</id><published>2007-12-02T09:33:00.000-08:00</published><updated>2007-12-02T11:40:10.801-08:00</updated><title type='text'>Pemanasan Global dan Perubahan Iklim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1MJ_-aPO3I/AAAAAAAAAFQ/exXgG9MAISs/s1600-R/climatechange.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1MJ_-aPO3I/AAAAAAAAAFQ/yTEjQ5GX3nQ/s320/climatechange.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5139462594449324914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;“Pertanyaannya bukan lagi apakah pemanasan global benar-benar terjadi, tetapi apakah dalam menghadapi situasi darurat ini, kita dapat cepat menyesuaikan diri.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kofi Annan, 2006&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Perdebatan ilmiah diantara para pakar bukan lagi apakah Pemanasan Global terjadi atau hanya hitungan di atas kertas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Fokusnya kini adalah seberapa cepat dan seberapa besar dampak Pemanasan Global. Perubahan yang cepat dan berskala besar ini akan mempengaruhi seluruh kehidupan di bumi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Suhu bumi akan terus meningkat jika kita tidak mengambil langkah untuk mengatasinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Sejak akhir 1800-an, rata-rata suhu permukaan bumi meningkat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;0.74 °C. Tahun 2006 tercatat sebagai tahun terpanas sejak 1850 (urutan selanjutnya 1998, 2005, 2003, 2002 dan 2004). &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;Suhu diperkirakan akan terus meningkat antara 1,8°C hingga 4°C pada tahun 2100.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selama 30 tahun terakhir, rata-rata temperatur bumi meningkat sebesar 0,55°C.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika situasi tetap seperti ini, diperkirakan pada 2020, suhu akan meningkat lagi sebesar 0,55°C. Hanya tersisa kurang dari 20 tahun waktu untuk mengambil tindakan nyata agar suhu bumi tidak naik lebih dari 2°C.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:black;"   lang="DA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;Sepertinya peningkatan satu derajat tidak lah terlalu berarti.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi ingat, zaman Es (&lt;i style=""&gt;Ice Age&lt;/i&gt;) ditandai dengan berubahnya suhu hanya 1,2°C-2,4°C. Semakin jelas bahwa, bumi kelelahan mendukung kehidupan 6.3 milyar manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bumi akan menjadi tempat yang sangat berbahaya jika tidak dilakukan langkah pencegahan kenaikan suhunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;Pemanasan Global&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt; diikuti dengan &lt;b&gt;Perubahan Iklim. &lt;/b&gt;Tanda-tanda terjadi Perubahan Iklim dapat dilihat dari meningkatnya curah hujan di beberapa bagian bumi, sementara bagian lainnya mengalami musim kering yang berkepanjangan. Hal ini terjadi karena ada &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;perubahan suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara bertahap dalam jangka waktu puluhan tahun.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;Pemanasan Global &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;terjadi karena&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt; energi dari matahari dalam bentuk panas dan cahaya, memanaskan bumi sehingga suhu meningkat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebagian dari panas ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dikembalikan ke angkasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi sebagian besar terperangkap oleh molekul-molekul gas rumah kaca (seperti &lt;span style="color:black;"&gt;karbondioksida/&lt;/span&gt;CO2, &lt;span style="color:black;"&gt;metana&lt;/span&gt;/CH4, &lt;span style="color:black;"&gt;dinitro oksida/&lt;/span&gt;N2O). Tanpa gas rumah kaca, bumi kita akan sangat dingin dan tidak dapat dihuni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;Masalahnya saat ini, terjadi peningkatan gas rumah kaca secara besar-besaran. Sebagian besar merupakan hasil pembakaran, seperti penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara), penebangan hutan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan praktek-praktek sistem pertanian tertentu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;Sebelum Revolusi Industri, kandungan CO2 di atmosfir sekitar 280 ppm (&lt;i style=""&gt;part per million&lt;/i&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kini mencapai 380 ppm. Semakin banyak molekul gas rumah kaca di atmosfir, semakin meningkat suhu rata-rata permukaan bumi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;Sementara aktivitas manusia terus berjalan, mengakibatkan emisi gas rumah kaca kian meningkat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan pertumbuhan seperti ini, pada 2050 tingkat emisi gas rumah kaca mencapai dua kali lipat dari masa pra industri. Bahkan akan lebih cepat terjadi yakni tahun 2035, jika negara seperti India dan China mengikuti pola AS (negara yang menghasilkan seperempat emisi global) dalam pelepasan karbon. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Dengan kandungan gas rumah kaca yang berlipat ganda, sepertinya peningkatan rata-rata suhu global sebesar 0,24°C dapat terjadi pada abad ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 172.6pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in; height: 172.6pt;" valign="top" width="590"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Gas Rumah   Kaca dan Efek Rumah Kaca&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Gas   Rumah Kaca seperti &lt;span style="color:black;"&gt;(CO2), (CH4), atau (N2O), &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menyelimuti bumi, dan menahan panas matahari   di atmosfir.  Akibatnya terjadinya akumulasi panas (atau energi) yang   semakin tinggi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bayangkan saat kita   berada di dalam rumah kaca yang suhunya lebih hangat karena kaca menyebabkan   panas terperangkap di dalamnya.  Akumulasi panas yang berlebihan di   atmosfir bumi membuat iklim berubah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Enam   gas Rumah Kaca yang harus diturunkan emisinya, adalah:&lt;br /&gt;• Karbon dioksida (CO2);&lt;br /&gt;• Methana (CH4);&lt;br /&gt;• Nitrogen Oksida (N2O);&lt;br /&gt;• &lt;i style=""&gt;Hydrofluorocarbons&lt;/i&gt; (HFCs);&lt;br /&gt;• &lt;i style=""&gt;Perfluorocarbons&lt;/i&gt; (PFCs); dan&lt;br /&gt;• &lt;i style=""&gt;Sulphur hexafluoride&lt;/i&gt; (SF6) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Dampak Perubahan Iklim  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Saat &lt;span style=""&gt;suhu permukaan bumi&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;terus meningkat, berbagai bencana sudah dan akan terjadi, beberapa diantaranya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Air bersih susah didapat (Kini hanya 1 dari 5 penduduk dunia yang dapat memperoleh air bersih). Pada 2020, 75juta-250 juta orang di Afrika kesulitan air bersih.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di Asia ketersediaannya menurun, demikan juga di Eropa Barat. Pada 2080, diperkirakan kondisi memburuk, saat sekitar 3 milyar orang kekurangan air bersih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Sekitar 20-30% spesies menghadapi kepunahan saat rata-rata suhu global meningkat hingga 1,5-2,5°C. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Mencairnya hamparan es di &lt;st1:place st="on"&gt;Greenland&lt;/st1:place&gt; mengakibatkan permukaan air laut meningkat hingga sekitar 6 meter.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk menghadapi hal ini, sejumlah negara seperti Belanda sudah menggelar kompetisi merancang rumah terapung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Banjir menggenangi kawasan dataran rendah yang merupakan kawasan lahan subur untuk pertanian seperti &lt;st1:country-region st="on"&gt;Bangladesh&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Maldives&lt;/st1:country-region&gt;,dan lokasi kota-kota di pinggir pantai seperti &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Semakin tingginya frekuensi dan intensitas hujan badai dan angin topan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Terjadi migrasi besar-besaran karena banyak wilayah tidak dapat menopang kehidupan. Diperkirakan sekitar 50 juta orang menjadi pengungsi akibat perubahan iklim pada 2010. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Ancaman terhadap kesehatan manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ledakan berbagai penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah. Di Eropa pada 2003 saja, sekitar 20.000-30.000 orang kehilangan nyawa karena gelombang panas.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="DA" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;Proses penggurunan karena kekeringan yang berkepanjangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="DA" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;Gagal panen akibat k&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;ekeringan sehingga terjadi &lt;span style=""&gt;kelaparan besar-besaran.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="DA" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;Nelayan sulit mendapatkan ikan karena kerusakan terumbu karang. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;Kebakaran hutan semakin sering terjadi.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kenaikan suhu ekstrim di beberapa wilayah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seperti suhu di &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:place&gt; yang biasanya sekitar 35°C, naik menjadi 39°C. di Sumatra, dari suhu rata-rata 33-34°C menjadi 37°C.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sementara Jakarta dari &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="DA" &gt;32-34°C berubah menjadi 36°C.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Wilayah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; bagian Selatan akan mengalami penurunan curah hujan, sementara kawasan utara mengalami peningkatan curah hujan secara besar-besaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Fakta-fakta dasar ini sangat akrab dengan sebagian besar masyarakat, terutama masyarakat di negara berkembang yang harus segera beradaptasi demi kelangsungan hidup mereka. Pemanasan global dan perubahan iklim mempersulit kehidupan masyarakat rentan, padahal sumbangan mereka terhadap emisi gas rumah kaca sangat sedikit dibandingkan negara-negara industri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Pemanasan Global dan perubahan Iklim yang menyertainya merupakan masalah modern yang sangat rumit, untuk dapat mengatasinya harus melihat secara menyeluruh meliputi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;masalah kemiskinan, pembangunan ekonomi global dan pertambahan populasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Tidak mudah mengatasinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terlebih lagi saat dimensi keadilan ditinggalkan.Tetapi mengabaikannya, dalam berbagai tingkatan akan menjadikan kondisi ini lebih buruk lagi. &lt;b style=""&gt;Saatnya bertindak, mulai sekarang.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-6401819942844240351?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/6401819942844240351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=6401819942844240351' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/6401819942844240351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/6401819942844240351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/12/pemanasan-global-dan-perubahan-iklim.html' title='Pemanasan Global dan Perubahan Iklim'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1MJ_-aPO3I/AAAAAAAAAFQ/yTEjQ5GX3nQ/s72-c/climatechange.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-5271076648354462628</id><published>2007-11-24T01:11:00.001-08:00</published><updated>2007-11-24T01:37:12.032-08:00</updated><title type='text'>Dua Menit Tanpa Asap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0fwW19R_ZI/AAAAAAAAADc/K02XE_9JjHw/s1600-h/02-Hari+Lingkungan.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0fwW19R_ZI/AAAAAAAAADc/K02XE_9JjHw/s320/02-Hari+Lingkungan.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136338175271239058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;i&gt;SEJUMLAH relawan yang tergabung dalam Green Student Movement (GSM) - The             Walhi Institute menghimbau pemilik kendaraan untuk mematikan kendarannya dalam aksi 2             menit tanpa asap di persimpangan Jln. Surapati Gasibu Bandung, Selasa (5/6). Kegiatan ini             untuk memperingati hari Lingkungan Hidup 2007 dan Gerakan Publik "Save The             Climate".*&lt;/i&gt;  &lt;small&gt;M. GELORA SAPTA/"PR"&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-5271076648354462628?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/062007/06/02a.htm' title='Dua Menit Tanpa Asap'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/5271076648354462628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=5271076648354462628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/5271076648354462628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/5271076648354462628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/11/dua-menit-tanpa-asap.html' title='Dua Menit Tanpa Asap'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0fwW19R_ZI/AAAAAAAAADc/K02XE_9JjHw/s72-c/02-Hari+Lingkungan.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-811987108838339946</id><published>2007-11-21T03:59:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T04:11:35.311-08:00</updated><title type='text'>Inilah Calon Raja Minyak Baru di Blok Cepu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0Qf6V9R_VI/AAAAAAAAAC8/A5eDhYIPunc/s1600-h/raja+minyakl.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0Qf6V9R_VI/AAAAAAAAAC8/A5eDhYIPunc/s320/raja+minyakl.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135264562296257874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;div class="fullitem news_fullitem"&gt;&lt;div class="itemtitle news_itemtitle" align="center"&gt;MINYAK BLOK CEPU &lt;/div&gt; &lt;div class="itemtitle news_itemtitle" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Britannic Bold;font-size:180%;"  &gt;Inilah Calon Raja Minyak Baru di Blok Cepu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="itemtitle news_itemtitle" align="center"&gt;Yohan Rubiyantoro&lt;/div&gt; &lt;div class="itembody news_itembody" align="center"&gt;posted by kontan on  11/17/07&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;div class="maincontentpadding"&gt;  &lt;div class="fullitem news_fullitem"&gt; &lt;div class="itembody news_itembody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="itembody news_itembody"&gt; &lt;p&gt;JAKARTA. Tak lama lagi bakal muncul raja-raja minyak baru dari  Blok Cepu. Sederet nama yang akan ikut menikmati semburan minyak Cepu itu antara  lain pemilik Media Grup Surya Paloh, pengacara dan politisi Syarif Bastaman,  pengusaha properti asal &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195646347_0"&gt;Surabaya&lt;/span&gt; Ishadi, hingga Ilham Habibie, putra mantan  Presiden B. J. Habibie.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka bisa menikmati rezeki minyak lantaran menjadi mitra  badan usaha milik daerah (BUMD) yang mendapat jatah saham di Blok Cepu. Sekadar  mengingatkan, Kamis (15/11) lalu, Mobil Cepu dan Pertamina EP Cepu resmi  menyerahkan &lt;i&gt;participating interest &lt;/i&gt;10% kepada empat pemerintah daerah  penghasil migas itu. Penyerahan jatah saham ini melalui empat BUMD milik  mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, sebagai mitra BUMD, mereka juga ikut menyetor modal dan  berbagai beban dengan daerah. Sebagai imbalannya, mereka mereka berhak mendapat  bagian bagi hasil minyak yang diperoleh daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ambil contoh Surya Paloh. Ia adalah pemilik PT Surya Energi  Raya (SER), mitra PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), BUMD milik Pemerintah  Kabupaten Bojonegoro yang memiliki 4,5% saham di Blok Cepu. "Kami siap  mengucurkan duit lebih dari Rp 900 miliar atau bahkan 100% kewajiban ADS di Blok  Cepu," ungkap Sugeng Suparwoto, Direktur SER, kepada KONTAN, kemarin (16/11).  Sebagai imbalannya, SER berhak mendapat 75% dari hasil Blok Cepu yang diperoleh  Bojonegoro.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juragan minyak baru di Blok Cepu lainnya adalah Ishadi, pemilik  Kompleks Pertokoan Pasar Atom di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195646347_1"&gt;Surabaya&lt;/span&gt;. Ia berkongsi dengan PT Blora Patragas  Hulu (BPH) , BUMD kepunyaan Pemerintah Blora yang mendapat jatah 2,2% saham Blok  Cepu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ishadi masuk ke Blok Cepu lewat perusahaannya PT Anugerah  Bangun Sarana (ABS) yang menjadi partner BPH. Menurut petinggi BPH Blora yang  minta namanya tidak ditulis, Ishadi siap membuka keran duitnya buat membiayai  proses penggarapan Blok Cepu. "Dia juga sudah mendapat pinjaman dari bank lokal.  Pokoknya, modal Pak Ishadi kuat," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nama baru yang muncul adalah Syarif Bastaman, pengacara,  pengusaha dan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Sumber KONTAN di  PT Petro Gas Jatim Utama Cendana (PGJUC) menyatakan, Syarif adalah mitra BUMD  milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mendapat jatah saham Blok Cepu sebesar  2,2%.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejauh ini, PGJUC masih membantah keikutsertaan Syarif.  "Pokoknya mitra kami adalah pengusaha nasional. Setelah &lt;i&gt;due diligence  &lt;/i&gt;baru kami buka," kata Hadi, Direktur PGJUC. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ilham Habibie disebut-sebut menjadi mitra PT Sarana Patra Hulu  Cepu (SPHC), perusahaan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menggandeng  SPHC lewat perusahaannya, PT Usaha Tama Mandiri Nusantara, karena SPHC memiliki  jatah 1,1% saham Blok Cepu. "Rekan kami ini adalah pengusaha nasional dan  bergerak di bidang migas," kata Ita Soenarjo, Direktur Utama SPHC, untuk  merahasiakan mitranya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-811987108838339946?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/811987108838339946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=811987108838339946' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/811987108838339946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/811987108838339946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/11/inilah-calon-raja-minyak-baru-di-blok.html' title='Inilah Calon Raja Minyak Baru di Blok Cepu'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0Qf6V9R_VI/AAAAAAAAAC8/A5eDhYIPunc/s72-c/raja+minyakl.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-9174091889661687960</id><published>2007-11-19T03:40:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T03:24:17.179-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto-Foto'/><title type='text'>Foto-foto kegiatan GSM Jabar 2007</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GLAl9R_LI/AAAAAAAAABw/vBVkOU_-axY/s1600-h/100_2750.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GLAl9R_LI/AAAAAAAAABw/vBVkOU_-axY/s320/100_2750.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134537892484480178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GLBF9R_MI/AAAAAAAAAB4/ZJavyyjs4aU/s1600-h/100_2875.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GLBF9R_MI/AAAAAAAAAB4/ZJavyyjs4aU/s320/100_2875.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134537901074414786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GLBl9R_NI/AAAAAAAAACA/QDBDKC8zWsQ/s1600-h/100_2881.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GLBl9R_NI/AAAAAAAAACA/QDBDKC8zWsQ/s320/100_2881.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134537909664349394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GLCV9R_OI/AAAAAAAAACI/magcwkBY_yQ/s1600-h/100_2882.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GLCV9R_OI/AAAAAAAAACI/magcwkBY_yQ/s320/100_2882.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134537922549251298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GLCl9R_PI/AAAAAAAAACQ/Rew4d8cIKqc/s1600-h/100_2883.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GLCl9R_PI/AAAAAAAAACQ/Rew4d8cIKqc/s320/100_2883.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134537926844218610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GA-V9R_HI/AAAAAAAAABQ/D5pCvJ60dyg/s1600-h/100_0339.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GA-V9R_HI/AAAAAAAAABQ/D5pCvJ60dyg/s320/100_0339.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134526858713496690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GA_F9R_II/AAAAAAAAABY/IKJTRCHeWSI/s1600-h/100_0565.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GA_F9R_II/AAAAAAAAABY/IKJTRCHeWSI/s320/100_0565.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134526871598398594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GA_V9R_JI/AAAAAAAAABg/qzy1qyTSxMM/s1600-h/100_1182.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GA_V9R_JI/AAAAAAAAABg/qzy1qyTSxMM/s320/100_1182.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134526875893365906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GA_19R_KI/AAAAAAAAABo/O5ySsFaDAZ8/s1600-h/100_2725.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GA_19R_KI/AAAAAAAAABo/O5ySsFaDAZ8/s320/100_2725.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134526884483300514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-9174091889661687960?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/9174091889661687960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=9174091889661687960' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/9174091889661687960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/9174091889661687960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/11/foto-foto-kegiatan-gsm-jabar-2007.html' title='Foto-foto kegiatan GSM Jabar 2007'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0GLAl9R_LI/AAAAAAAAABw/vBVkOU_-axY/s72-c/100_2750.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-8525298365403523768</id><published>2007-11-18T06:54:00.001-08:00</published><updated>2007-11-24T02:43:47.214-08:00</updated><title type='text'>Rainbow Warrior Meninggalkan Dumai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0f_ml9R_dI/AAAAAAAAAD8/o4GPh1XipLo/s1600-h/rainbow.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0f_ml9R_dI/AAAAAAAAAD8/o4GPh1XipLo/s320/rainbow.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136354938528595410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_0"&gt;Dumai, Riau&lt;/span&gt;, Minggu 18 November 2007 - Kapal Rainbow Warrior milik&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_1"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; telah meninggalkan Dumai, pelabuhan untuk ekspor minyak&lt;br /&gt;kelapa sawit terbesar di Indonesia, dan saat ini tengah berlayar&lt;br /&gt;menuju &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_2"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; untuk menyampaikan pesan bagi para pemimpin di&lt;br /&gt;Indonesia, sebelum menuju &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_3"&gt;Bali&lt;/span&gt; dalam rangka pertemuan PBB tentang&lt;br /&gt;perubahan iklim yang akan dimulai dua minggu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu kemarin, Rainbow Warrior dipaksa menyingkir oleh kapal penarik&lt;br /&gt;saat memblokir kapal tanker MT Westama yang hendak keluar dari&lt;br /&gt;pelabuhan Dumai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi Rainbow Warrior itu untuk membeberkan dampak buruk dari industri&lt;br /&gt;kelapa sawit terhadap lahan gambut dan hutan di Indonesia, serta iklim&lt;br /&gt;global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan tanpa kekerasan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_4"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; tersebut untuk menentang ekspor&lt;br /&gt;minyak kelapa sawit dan telah menjadi perhatian para petinggi di&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_5"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; hingga Presiden &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_6"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt; mengadakan pertemuan&lt;br /&gt;terbatas dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pertanian serta&lt;br /&gt;Sekretaris-Jendral Departemen Kehutanan, untuk membahas kegiatan&lt;br /&gt;Rainbow Warrior dan seruan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_7"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; mengenai penerapan moratorium&lt;br /&gt;atas deforestasi dan konversi lahan gambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kehutanan M.S. Kaban dijadwalkan untuk bertemu dengan&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_8"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_9"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; hari Selasa 20 November 2007 guna membahas&lt;br /&gt;masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konversi hutan dan lahan gambut untuk kepentingan perkebunan kelapa&lt;br /&gt;sawit merupakan penyebab utama deforestasi di Indonesia. Karbon yang&lt;br /&gt;terlepas karena kegiatan tersebut menyebabkan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_10"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; menjadi negara&lt;br /&gt;ketiga pelepas emisi karbon terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami ingin agar pemerintah Indonesia &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_11"&gt;segera&lt;/span&gt; menerapkan moratorium&lt;br /&gt;atas pengalihan hutan dan penghancuran lahan gambut demi mencegah&lt;br /&gt;perubahan iklim yang berbahaya," kata juru kampanye kehutanan&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_12"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; Asia Tenggara, Bustar Maitar. "Kontribusi &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_13"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terhadap perubahan iklim yang berbahaya akan meningkat, kecuali ada&lt;br /&gt;tindakan yang diambil untuk melindungi hutan dan lahan gambut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Temuan dalam laporan terakhir Panel Antarpemerintah PBB tentang&lt;br /&gt;Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC) yang&lt;br /&gt;dikeluarkan Sabtu kemarin merupakan peringatan tegas bahwa seluruh&lt;br /&gt;pemerintah di dunia harus mengambil langkah tegas untuk melindungi&lt;br /&gt;iklim global," tambah Bustar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hutan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_14"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; berpotensi menjadi bagian penting dalam solusi global&lt;br /&gt;untuk perubahan iklim. Namun, jika pengalihan hutan terus terjadi,&lt;br /&gt;hutan-hutan di Indonesia justru akan menjadi bagian masalah perubahan&lt;br /&gt;iklim. Kami menyerukan pula agar masyarakat internasional mendampingi&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_15"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; dalam memastikan upaya untuk menghentikan penggundulan hutan&lt;br /&gt;di negara ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu di Valensia, Spanyol, Panel Antarpemerintah PBB tentang&lt;br /&gt;Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC)&lt;br /&gt;menyetujui laporan Sintesa Penilaian keempat (Fourth Assessment&lt;br /&gt;Synthesis) yang merangkum beberapa hal penting dari tiga laporan&lt;br /&gt;ilmiah sebelumnya tentang perubahan iklim, dampak dan langkah-langkah&lt;br /&gt;mitigasi yang telah dipublikasikan. Laporan keempat ini akan menjadi&lt;br /&gt;dokumen rujukan bagi para pengambil keputusan di waktu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertemuan perubahan iklim di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_16"&gt;Bali&lt;/span&gt;, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_17"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; akan menyerukan agar&lt;br /&gt;ada kesepakatan untuk merundingkan mekanisme baru pembiayaan guna&lt;br /&gt;mengurangi deforestasi dengan tajam. Penurunan emisi akibat&lt;br /&gt;deforestasi harus melengkapi penurunan emisi dari pembakaran bahan&lt;br /&gt;bakar fosil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_18"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; adalah organisasi kampanye independen yang bekerja untuk&lt;br /&gt;mengubah sikap dan perilaku, demi melindungi dan melestarikan&lt;br /&gt;lingkungan hidup dan mengusung perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan tambahan, hubungi:&lt;br /&gt;Yang sedang berada di kapal Rainbow Warrior:&lt;br /&gt;Sue Connor, Juru Kampanye Kehutanan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_19"&gt;Greenpeace International&lt;/span&gt; +62 8131&lt;br /&gt;1765 3644&lt;br /&gt;Bustar Maitar, Juru Kampanye Solusi Kehutanan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_20"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; Asia Tenggara&lt;br /&gt;+62 813 446 661 35&lt;br /&gt;Tiy Chung, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_21"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; communications officer +61 409 604 010&lt;br /&gt;Rainbow Warrior, nomor telepon +31 653 464 289&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_22"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_23"&gt;Asia&lt;/span&gt; Tenggara-Indonesia di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195397985_24"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Chris Nusatya, Media Campaigner +62 21 3101873 / +62 812 107 8050&lt;br /&gt;Arie Rostika Utami, Media Assistant +62 856 885 7275&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-8525298365403523768?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/8525298365403523768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=8525298365403523768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8525298365403523768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/8525298365403523768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/11/rainbow-warrior-meninggalkan-dumai.html' title='Rainbow Warrior Meninggalkan Dumai'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R0f_ml9R_dI/AAAAAAAAAD8/o4GPh1XipLo/s72-c/rainbow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-4542504549671673626</id><published>2007-11-16T01:14:00.000-08:00</published><updated>2007-11-16T01:17:39.481-08:00</updated><title type='text'>rapat hari selasa minggu depan (20 Nov)</title><content type='html'>Temans,&lt;br /&gt;Berdasarkan pertimbangan dari tim riset (Tata), dan&lt;br /&gt;teman2 lain, rapat selanjutnya akan diadakan hari&lt;br /&gt;Selasa 20 November, jam 14.00 di Walhi. dateng ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat temen2 yg bertanya-tanya kenapa hari Selasa&lt;br /&gt;kmaren kita rapat di Jatinangor, itu karena kita&lt;br /&gt;rapatnya giliran. Di bandung, sama di Jatinangor.&lt;br /&gt;Minggu ini di Jatinangor, maka minggu depan di&lt;br /&gt;Bandung. Adilkan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayangnya, temen2 yg dari bandung banyak yg suka&lt;br /&gt;ga dateng ke rapat di Jatinangor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam,&lt;br /&gt;tatat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-4542504549671673626?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/4542504549671673626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=4542504549671673626' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4542504549671673626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/4542504549671673626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/11/rapat-hari-selasa-minggu-depan-20-nov_16.html' title='rapat hari selasa minggu depan (20 Nov)'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7559602303347379811.post-2188468802762307209</id><published>2007-11-16T01:12:00.000-08:00</published><updated>2007-11-16T01:14:08.883-08:00</updated><title type='text'>Harta Karun Untuk Semua</title><content type='html'>oleh Dewi Lestari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari Amazon.com datang.&lt;br /&gt;Ada satu buku yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya:&lt;br /&gt;"Stuff ,The Secret Lives of Everyday Things". Buku itu tipis, hanya 8 halaman, tapi informasi di dalamnya bercerita tentang perjalanan ribuan mil&lt;br /&gt;dari mana barang-barang kita berasal dan ke mana barang-barang kita&lt;br /&gt;berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik&lt;br /&gt;memakan waktu ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila mana yang mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa&lt;br /&gt;penggunaannya hanya dalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang hanya bertahan sepuluh detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru hancur setelah si pemakan permen menjadi fosil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa&lt;br /&gt;deterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion. Dan&lt;br /&gt;sebagai konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantai&lt;br /&gt;pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi&lt;br /&gt;telah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke mana kemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak&lt;br /&gt;pohon yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban&lt;br /&gt;polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi-buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa&lt;br /&gt;wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita&lt;br /&gt;bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kita&lt;br /&gt;sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk mencuci&lt;br /&gt;secangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis&lt;br /&gt;daging burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar&lt;br /&gt;2,400 liter air. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas meja kerja kita menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan mengonsumsi listrik 2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja di dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk memproduksinya 4,500&lt;br /&gt;kali lipat lebih berat daripada berat chip itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa menimbulkan berbagai reaksi.&lt;br /&gt;Kita bisa frustrasi karena terjepit dalam ketergantungan gaya hidup yang&lt;br /&gt;tak bisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis karena tidak mau&lt;br /&gt;pusing. Yang jelas, sesungguhnya ini adalah pengetahuan yang sudah saatnya dibuka. Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun dan&lt;br /&gt;membedah jantung katak, dapat dibuat lebih empiris dengan mempelajari&lt;br /&gt;hulu dan hilir dari benda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung&lt;br /&gt;jawab akan alam ini telah disosialisasikan sejak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung FO empat lantai, Pasar&lt;br /&gt;Baru, atau berjalan-jalan ke Gasibu pada hari Minggu di mana ada lautan&lt;br /&gt;PKL: tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupan penduduk satu kota? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada&lt;br /&gt;habisnya diproduksi? Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang&lt;br /&gt;menggelontori pasar. Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki hypermarket dan melihat ratusan macam biskuit, ratusan varian mie instan, dan ratusan merk sabun: haruskah kita memiliki pilihan sebanyak itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh melebihi apa yang kita butuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan lima pasang baju dalam setahun, bahkan lebih. Atas nama fashion, jumlah itu menjadi&lt;br /&gt;tidak berbatas. Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan&lt;br /&gt;beberapa pilihan panganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu,&lt;br /&gt;seisi Bumi tidak akan sanggup memenuhi keinginan satu manusia.&lt;br /&gt;  &lt;div align="left"&gt;Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kaca mata. Seorang&lt;br /&gt;ekonom mungkin akan menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi.&lt;br /&gt; Seorang sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan.&lt;br /&gt;Tapi jika kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan negara,&lt;br /&gt;negara adalah kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan&lt;br /&gt;individu, permasalahan ini akan kembali ke pangkuan kita. Dan kesadaran&lt;br /&gt;serta kemauan kitalah yang pada akhirnya akan memungkinkan sebuah&lt;br /&gt;perubahan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi&lt;br /&gt;sangat menentukan. Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protocol&lt;br /&gt;Kyoto, tidak perlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap, setiap langkah&lt;br /&gt;kita-memilih merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-adalah pilihan politis dan ekologis yang menentukan masa depan seisi Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah instrumen saya&lt;br /&gt;bekerja, tapi saya bisa lebih awas dengan jam penggunaan dan mematikannya jika tidak perlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan akan informasi, tapi saya bisa memilih membaca berita lewat internet atau&lt;br /&gt;membaca koran di tempat publik ketimbang berlangganan langsung. &lt;/div&gt; &lt;div align="left"&gt;Bagaimana dengan fashion? Di dunia citra ini, dengan profesi yang mengharuskan banyak tampil di muka publik, saya pun belum bisa mengorbankan keperluan fashion (baca: membeli busana lebih sering dari yang dibutuhkan), tapi saya bisa membuat komitmen dengan lemari pakaian, yakni baju yang saya miliki tidak boleh melebihi kapasitas lemari saya. Jika lebih, maka harus ada yang keluar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dan setiap beberapa bulan saya dihadapkan pada kenyataan bahwa ada baju&lt;br /&gt;yang tidak saya pakai setahun lebih atau baju yang cuma sekali dipakai&lt;br /&gt;dan tak pernah lagi. Bukan cuma baju, ada juga buku, pernik rumah, alat&lt;br /&gt;dapur, bahkan sabun dan sampo yang utuh tak disentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti 'harta karun', yang berisikan barang-barang yang harus keluar dari peredaran, karena jika&lt;br /&gt;dipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi unsur manfaat. Harta&lt;br /&gt;karun ini lantas harus dicarikan lagi outlet untuk penyaluran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar.&lt;br /&gt;Para warga menyewa stand untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dan&lt;br /&gt;sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang-baru&lt;br /&gt;baru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas dengan&lt;br /&gt;harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga kompleks, tapi juga dari kampung sekitar. Hari pertama, saya sudah kehabisan dagangan.&lt;br /&gt;Terpaksa saya mengontak saudara-saudara saya yang barangkali juga punya&lt;br /&gt;barang bekas untuk disalurkan. Sama dengan saya, mereka pun punya&lt;br /&gt;timbunan harta karun yang entah harus diapakan. Stand saya menjadi salah satu stand paling laris selama bazaar berlangsung. Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilan yang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah dianggap sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara kreatif&lt;br /&gt;lain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga disumbangkan.&lt;br /&gt;Namun yang lebih sukar adalah memulai membuat komitmen-komitmen&lt;br /&gt;pembatasan diri. Berkomitmen dengan rak buku, dengan lemari pakaian,&lt;br /&gt;dengan rak kamar mandi, dengan laci dapur, dan pada intinya...dengan&lt;br /&gt;diri sendiri. Siapkah kita menentukan batasan dan berjalan dalam koridor itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri dari awal bersua aneka pilihan yang membombardir kita setiap hari, lalu sadar dan mawas akan rantai sebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka diri untuk&lt;br /&gt;info dan pengetahuan ekologi adalah salah satu cara pembekalan yang baik.&lt;br /&gt;Walaupun sekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantong kresek yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir, dan hamburger yang kita makan tidak dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai  barang-barang itu tidak akan hilang hanya karena kita menolak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang berkomentar pada saya, "Aduh, Wi. Kamu bikin hidup&lt;br /&gt;tambah susah saja." Dan mereka benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu kita&lt;br /&gt;justru harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup yang lebih sederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahan kesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan terkendali,  tapi juga membantu Bumi ini dan jutaan manusia yang dijadikan alas kaki oleh industri demi pemenuhan nafsu konsumsi kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita&lt;br /&gt;bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnya&lt;br /&gt;kita cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#407f00;"&gt;"Nature does not proceed by leaps and bounds."&lt;br /&gt;~Carolus Linnaeus~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"All gardening is landscape painting."&lt;br /&gt;~William Kent~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"In all things of nature there is something of the marvelous."&lt;br /&gt;~Aristotle~&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7559602303347379811-2188468802762307209?l=gsmjabar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gsmjabar.blogspot.com/feeds/2188468802762307209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7559602303347379811&amp;postID=2188468802762307209' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/2188468802762307209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7559602303347379811/posts/default/2188468802762307209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gsmjabar.blogspot.com/2007/11/harta-karun-untuk-semua.html' title='Harta Karun Untuk Semua'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
